- Mengikuti jejak-jejak yang ditorehkan Maverick Vinales, Joan Mir akhirnya memutuskan hanya setahun turun di Moto2 sebelum naik ke MotoGP. Mir yang saat ini masih membela Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Moto2, akan menjalani debut di kelas tertinggi musim depan bersama Suzuki Ecstar.
Mir yang, juga seperti Vinales, merupakan juara dunia Moto3, sejak awal tahun ini mengaku tak mau berlama-lama turun di kelas intermediate dan langsung naik ke MotoGP sekalinya mendapat tawaran dari tim pabrikan. Tawaran itu pun datang dari Suzuki, tim yang juga menaungi Vinales pada 2015 lalu.
Meski hanya sebentar di Moto2, Mir menyadari betapa pentingnya kelas tersebut. Ia yakin Moto2 memberikan banyak pelajaran bagi seorang rider agar lebih matang saat naik ke MotoGP. Langkah inilah yang dilewatkan Jack Miller pada 2015, di mana ia langsung naik ke MotoGP usai menjadi runner up Moto3 2014.
Pentingnya Turun di Moto2
Rider Spanyol berusia 20 tahun ini menyatakan bahwa penyeragaman mesin di Moto2 adalah alasan persaingan di kelas tersebut sangat ketat. Dengan begitu, talenta, kemauan dan mentalitas rider lah yang menjadi penentu hasil akhir.
"Saya banyak belajar dari Moto2. Kategori ini memberi saya banyak hal. Pertama, belajar untuk cepat sejak lap pertama, kemudian cara mengendarai motor yang lebih besar, dan lainnya. Moto2 langkah yang sangat penting demi naik ke MotoGP," ungkap rider Spanyol ini kepada Speedweek.
"Moto2 adalah 'sekolah' yang baik, karena semua rider punya perangkat yang mirip. Melaju cepat di atas motor Moto2 itu mudah, jadi malah sulit untuk membuat perbedaan. Itulah alasan mengapa tak ada rider yang meraih gelar dunia Moto2 di tahun pertamanya," lanjutnya.
Ogah Santai, Ingin Buktikan Diri

Saat ini, Mir tengah duduk di peringkat keenam pada klasemen rider Moto2, dan telah jauh dari peluang merebut gelar dunia. Kini, ia pun mulai fokus menjalani persiapan naik ke MotoGP tahun depan, dan ia menolak bersantai-santai ria. Ia yakin dirinya punya tugas menumpuk demi mengembangkan GSX-RR bersama tandem barunya, Alex Rins.
"Naik ke MotoGP bersama Suzuki membuat saya makin 'lapar'. Saya akan membela tim pabrikan Suzuki, jadi jelas saya harus membuktikan apa yang bisa saya lakukan. Memang benar semua berjalan lancar, tapi saya harus memperebutkan kemenangan di setiap balapan," tuturnya.
Saya harus merasa nyaman. Saya bukan tipe orang yang berkata, 'oke, kini aku punya kontrak dengan Suzuki dan aku tak lagi harus bekerja keras'. Saya bukan orang yang seperti itu. Saya selalu memberikan 100%. Lagipula, berkata begitu berarti tak profesional. Itu bukan gaya saya," pungkas Mir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joan Mir Sebut Moto2 Bikin 'Matang', Ogah Santai di Suzuki
Otomotif 28 September 2018, 15:50
-
Bos MotoGP Harap Romano Fenati Bisa Kembali Balapan
Otomotif 28 September 2018, 14:30
-
Kontroversi Moto2 Misano Berlanjut, Fenati Diinvestigasi Kejaksaan Rimini
Otomotif 27 September 2018, 09:05
-
Klasemen Sementara Moto2 2018 Usai Seri Aragon
Otomotif 23 September 2018, 18:28
-
Hasil Balap Moto2 Aragon 2018: Binder Sabet Kemenangan Kedua
Otomotif 23 September 2018, 18:24
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss 12 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 21:37
-
Generasi Baru Spanyol vs Pilar-pilar Senior Belgia
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:35
-
Thibaut Courtois: Dibesarkan Belgia, Ditempa Spanyol
Piala Dunia 9 Juli 2026, 19:26
-
Brahim Diaz, Harapan Maroko untuk Membongkar Lini Pertahanan Prancis
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:56
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR