
Bola.net - Pembalap Kawasaki Racing Team sekaligus enam kali juara WorldSBK, Jonathan Rea, mengaku tersanjung mendengarkan kata-kata Valentino Rossi, yang mengaku sedih melihatnya tak pernah dapat kesempatan balapan secara penuh di MotoGP. Hal tersebut dinyatakan Rossi lewat La Gazzetta dello Sport beberapa waktu lalu.
Rea yang menyandang status rider terhebat dalam sejarah WorldSBK, pernah dua kali turun di MotoGP, yakni di Aragon dan Misano pada 2012. Saat itu, ia membela Repsol Honda sebagai pengganti Casey Stoner yang cedera engkel. Di masing-masing balapan, ia finis ketujuh dan kedelapan, padahal hanya pernah sekali uji coba.
Beberapa tahun terakhir, Rea sempat dikabarkan bakal pindah ke MotoGP usai bernegosiasi dengan Suzuki Ecstar, Pramac Racing, dan Petronas Yamaha SRT. Namun, batal mencapai kesepakatan karena Suzuki dan Pramac memilih pembalap lain, sementara Petronas SRT tak sreg karena usia Rea sudah mencapai 34 tahun.
Menurut Rossi, andai saat ini Rea ada di MotoGP, mungkin ia akan menjadi pembalap papan atas. "Sangat disayangkan Johnny tak menghabiskan lima atau enam tahun di MotoGP. Padahal ia punya potensi untuk melaju cepat. Bahkan mungkin ia akan lebih kuat jika sekarang ada di MotoGP," ungkap The Doctor.
Sering Komunikasi dengan Valentino Rossi

Lewat Autosport di Argentina pada Minggu (17/10/2021), Rea mengaku sudah mendengar komentar Rossi itu, dan merasa tersanjung. "Dapat kata-kata macam itu dari Vale sangat menyenangkan, karena ia rider terhebat sepanjang masa, dan kami saling menghormati. Kadang, ia mengirim beberapa pesan pada saya usai sebuah balapan, begitu pula sebaliknya. Saya fans beratnya," tuturnya.
Saat jadi pengganti Stoner di MotoGP, Rea masih membela Ten Kate Honda. Meski jadi rider papan atas WorldSBK, Rea tak pernah konsisten memperebutkan gelar bersama tim asal Belanda itu. Alhasil, hubungan mereka memburuk dan ini menjegal langkah Rea pindah ke MotoGP bersama Honda meski hasilnya di Aragon dan Misano menjanjikan.
"Tentu disayangkan, karena saya tak pernah dapat kans balapan secara penuh di MotoGP. Saya pernah menjalani dua wildcard (pengganti) pada 2012, finis ketujuh dan kedelapan. Tak buruk. Tapi begitulah. Saya mengalami beberapa momen sulit dalam karier saya dengan tim sebelumnya. Kadang dapat masa-masa hebat, kadang dapat masa-masa kelam," kisahnya.
Tak Pernah Dapat Kesempatan ke MotoGP

Semua pun berubah ketika Rea pindah ke Kawasaki pada 2015. Ia meraih enam gelar beruntun dan lebih dari 100 kemenangan. Tapi ada satu hal yang mengganjal di benak Rea. "Satu-satunya pertanyaan yang saya tanyakan pada diri saya adalah apa yang bisa saya lakukan andai ke MotoGP, karena saya tak tahu," ujarnya.
"Saya tak bisa menyesal, karena saya memang tak pernah dapat kans itu. Namun, beginilah hidup. Pembalap tak bisa membentuk jalannya sendiri dalam hidup, Anda harus menuju MotoGP dengan mengambil kesempatan, dan sayangnya bagi saya, saya tak pernah dapat kesempatan itu," pungkas Rea.
WorldSBK 2021 kini hanya menyisakan satu seri, yakni Seri Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 19-21 November mendatang. Saat ini, Rea tengah duduk di peringkat kedua pada klasemen pembalap dengan 501 poin, tertinggal 30 poin dari sang kawan baik dari Pata Yamaha WorldSBK, Toprak Razgatlioglu.
Sumber: Autosport
Baca Juga:
- Pecah Rekor, Formula 1 2022 Resmi Bakal Gelar 23 Balapan
- Tanpa Beban, Jonathan Rea Tekad Cetak Hattrick di WorldSBK Mandalika
- Klasemen Sementara WorldSBK 2021 Usai Race 2 Seri Argentina
- Hasil Race 2 WorldSBK Argentina: Scott Redding Menang, Asapi Rea-Razgatlioglu
- Gagal di MotoE, Dominique Aegerter Kunci Gelar WorldSSP 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Andrea Dovizioso: Valentino Rossi Lebih dari Sekadar Juara MotoGP
Otomotif 18 Oktober 2021, 13:41
-
Jonathan Rea 'Tersanjung' Disayangkan Valentino Rossi Tak Pernah Balapan di MotoGP
Otomotif 18 Oktober 2021, 12:33
-
Pecco Bagnaia Sulit Terima Kenyataan Valentino Rossi Bakal Pensiun
Otomotif 15 Oktober 2021, 09:32
-
Fan Club Valentino Rossi Siapkan Perpisahan Meriah di MotoGP Misano dan Valencia
Otomotif 14 Oktober 2021, 13:50
-
Valentino Rossi Angkat Topi pada Ducati, Makin Kagumi Pecco Bagnaia
Otomotif 14 Oktober 2021, 09:56
LATEST UPDATE
-
Arsenal Tersandung dan Dituding Kena Mental, Arteta Membantah!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 05:30
-
Jalan Pulang Lionel Messi ke Barcelona
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 05:00
-
Hasil Al Nassr vs Al Hazm: Dua Gol Ronaldo Genapkan Kemenangan 4-0
Asia 22 Februari 2026, 04:27
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Februari 2026
Voli 22 Februari 2026, 04:00
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR