Bola.net - - Lima belas kali juara dunia, Giacomo Agostini mengaku takkan kaget jika terjadi rivalitas panas antara duet Repsol Honda, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di MotoGP musim ini. Menurut Agostini, rivalitas antara dua rider sama kuat sudah lumrah terjadi, apalagi jika membela tim yang sama. Hal ini disampaikan Agostini dalam wawancaranya bersama Moto.it.
Pria asal Italia ini bahkan menyatakan bahwa rivalitas merupakan bukti dari persaingan yang sehat, karena membuat kedua rider saling memotivasi, serta membuat tim mereka semakin dominan. Ia juga yakin, bahwa rivalitas yang sangat sengit bahkan akan membuat lebih banyak orang memperhatikan MotoGP.
"Kita tak boleh mendramatisir keadaan, toh di dalam dunia balap motor rivalitas memang selalu menghasilkan kesuksesan. Logikanya, tak ada rider yang mau dikalahkan, apalagi oleh tandemnya sendiri. Sayangnya, hanya ada satu pemenang, dan saya yakin bakal ada pertarungan sengit. Jika mereka setara, maka rasa benci takkan terelakkan," ujarnya.
Situasi Tergantung Lorenzo

Agostini juga menyatakan bahwa panas tidaknya rivalitas antara Marquez dan Lorenzo sangat bergantung pada performa Lorenzo, yang berstatus sebagai 'pendatang' di Repsol Honda. Menurutnya, jika Lorenzo membutuhkan banyak waktu untuk adaptasi, maka rivalitas antara keduanya takkan langsung terlihat.
"Jika Jorge akan tampil seperti biasa, dan pasti akan ada pertarungan hebat. Meski Marc secara alami sangat memahami Honda, Jorge juga sangat kuat dan bisa berkendara melebihi limitnya. Semua tergantung performa Jorge. Jika ia mampu mengulang performanya di Ducati, maka segalanya akan berjalan mulus dan mereka akan akur," ungkapnya.
Sebaliknya, jika Lorenzo langsung tampil gahar pada awal musim ini, Agostini tak menutup kemungkinan soal terjadinya cekcok. "Di lain sisi, jika Jorge langsung tampil di level yang tinggi, maka akan ada duel panas dan jelas akan ada ketegangan. Tapi saya ulangi, rivalitas akan selalu ada dan itu bukan sebuah drama," lanjutnya.
Nasihat untuk Repsol Honda
Agostini, yang juga pernah menjabat sebagai manajer tim di ajang Grand Prix, mengaku punya nasihat penting untuk para petinggi Repsol Honda jika ingin kedua ridernya sama-sama sukses.
"Hanya ada satu nasihat untuk Honda: perlakukan keduanya dengan adil, dan jangan terpengaruh polemik. Pada awal musim, tak boleh ada nomor satu dan dua. Mereka sama-sama juara dunia, buat mereka senang, dan hasil merekalah yang akan menyatakan siapa sang nomor satu. Kita lihat saja nanti pada beberapa balapan pertama," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Espargaro: Rivalitas dengan Marquez Tak Seburuk Rossi vs Biaggi
Otomotif 1 Februari 2019, 15:00
-
'Kebencian Antara Marquez dan Lorenzo Tak Bisa Dihindari'
Otomotif 1 Februari 2019, 13:00
-
'Tekun' Jalani Pemulihan Bahu, Marquez Dapat Imbalan
Otomotif 1 Februari 2019, 11:35
-
Marquez Sayangkan Keputusan Lorenzo Absen di Sepang
Otomotif 31 Januari 2019, 14:40
-
Marc Marquez: Gelar MotoGP 2018? Sudah Lupa Tuh!
Otomotif 31 Januari 2019, 13:45
LATEST UPDATE
-
Man of the Match PSG vs Liverpool: Khvicha Kvaratskhelia
Liga Champions 9 April 2026, 05:13
-
Hasil PSG vs Liverpool: Keperkasaan sang Juara Bertahan
Liga Champions 9 April 2026, 05:06
-
Al Hilal vs Al Kholood Club: Karim Benzema Bungkus Hattrick dalam Pesta 6 Gol
Asia 9 April 2026, 04:22
-
Braga vs Betis: Penalti Cucho Hernandez Selamatkan Tim Tamu
Liga Eropa UEFA 9 April 2026, 04:16
-
Man of the Match Barcelona vs Atletico Madrid: Julian Alvarez
Liga Champions 9 April 2026, 04:09
-
Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia Jumpa Vietnam
Tim Nasional 8 April 2026, 23:42
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
























KOMENTAR