
Bola.net - Penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 masih dibayangi ketidakpastian di tengah situasi politik dan keamanan yang dinamis di Timur Tengah. Para pembalap dikabarkan meminta jaminan keselamatan sebelum bertolak ke Sirkuit Internasional Lusail, tetapi kepastian yang mereka harapkan belum sepenuhnya terpenuhi.
MotoGP menghadapi tantangan besar menjelang akhir musim 2026, dengan Qatar menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian. Setelah Grand Prix Malaysia, rombongan kejuaraan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Lusail untuk menjalani seri yang statusnya sempat diragukan.
Ketegangan di kawasan tersebut turut memicu kekhawatiran terhadap penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di satu sisi serta Iran di sisi lain membuat aspek keamanan menjadi perhatian utama menjelang agenda balapan.
Di tengah situasi itu, Marc Marquez ikut menjadi sorotan setelah meminta jaminan kepada penyelenggara MotoGP. Bos Ducati, Davide Tardozzi, membela pembalap asal Spanyol tersebut dan menilai kritik yang diarahkan kepadanya tidak mencerminkan sikap sejumlah pembalap lain di balik rapat resmi.
MotoGP Qatar 2026 Dibayangi Situasi Keamanan Timur Tengah

Penyelenggara MotoGP menegaskan kembali rencana untuk tetap menggelar balapan di Sirkuit Internasional Lusail meskipun situasi kawasan masih tegang. Namun, keputusan untuk melanjutkan agenda tersebut tetap menghadapi pertanyaan mengenai jaminan keamanan bagi para pembalap dan seluruh rombongan kejuaraan.
Liberty Media, pemilik MotoGP Sports Entertainment Group, juga menghadapi situasi serupa di Formula 1. Dua putaran terakhir musim 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Qatar dan Abu Dhabi tetap tercantum dalam agenda, meskipun ketidakpastian di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda.
Sejumlah pembalap dilaporkan telah menyampaikan keberatan untuk pergi ke Qatar jika jaminan keselamatan yang memadai belum tersedia. Kondisi ini membuat keputusan penyelenggara menjadi krusial, terutama karena perjalanan menuju Lusail berlangsung di tengah situasi geopolitik yang sensitif.
Perhatian kemudian tertuju kepada Marquez, juara dunia sembilan kali yang memiliki pengaruh besar di paddock MotoGP. Sikapnya semakin disorot setelah sebelumnya terlibat perbedaan pendapat dengan penyelenggara, termasuk terkait balapan eksibisi gokart di Motegi dan rencana perubahan format akhir pekan balapan untuk musim 2027.
Davide Tardozzi Bela Marc Marquez soal Jaminan Balapan di Qatar

Dalam wawancara dengan Sky Sport, Tardozzi menegaskan bahwa Marquez tidak pernah secara terbuka menyatakan penolakan untuk pergi ke Qatar. Menurutnya, pembalap Ducati tersebut hanya meminta jaminan keamanan dari penyelenggara sebelum balapan di Lusail berlangsung.
Tardozzi juga menyoroti perbedaan antara pernyataan sejumlah pembalap di luar rapat dan sikap mereka ketika berhadapan langsung dengan pejabat MotoGP. Ia menilai Marquez justru menjadi salah satu pembalap yang berani menyampaikan pandangannya secara terbuka.
“Mengenai Marc, ia adalah sosok yang paling karismatik di paddock. Banyak pembalap lain yang melontarkan pendapat di luar rapat, pendapat yang sama kerasnya, atau bahkan jauh lebih keras daripada pendapat Marc," buka Tardozzi.
"Namun, begitu mereka berada dalam rapat dengan penyelenggara, mereka justru terdiam. Begitulah kenyataannya, dan itu bukan masalah besar,” sambung Tardozzi.
Menurut Tardozzi, Marquez akhirnya menjadi sasaran kritik karena bersedia menyuarakan kekhawatiran yang juga dirasakan pembalap lain. Ia menilai keberanian untuk berbicara secara terbuka membuat Marquez terlihat menonjol, meskipun sejumlah pembalap disebut menyampaikan komentar yang lebih keras di luar forum resmi.
"Meski begitu, semua kesalahan justru ditimpakan kepada Marquez karena dialah satu-satunya yang berani bersuara mewakili pembalap lain. Dialah yang memiliki keberanian untuk bicara, padahal pembalap lain, seperti yang terus saya katakan, melontarkan komentar yang jauh lebih tajam darinya," tegas Tardozzi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






















KOMENTAR