
Bola.net - Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengaku harus tahan atas segala teriakan dan cemoohan fans Italia setiap kali MotoGP menyambangi Sirkuit Mugello atau Misano. Meski begitu, ia juga mengakui hal-hal ini membuatnya dapat motivasi ekstra untuk meraih kemenangan di kandang Valentino Rossi.
Hal ini disampaikan Marquez kepada DAZN setelah merebut kemenangan dalam balapan utama MotoGP San Marino di Misano pada Minggu (14/9/2025). Dalam balapan ini, ia mengalahkan pembalap Aprilia Racing sekaligus anak didik Rossi di VR46 Riders Academy, Marco Bezzecchi.
Kemenangan ini dianggap Marquez sebagai aksi balas dendam setelah terjatuh dan gagal finis dalam balapan Sprint sehari sebelumnya, ketika fans Rossi bersorak gembira melihat kegagalannya. Seperti yang diketahui, Marquez menjadi musuh publik Italia sejak berseteru dengan Rossi sejak 2015.
Disemangati Ducati Setelah Dicemooh Fans Italia

Usai menang, Marquez melakukan selebrasi unik. Ia muncul ke podium sambil menunjukkan baju balapnya ke arah penonton di trek lurus sebelum upacara penyerahan trofi. Ia meniru selebrasi Lionel Messi pada 2017, ketika ia mencetak gol pada menit-menit terakhir laga Barcelona vs Real Madrid di Bernabeu.
"Saya tak merasa benar-benar nyaman pada paruh pertama balapan, tapi saya tahu saya harus menang atau tidak sama sekali. Saya ingin menang. Seseorang bilang kepada saya, 'Berhati-hatilah', dan saya bilang 'Aku akan gaspol, kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti'. Saya benar-benar menantikannya," ujarnya.
"Saya berterima kasih kepada orang-orang yang mendukung saya dan berterima kasih kepada Ducati. Mereka berperilaku sangat baik. Mereka sangat mendukung saya (usai jatuh di Sprint), karena suka tidak suka, ada banyak orang di paddock dan tidak mudah mendengar segalanya. Namun, saya sudah berusia 32 tahun dan saya harus tahan dengan itu semua," lanjutnya.
Mengapa Marc Marquez Tiru Selebrasi Lionel Messi?
Marquez pun merencanakan selebrasinya sejak Sabtu malam setelah terjatuh di Sprint. Ia memilih meniru selebrasi Messi karena Messi merupakan idolanya. "Saya selalu bilang Messi adalah panutan saya di dalam dan luar lapangan. Ia menjalani banyak momen sulit, dan mampu membungkam semua orang dengan cara berkelas," tuturnya.
"Mustahil bisa meniru Messi, tetapi saya sedikit lihat apa yang terjadi di media sosial. Sudah jelas Anda tak bisa benar-benar mengisolasi diri, tetapi saya dapat dorongan ekstra untuk fokus. Ada energi ekstra dan saya punya ambisi menang. Saya pun berselebrasi seperti Messi, meski saya sangat jauh dari Messi," pungkas Marquez.
Dengan kemenangan di Misano, Marquez makin mantap memuncaki klasemen pembalap dengan koleksi 512 poin, unggul 182 poin atas Alex Marquez. Untuk mengunci gelar dunia di Seri Jepang pada 26-28 September 2025 mendatang, ia hanya membutuhkan tiga poin tambahan atas Alex.
Sumber: DAZN
Baca Juga:
- Rahasia Jorge Martin Jaga Sikap Positif Meski Belum Naik Podium Bareng Aprilia, Terinspirasi Marco Bezzecchi
- Sudah Punya Valentino Rossi, Pecco Bagnaia Ingin Casey Stoner Juga Jadi Mentornya di MotoGP
- Sial Melulu di Mandalika, Marc Marquez Makin Panas Targetkan Podium di MotoGP Indonesia 2025
- Terlalu Baik ke Fans, Jack Miller Didenda Rp39 Juta Gara-Gara Putar Balik di Trek MotoGP San Marino 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sial Melulu di Mandalika, Marc Marquez Makin Panas Targetkan Podium di MotoGP Indonesia 2025
Otomotif 16 September 2025, 14:22
LATEST UPDATE
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR