
Bola.net - Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer, tampaknya sungguh jengkel kepada Ducati usai David Tardozzi mengeluhkan soal betapa jauhnya keterlibatan KTM dalam program junior MotoGP. Lewat Speedweek, Minggu (23/1/2022), Beirer meminta Tardozzi mengingat kebaikan KTM saat melepas Jorge Martin dua tahun lalu.
Pada pertengahan 2021, Tardozzi sebagai manajer Ducati Lenovo Team memang mengeluh KTM terlalu superior dalam pengembangan rider muda. Alhasil, banyak bintang masa depan memiliki kontrak eksklusif dengan KTM dan sulit bagi pabrikan lain untuk menggaet mereka. Beirer pun naik pitam mendengar hal ini.
Beirer menyatakan, kesuksesan KTM melahirkan banyak bintang MotoGP adalah berkat investasi besar-besaran di ajang junior dan kelas ringan. Mereka bahkan nekat membentuk tim Moto2 lewat Ajo Motorsport pada 2017. Hal ini berkebalikan dengan Ducati, yang sampai kini tak punya program junior di ajang atau kelas lain.
Dilepas ke Ducati dengan Nilai 80.000 Euro

"Sebuah tim Moto2 butuh tiga juta euro per tahun untuk dua rider. Jika dihitung per rider, maka tiap kursinya 1,5 juta euro. Jika pabrikan seperti KTM melakukannya, meski kami tak jual motor di kelas ini, itu karena kami ingin mengembangkan rider yang nantinya bisa kami pakai di MotoGP dan mempertahankan mereka," tuturnya.
Beirer juga membantah klaim Tardozzi yang menyebut kontrak KTM kelewat mengikat para rider mudanya. Ia meminta Tardozzi mengingat kebaikan KTM, yang melepas Jorge Martin pada mereka. Martin memang membela Red Bull KTM Ajo di Moto2 2019 dan 2020, tapi memilih naik ke MotoGP bersama Pramac Racing meski masih punya kontrak setahun dengan KTM.
"Kami menggaet Jorge selama dua musim di Moto2 lewat Ajo. Ia punya kontrak valid dengan kami untuk 2021, namun ia ingin gabung ke Ducati. Kami lalu melepasnya dengan biaya 80.000 euro agar bisa membela pabrikan lain di MotoGP. Dalam konteks ini, saya minta Ducati untuk menilai apakah ini aksi baik atau buruk," ujar Beirer.
Tak Mau Halang-Halangi Keinginan Pembalap

Beirer juga menyatakan bahwa kebaikan KTM pada Ducati kala itu dilakukan usai mengikhlaskan investasi besar pada Martin, yang ternyata juga digaji cukup tinggi selama di Moto2. Keputusan KTM melepasnya ke Pramac dan Ducati pun dinyatakan Beirer sebagai tanda bahwa pihaknya memang tak mau menghalangi keinginan pembalap.
"Padahal, Jorge tadinya dapat gaji tahunan dari kami, yang jelas lebih tinggi daripada 80.000 euro. Sayangnya, ia tak mau membela kami pada tahun perdananya di MotoGP. Kami sudah berupaya keras, tapi jika ia tidak mau, kami pun harus membiarkannya pergi. Ini sudah tak diragukan lagi," pungkas Beirer.
Namun, perlakuan serupa tak didapat Raul Fernandez yang ingin membela tim satelit Yamaha di MotoGP 2022 meski masih menyisakan kontrak setahun dengan KTM. Kontraknya sempat hendak dibeli oleh Yamaha senilai 500.000 euro, namun KTM menolaknya dengan mengumumkan Fernandez sebagai rider Tech 3 KTM tanpa izin Fernandez sendiri.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
- Jorge Martin Nyaris Batal Jadi Pembalap Usai Orang Tua Kehilangan Pekerjaan
- Ketar-Ketir, Aprilia: Masa Depan Maverick Vinales Bergantung pada Kami
- Enea Bastianini Nyaris ke Aprilia, Bidik Tim Pabrikan Ducati di MotoGP 2023
- KTM Serang Ducati, Tak Terima Dituduh Monopoli Program Junior MotoGP
- Danilo Petrucci Pastikan Kepindahan ke MotoAmerica 2022 Bareng Ducati
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lepas Jorge Martin ke Ducati, KTM: Kami Ini Kurang Baik Apa?
Otomotif 24 Januari 2022, 14:55
-
Jorge Martin Nyaris Batal Jadi Pembalap Usai Orang Tua Kehilangan Pekerjaan
Otomotif 24 Januari 2022, 14:07
-
Jadi Rajin Nonton Reli Dakar, Johann Zarco Cemaskan Keselamatan Danilo Petrucci
Otomotif 11 Januari 2022, 14:10
-
Jorge Martin: Hanya Lewat Tim Pabrikan Ducati Saya Bisa Juarai MotoGP
Otomotif 11 Januari 2022, 10:55
-
Pramac Racing Beri 'Kode' Ogah Lepas Jorge Martin ke Ducati di MotoGP 2023
Otomotif 28 Desember 2021, 12:47
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Bermain Hanya dengan Kondisi Fisik 70 Persen
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 20:54
-
Surabaya Samator Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 20:23
-
Juventus Amburadul di Bursa Transfer: 3 Musim, Hanya 2 Pemain yang Sukses!
Liga Italia 22 Februari 2026, 20:22
-
Gagal ke Final Four, Bandung BJB Tandamata Kejar Kemenangan atas Jakarta Livin Mandiri
Voli 22 Februari 2026, 20:01
-
Persis Solo Terpuruk: 300 Hari Tanpa Kemenangan di Laga Kandang!
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:32
-
Nonton Live Streaming Persib vs Persita di Indosiar - BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 18:01
-
Inter Milan di Serie A: 92,6 Persen Scudetto!
Liga Italia 22 Februari 2026, 17:41
-
Bek Mereka Masuk Incaran MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 17:00
-
5 Laga Tanpa Menang, Ada Apa dengan Juventus?
Liga Italia 22 Februari 2026, 16:46
-
Kata Michael Carrick soal Kobbie Mainoo: Dia Tulang Punggung Masa Depan MU!
Liga Inggris 22 Februari 2026, 16:22
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 22 Februari 2026
Bola Indonesia 22 Februari 2026, 16:07
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 22 Februari 2026, 15:53
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR