Bola.net - - Andrea Dovizioso meyakini bahwa tiga kali gagal finis yang ia alami dalam tujuh seri pertama MotoGP 2018 justru membuatnya tampil makin kompetitif pada paruh kedua musim, meski dirinya kembali harus puas duduk di peringkat runner up. Hal tersebut disampaikan rider Ducati Corse ini lewat Motorsport.com.
Usai tampil garang dan konsisten melawan Marc Marquez pada 2017, Dovizioso diketahui justru mengalami jatuh bangun pada awal 2018, meski sukses menang di Qatar. Sayang, ia mengalami kecelakaan beruntun bersama Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa di Jerez, terjatuh di Le Mans karena terlalu percaya diri, dan kembali kecelakaan di Catalunya.
"Saya ingin melihat musim ini dengan positif, tanpa terlalu memikirkan hal negatifnya, karena apa pun yang terjadi membuat kami lebih kompetitif. Tahun ini, meski kami melakukan segalanya dengan benar, memang sulit mengalahkan Marc dan Honda. Saat rival Anda lebih kuat, Anda harus mengakuinya. Kami tahu benar siapa yang kami lawan," ujarnya.
Ogah Merasa Menyesal
Dovizioso pun bangkit usai rehat musim panas, dengan kemenangan di Ceko usai bertarung sengit melawan Lorenzo dan Marquez, lalu meraih tambahan dua kemenangan di Misano dan Valencia. Ini belum ditambah podium di Austria, Aragon, Thailand dan Australia. Sayang, Dovizioso harus rela melihat gelar dunia direbut Marquez usai terjatuh di Jepang.
"Tahun ini jelas harusnya kami bisa lebih baik, menghindari gagal finis, tapi tanpa hasil-hasil ini mungkin kami takkan kompetitif seperti sekarang. Masa-masa terpuruk membuat kami mengambil jalan lain dan menjadi sungguh-sungguh kompetitif. Wajar saja jika ada beberapa penyesalan, tapi saya lebih memilih tak terlalu memikirkannya," ungkapnya.
Bangga Kinerja Tim
Dovizioso juga menyatakan bahwa uji coba pascamusim di Valencia dan Jerez merupakan uji coba terbaik yang pernah ia jalani selama menjadi rider Ducati sejak 2013, namun mengaku timnya tak sesempurna itu dalam menjalani awal musim 2018.
"Konsistensi selalu jadi kekuatan saya, jadi saya tak fokus pada hal ini. Tahun ini, konsistensi berkurang karena ada hal yang tak tepat pada awal musim dan kami melakukan beberapa kesalahan, hingga membuat kami tertinggal jauh. Tapi hal ini membuat kami bangkit dan inilah yang membuat saya bangga pada semua orang yang bekerja dengan kami," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ducati: Petrucci Takkan Bertugas Kalahkan Dovizioso
Otomotif 2 Januari 2019, 11:15
-
Keterpurukan Justru Bikin Dovizioso Makin Kompetitif
Otomotif 2 Januari 2019, 09:45
-
Dovizioso Legawa Rossi Masih Jadi Rider Italia Terpopuler
Otomotif 27 Desember 2018, 12:00
-
Masa Sulit di Repsol Honda Bikin Dovizioso Kian Kuat
Otomotif 23 Desember 2018, 13:00
-
Ducati Bakal Resmikan Tim MotoGP 2019 di Swiss
Otomotif 21 Desember 2018, 16:30
LATEST UPDATE
-
Carlos Baleba ke Man Utd: Siapa yang Diuntungkan dan Siapa yang Dirugikan?
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 04:22
-
Manchester United dan Sebuah Pelajaran Tentang Kesabaran dari Transfer Carlos Baleba
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 04:14
-
Barcelona Tak Masuk Perhitungan Atletico Madrid dalam Saga Julian Alvarez
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 23:34
-
AC Milan Bidik Jack Grealish: Solusi Kreatif Ruben Amorim di Sisi Kiri Lini Serang?
Liga Italia 25 Agustus 2026, 22:21
-
Barcelona Sudah Sepakati Transfer Dominik Livakovic, Tapi Ada Perubahan Rencana
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 21:23
-
Prediksi Real Madrid vs Sociedad 27 Agustus 2026
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 19:19
-
Daftar 16 Sponsor Persib Bandung di Musim 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 17:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00


























KOMENTAR