
Bola.net - Lima kali juara dunia, Jorge Lorenzo, meyakini bahwa Honda takkan mengubah tabiat motor RC213V selama Marc Marquez mampu tampil dominan dan meraih lebih banyak gelar dunia di MotoGP, tak peduli betapa sulitnya rider Honda lain menjinakkan motor tersebut.
Marquez memang diketahui meraih enam gelar dunia dalam tujuh musim terakhir dengan gaya yang sangat dominan di setiap musim. Meski begitu, rider Honda lain tak bisa benar-benar menyamai level performanya, walau Cal Crutchlow mengantongi tiga kemenangan pada 2016-2018.
RCV bahkan tetap sulit dikendalikan saat Lorenzo datang membela Repsol Honda pada 2019. Saking sulitnya motor itu dikendalikan, Lorenzo harus kerja keras membuatnya jinak. Kecelakaan hebat Lorenzo di Assen yang berujung cedera punggung dan pensiun pun disebut sebagai buah dari sikap keras kepala Honda yang tak mau mengubah karakter RCV.
Para rival pun yakin bahwa Honda takkan berkutik tanpa Marquez, namun pabrikan Sayap Tunggal itu selalu mengelak. Musim ini pun membuktikan omongan para rival memang benar adanya. Selama Marquez absen karena cedera patah tulang lengan, belum ada rider Honda yang naik podium di enam seri pertama.
Honda Tak Merasa Hadapi Situasi Kritis

"Saya tak yakin prioritas Honda saat menggaet saya adalah membuat motor mereka lebih jinak, meski jika bertahan, saya pasti bisa mengubah motor itu. Faktanya, Marc punya gaya balap yang unik dan tiap tahun motor itu makin beradaptasi padanya, menjauhi rider Honda lain," ujar Lorenzo via Motorsport.com, Selasa (15/9/2020).
Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, bahkan sampai saat ini masih bersikeras berpendapat bahwa tak ada yang salah pada karakter motor RCV. Pria Spanyol ini justru menyebut tiga pembalap Honda lainnya lah tak bisa mengeluarkan seluruh potensi motor tersebut.
Hal ini pun membuat Lorenzo makin yakin Honda takkan melakukan perubahan dalam waktu dekat. "Sebagai orang biasa, kita pasti cenderung mencari solusi drastis ketika menghadapi situasi kritis. Tapi selagi Marc terus-terusan meraih gelar untuk Honda, saya rasa mereka takkan mengubah cara kerja mereka," ungkapnya.
Marquez Tetap Bisa Juara Andai Tak Cedera
Lorenzo juga mengomentari kans Marquez dalam merebut gelar dunia tahun ini andai tak cedera dan tetap balapan. Musim ini, peta persaingan sangat acak, dan para rider papan atas bisa terpuruk kapan saja dan para rider yang biasanya ada di belakang, kini punya kans yang sama besar dalam meraih kemenangan.
Test rider Yamaha ini pun yakin performa Marquez akan sangat ditentukan performa Honda dibandingkan motor rival lain, dan bisa jadi hasilnya tak konsisten seperti seluruh pembalap musim ini. Namun, Lorenzo yakin, andai tak cedera, Marquez tetap bisa jadi kandidat juara dunia.
"Saya rasa kans Marc tergantung seberapa kompetitif motornya di berbagai sirkuit berbeda, meski saat ini tak diragukan lagi bahwa ia merupakan pembalap terkuat dan punya kemampuan paling 'lengkap' di grid MotoGP. Tapi saya yakin ia bakal memenangi balapan dan tetap ikut memperebutkan gelar dunia," pungkasnya.
Sumber: Motorsportcom
Video: Momen Franco Morbidelli Raih Kemenangan Perdana di MotoGP San Marino
Baca Juga:
- Dihujat Fans Valentino Rossi, Joan Mir: Semua Rival Sama di Mata Saya
- Valentino Rossi: Balapan di Misano Kelebihan Satu Lap
- Masih Positif Covid-19, Jorge Martin Absen Lagi di Moto2 Emilia Romagna
- Valentino Rossi-Alex Rins Dukung Andrea Dovizioso Jadi Test Rider
- Selangkah Dekati MotoGP, Remy Gardner Gabung KTM Ajo di Moto2 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Lorenzo: Selama Marc Marquez Juara, Honda Takkan Ubah Tabiat
Otomotif 17 September 2020, 14:38
-
3 Kegiatan Positif Marc Marquez Selama Absen dari MotoGP
Otomotif 15 September 2020, 16:13
-
Valentino Rossi: Honda Tanpa Marc Marquez Mirip Honda Tanpa Saya
Otomotif 11 September 2020, 13:25
-
Valentino Rossi: MotoGP Sengit Tak Cuma Karena Marc Marquez Absen
Otomotif 11 September 2020, 12:37
-
Ducati: Gaet Rider Muda Lebih Masuk Akal demi Lawan Marc Marquez
Otomotif 9 September 2020, 16:38
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Lecce vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 22 Februari 2026, 03:18
-
Pertandingan 'Gila' di Championship: Wrexham Jungkalkan Ipswich Town 5-3
Liga Inggris 22 Februari 2026, 03:02
-
Man of the Match Osasuna vs Madrid: Ante Budimir
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:47
-
Man of the Match Chelsea vs Burnley: Joao Pedro
Liga Inggris 22 Februari 2026, 02:41
-
Hasil Osasuna vs Madrid: Bobol Menit Akhir, Los Blancos Tersungkur di El Sadar
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 02:38
-
Hasil Lecce vs Inter: Jungkalkan I Giallorossi, Nerrazurri Menjauh Dari Kejaran AC Milan
Liga Italia 22 Februari 2026, 02:15
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR