
Bola.net - Pembalap Pramac Racing, Jorge Martin, mengakui dirinya nyaris batal jadi pembalap motor profesional usai sang ayah, Angel Martin, dan sang Ibu, Susana Almoguera, kehilangan pekerjaan pada 2009. Kepada Speedweek, Minggu (23/1/2022), Martin mengaku bahwa kondisi ini membuatnya sulit turun di ajang-ajang balap yang baik.
Sejak menjalani debut Grand Prix di Moto3 2015, Martin memang dinanti-nanti kehadirannya di MotoGP, apalagi usai dirinya merebut gelar dunia pada 2018. Ia juga tampil sangat kompetitif di Moto2. Musim lalu, ia pun dapat kans naik ke MotoGP bersama Pramac Racing, tim satelit Ducati, dan ia tak menyia-nyiakan kesempatan.
Mengendarai Desmosedici GP21 spek pabrikan, Martin menggebrak dengan meraih pole dan memimpin balapan selama 18 lap di Seri Doha. Pada akhir musim ia pun jadi debutan terbaik, meraih 4 podium dan 1 kemenangan. Melihat kesuksesan ini, Martin jadi teringat masa-masa berat bersama keluarganya satu dekade lalu.
Diselamatkan Partisipasi Gratis Red Bull Rookies Cup

"Musim panas 2011 sangat berat bagi orang tua saya, karena mereka kehilangan pekerjaan akibat krisis ekonomi 2009. Mereka tak punya pekerjaan selama dua tahun dan tak bisa mendukung saya secara finansial. Rekening bank kami kosong!" kisah Martin, yang selama di Moto3 kerap dipinjami motor oleh Aleix Espargaro dan Maverick Vinales untuk latihan.
Martin pun dapat tawaran turun di CEV Moto3, tapi lebih memilih turun di Red Bull Rookies Cup, yang ia juarai pada 2014. "Kala itu hanya dua opsi, CEV Moto3 Junior Championship atau Rookies Cup. Namun, tim-tim di CEV minta 100.000 euro, dan kami tak bisa membayarnya. Untungnya, saya lolos seleksi Rookies Cup," tutur rider berusia 23 tahun ini.
"Saya bisa balapan di sana secara gratis selama tiga tahun, dan ayah saya bekerja untuk saya sebagai mekanik. Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu saya menuju MotoGP, dari orang-orang Rookies Cup, sampai orang-orang di tim-tim GP, seperti Fausto Gresini, Jorge Martinez Aspar, sampai Aki Ajo," lanjutnya.
Bangga Dipercaya Ducati

Usai awal karier yang berat, kini Martin justru menjadi salah satu bintang muda MotoGP. Ia bahkan sampai kini masih sulit percaya bisa menang di Seri Styria 2021, di mana ia mengalahkan begitu banyak rivalnya dari Rookies Cup, seperti Joan Mir dan Enea Bastianini. Kini, ia berharap bisa lebih garang lagi di sepanjang musim 2022.
"Kemenangan perdana rasanya menakjubkan karena itu juga kemenangan pertama Pramac-Ducati. Pada akhirnya, semua rider MotoGP setara. Saya mengenal kebanyakan lulusan Rookies Cup, kami lalu bertarung di Moto3 dan Moto2. Kami semua tumbuh dewasa bersama. Kami semua rider hebat. Level kami sangat tinggi," tuturnya.
"Ducati pun menyediakan motor menakjubkan untuk saya. Saya berterima kasih atas kepercayaan mereka, dan saya berharap bisa mendapatkan performa yang lebih konsisten. Saya memang membela tim satelit, namun saya tetap rider pabrikan Ducati. Saya senang membela Pramac dan saya puas atas kinerja kami," pungkas Martinator.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
- Ketar-Ketir, Aprilia: Masa Depan Maverick Vinales Bergantung pada Kami
- Enea Bastianini Nyaris ke Aprilia, Bidik Tim Pabrikan Ducati di MotoGP 2023
- KTM Serang Ducati, Tak Terima Dituduh Monopoli Program Junior MotoGP
- Danilo Petrucci Pastikan Kepindahan ke MotoAmerica 2022 Bareng Ducati
- Jadwal Peluncuran Tim MotoGP 2022, Kapan Skuad Favoritmu Pamer Motor Baru?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lepas Jorge Martin ke Ducati, KTM: Kami Ini Kurang Baik Apa?
Otomotif 24 Januari 2022, 14:55
-
Jorge Martin Nyaris Batal Jadi Pembalap Usai Orang Tua Kehilangan Pekerjaan
Otomotif 24 Januari 2022, 14:07
-
Jadi Rajin Nonton Reli Dakar, Johann Zarco Cemaskan Keselamatan Danilo Petrucci
Otomotif 11 Januari 2022, 14:10
-
Jorge Martin: Hanya Lewat Tim Pabrikan Ducati Saya Bisa Juarai MotoGP
Otomotif 11 Januari 2022, 10:55
-
Pramac Racing Beri 'Kode' Ogah Lepas Jorge Martin ke Ducati di MotoGP 2023
Otomotif 28 Desember 2021, 12:47
LATEST UPDATE
-
Rodrygo Bangkit di Real Madrid: Dari Terpinggirkan Jadi Andalan Xabi Alonso
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 17:59
-
Arsenal vs Liverpool: Ibarat Misi Mustahil untuk The Reds
Liga Inggris 8 Januari 2026, 17:28
-
Satu Sentuhan Darren Fletcher, Kesalahan Fatal Amorim di MU Langsung Terbongkar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 17:16
-
Prediksi Susunan Pemain Milan vs Genoa: Allegri Turunkan Kekuatan Terbaik?
Liga Italia 8 Januari 2026, 17:12
-
Raphinha Lempar Peringatan ke Real Madrid dan Atletico: Barcelona Siap!
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 16:59
-
Arsenal vs Liverpool: Saka Kembali Starter, Ini Prediksi Line-up The Gunners
Liga Inggris 8 Januari 2026, 16:57
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 16:40
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 7-9 Januari 2026
Liga Inggris 8 Januari 2026, 16:37
-
Pemain yang Bikin Chelsea Kelabakan, Harry Wilson Punya Sentuhan Magis!
Liga Inggris 8 Januari 2026, 16:27
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
























KOMENTAR