
Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, menyebut langkahnya meninggalkan Repsol Honda demi membela Ducati lewat Gresini Racing di MotoGP 2024 terasa berat. Namun, ia menepis rumor rasa keberatan ini disebabkan harus melepas gaji selangit. Ia justru mengaku sangat sulit pergi berkat persahabatan dengan para krunya.
Marquez membela Repsol Honda sejak debutnya di MotoGP pada 2013. Meski sempat didekati Ducati pada 2016 dan 2019, ia selalu menolak. Sebab, ia ingin setia sekaligus membalas budi kepada Honda, yang telah berjasa memberinya kesempatan balapan di kelas para raja dan membantunya merebut gelar dunia.
Namun, Marquez cedera parah pada 2020 di bagian lengan, dan absen semusim. Ketika ia pulih dan sudah siap kembali balapan, Honda ternyata sudah kehilangan arah dan RC213V kian sulit dikendarai. Ia akhirnya memilih hengkang pada akhir 2024, memutus kontraknya yang sejatinya masih tersisa semusim dan memiliki nilai sekitar 13 juta euro.
Hubungan Baik Lebih Penting dari Uang

Marquez pun pindah ke Gresini tanpa sepeser pun gaji, hanya dikontrak setahun, dan mengendarai motor lama. Lewat Motorsport.com pada Jumat (11/4/2025), Marquez tak memungkiri uang memang merupakan hal penting bagi semua orang. Namun, menjaga hubungan dengan orang-orang yang berjasa bagi kariernya jauh lebih penting.
"Itu tanggung jawab besar, dan keputusan yang sangat sulit. Uang penting bagi semua orang, 98 persen dari semua orang. Apakah Anda sudah punya cukup yang? Ya. Apakah Anda menginginkan lebih? Ya. Itu sulit. Namun yang paling sulit adalah hubungan. Saya harus setia kepada orang-orang yang telah memberi saya karier," ujarnya.
Marquez pun mengaku bahwa dirinya melakukan diskusi intensif dengan Honda, Red Bull, dan Repsol, mengenai kelanjutan kariernya. Ketiga pihak pun memberinya nasihat. Mayoritas orang-orang mereka memaklumi jika tugas dan ambisi utama Marquez adalah bertarung, memberikan yang terbaik, demi meraih hasil terbaik.
Pindah Setelah Dengarkan Saran Para Kru Honda
"Kadang, dalam hidup, Anda harus mengambil keputusan. Jika para mekanik dari Honda adalah temanmu, mereka akan tetap menjadi temanmu. Kami makan malam bersama di Barcelona. Kami tak bicara soal motor, kami bicara soal kehidupan. Makan malam sebagai teman. Usai mendengarkan semua orang, mereka meyakinkan saya," ungkap Marquez.
Para kru Honda pun mengingatkan Marquez bahwa ia sudah maksimal mementingkan para mekanik, keluarga, dan para sponsornya, tetapi yang terpenting tetaplah kariernya. Setelah mendengarkan saran-saran mereka, Marquez akhirnya memutuskan pergi ke Gresini, sebelum akhirnya membela Ducati Lenovo Team musim ini.
"Saya sebenarnya ingin tetap berada di tim yang sama dengan orang-orang yang sama karena itu adalah target saya. Namun saya harus mencari yang terbaik untuk bisa tampil sebaik mungkin. Itulah keputusan saya untuk melanjutkan karier. Karena jika saya tidak menikmatinya, saya akan berhenti, dan selesai," pungkas sang delapan kali juara dunia.
Sumber: Motorsportcom
Baca Juga:
- Aleix Espargaro Soal Wildcard Bareng Honda di MotoGP Spanyol 2025: Saya Rindu Balapan!
- Jorge Martin Akhirnya Boleh Keluar dari Rumah Sakit, Tapi Masih Harus Tinggal di Qatar
- Jadwal Siaran Langsung MotoGP Spanyol 2025 di Vidio, 25-27 April 2025
- Malang Berpotensi Jamu Honda Dream Cup Lagi: Safety Oke, Jumlah Starter Banyak, Gabungkan Sport dan Entertainment
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klasemen Sementara MotoGP 2025 Usai Seri Qatar di Lusail
Otomotif 14 April 2025, 01:10
LATEST UPDATE
-
Prediksi Osasuna vs Real Madrid 22 Februari 2026
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 00:30
-
Prediksi Lecce vs Inter 22 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 00:00
-
Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan Usai Cedera Otot
Liga Italia 20 Februari 2026, 23:57
-
Bek Barcelona Ini Tegaskan Tak Akan Pernah Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 23:43
-
Gavi Kian Dekat Kembali, Barcelona Dapat Kabar Baik dari Ruang Medis
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 23:29
-
Ramadhan di Eropa, Strategi Khusus untuk Pemain Muslim
Liga Inggris 20 Februari 2026, 22:58
-
Hasil Persija Jakarta vs PSM Makassar: Gol Dramatis Warnai Kemenangan Macan Kemayoran
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 22:38
-
Prediksi Chelsea vs Burnley 21 Februari 2026
Liga Inggris 20 Februari 2026, 22:00
-
Xabi Alonso Tolak Marseille, Sinyal Tunggu Peluang Terbuka di Liverpool?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 21:54
-
Julian Alvarez dan Rumor Barcelona, Agen Tegaskan Tidak Ada Negosiasi
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 21:45
-
Prediksi Bayern vs Eintracht Frankfurt 21 Februari 2026
Bundesliga 20 Februari 2026, 21:30
-
Wojciech Szczesny Ungkap Alasan Gabung Barcelona Usai Sempat Pensiun
Liga Spanyol 20 Februari 2026, 21:14
-
Prediksi Juventus vs Como 21 Februari 2026
Liga Italia 20 Februari 2026, 21:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR