Bola.net - - Juara dunia GP500 1983 dan 1985, Freddie Spencer meyakini bahwa rider Repsol Honda, Marc Marquez tertekan oleh konsistensi dan performa gemilang rider Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales hingga terjatuh dan gagal finis saat memimpin balapan MotoGP Argentina akhir pekan lalu.
Start dari pole, Marquez langsung memimpin balapan dengan keunggulan 2,248 detik dari Vinales, sebelum terjatuh pada lap keempat di Tikungan 2. Kesalahan ini membuat langkahnya mempertahankan gelar dunia kian sulit, apalagi Vinales kini sukses memuncaki klasemen pembalap dengan 50 poin.
"Marc mengalami pekan balap yang buruk. Saya rasa ia merasa tertekan oleh konsistensi yang dibuktikan Maverick yang memenangi seri pertama (Qatar). Ia merasa butuh menang dan melakukan kesalahan. Jelas ada masalah pada ban depan, tapi saya rasa kesalahannya lebih dari sekadar ban," ujar Spencer kepada Motorsport Magazine.
Maverick Vinales (c) AFP
Pria Amerika Serikat berjuluk Fast Freddie ini pun mengaku penasaran apakah Marquez akan membalas dendam pada Vinales di Circuit of The Americas, Austin, Texas dua pekan mendatang, di mana Marquez sukses meraih pole dan kemenangan secara beruntun sejak 2013.
"Marc merasakan sedikit tekanan, dan tak satupun rider kebal pada hal ini, tak peduli seberapa tinggi level performanya. Akan menarik melihat apa yang akan terjadi di Austin, lintasan di mana ia begitu dominan. Ia jelas ingin menang, tapi jika tak berpeluang, maka ia harus finis sedekat mungkin dengan Maverick dan tak membiarkannya melenggang jauh," pungkas Spencer.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Marquez: Barca Akan Menang di El Clasico
Liga Spanyol 13 April 2017, 23:44
-
'Marc Marquez Tertekan Lihat Maverick Vinales'
Otomotif 13 April 2017, 13:45
-
Marquez-Pedrosa Gagal Finis, Repsol Honda Tak Panik
Otomotif 13 April 2017, 11:45
-
Marquez Pelajari Kesalahan demi Bekuk Vinales-Rossi
Otomotif 13 April 2017, 10:45
-
Hadapi 'Daerah Kekuasaan' Marquez, Vinales Tetap Pede
Otomotif 13 April 2017, 09:45
LATEST UPDATE
-
Burnley vs Man Utd: Misteri Menit 61, Mengapa Bruno Fernandes Ditarik Keluar?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:44
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR