
Bola.net - Lima seri sudah berlalu di MotoGP 2024. Marc Marquez tak pelak lagi menjadi salah satu bintang musim ini sejak membela Ducati lewat Gresini Racing. Usai empat musim kelam di Repsol Honda, kini nama Marquez kembali masuk dalam daftar kandidat juara dunia.
Usai lima seri, Marquez kini menduduki peringkat ketiga klasemen pembalap dengan 89 poin, jumlah poin yang juga dikoleksi Enea Bastianini di peringkat keempat. Marquez tertinggal 40 poin dari Jorge Martin yang ada di puncak, dan 2 poin saja di belakang Pecco Bagnaia.
Padahal, di antara empat rider ini, Marquez satu-satunya rider Ducati yang memakai Desmosedici GP23 alias motor lama. Proses adaptasi Marquez juga paling mulus di antara para pengendara GP23 lainnya, yang juga lebih lama di Ducati, yakni Marco Bezzecchi, Fabio di Giannantonio, dan Alex Marquez.
Langsung Acak-Acak Persaingan Papan Atas

Sejak menjalani debutnya di Ducati dan Gresini, Marquez langsung tampil kompetitif dan mengacak-acak persaingan papan atas. Ia selalu ikut meramaikan perebutan podium dan bahkan kemenangan sejak seri pembuka di Qatar, walau terkadang masih terseok-seok mencari kecocokan antara dirinya dan GP23.
Usai masuk lima besar di Sprint dan Grand Prix Qatar, Marquez menebar ancaman di Portugal, di mana ia finis kedua di Sprint. Dalam Grand Prix, Marquez sempat berduel dengan Bagnaia untuk berebut posisi 5, tetapi keduanya bersenggolan dan jatuh. Marquez mampu melanjutkan balapan, tetapi hanya finis ke-16.
Di trek favoritnya, yakni Austin, Texas, Marquez lagi-lagi menjadi momok bagi para rivalnya. Start barisan terdepan untuk pertama kali di atas Ducati, ia finis kedua di Sprint. Ia bahkan sempat memimpin balapan dalam Grand Prix. Sayangnya, ia melakukan kesalahan sendiri, kemudian terjatuh dan gagal finis.
Menggila di Jerez dan Le Mans

Pada pekan balap di Jerez, Spanyol, Marquez secara sensasional meraih pole perdananya bersama Ducati. Hal ini membuatnya percaya diri, dan bahkan secara tegas menyatakan ini adalah tanda bahwa proses adaptasinya dengan Ducati telah berakhir dan telah menemukan kecocokan dengan GP23.
Dalam Sprint, Marquez sempat memimpin, tetapi menjadi salah satu dari 15 rider yang terjatuh akibat trek yang belum kering. Meski begitu, ia tetap mampu finis keenam. Dalam Grand Prix, ia pun menjalani duel sengit dengan Bagnaia memperebutkan kemenangan sampai lap penutup, walau akhirnya harus finis kedua.
Di Le Mans, Prancis, Marquez menjalani kualifikasi yang cukup buruk, hanya duduk di posisi 13. Namun, ia mampu menjalani start dengan baik di Sprint dan Grand Prix, dan finis kedua di kedua balapan. Berkat performa mentereng ini, Marquez pun dipertimbangkan Ducati untuk ditandemkan dengan Bagnaia di tim pabrikan pada 2025.
Menurut Bolaneters, apakah Marquez sudah layak 'naik pangkat' ke Ducati Lenovo Team? Berikut rangkuman hasil Marc Marquez bersama Ducati dan Gresini Racing dalam lima seri pertama MotoGP 2024.
Hasil Marc Marquez di 5 Seri Pertama MotoGP 2024

Seri 1: Losail, Qatar
Kualifikasi: Posisi 6
Sprint: Posisi 5
Grand Prix: Posisi 4
Klasemen: Peringkat 7 (13 poin)
Seri 2: Algarve, Portugal
Kualifikasi: Posisi 8
Sprint: Posisi 2
Grand Prix: Posisi 16
Klasemen: Peringkat 6 (27 poin)
Seri 3: Austin, Amerika Serikat
Kualifikasi: Posisi 3
Sprint: Posisi 2
Grand Prix: Gagal finis
Klasemen: Peringkat 8 (36 poin)
Seri 4: Jerez, Spanyol
Kualifikasi: Pole
Sprint: Posisi 6
Grand Prix: Posisi 2
Klasemen: Peringkat 6 (60 poin)
Seri 5: Le Mans, Prancis
Kualifikasi: Posisi 13
Sprint: Posisi 2
Grand Prix:Posisi 2
Klasemen: Peringkat 3 (89 poin)
Baca Juga:
- Selangit! Ini Harga Motor Ducati Desmosedici GP23 Milik Marc Marquez di MotoGP 2024
- Jadwal Lengkap Formula 1 2024
- Jorge Lorenzo Soal Calon Tandem Pecco Bagaia: Idealnya, 4 Rider Ducati Harus Berseragam Merah
- Enea Bastianini-Franco Morbidelli Tanggapi Omelan Aleix Espargaro: Nggak Ada Senggolan, Terima Saja!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR