Bola.net - - Pembalap Monster Yamaha Tech 3, Jonas Folger mengaku banyak belajar melalui rider Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales dan Valentino Rossi dalam menjalani musim debutnya di kelas para raja. Dalam wawancaranya bersama Motorsport Total, rider Jerman ini menjelaskan betapa pentingnya membaca data tim pabrikan.
Pada awal musim ini, Folger memang kerap berada di bawah bayang-bayang sang tandem, Johann Zarco yang berkali-kali melakukan gebrakan dan mengacak-acak persaingan di papan atas. Meski begitu, akhirnya Folger sukses membuktikan diri dengan finis kedua dan naik podium di Sachsenring, Jerman.
"Jujur saja, saya banyak-banyak membaca data Vale dan Maverick. Ini sangat penting dilakukan pada hari Kamis, yakni ketika Anda tiba di sirkuit. Apalagi saya merupakan debutan. Anda harus benar-benar mempelajarinya dan mengamati semuanya," ujar rider berusia 23 tahun ini.
Sebagai seorang pemula, Folger pun lebih fokus menilik data The Doctor yang punya jauh lebih banyak pengalaman dan telah 12 tahun membela pabrikan Garpu Tala. Menurut Folger, data Rossi membantunya membentuk gaya balapnya di lintasan.
"Saya pun belajar, gaya balap apa yang harus saya pakai di lintasan, atau bagaimana saya harus mengerem dan meningkatkan kecepatan. Anda juga harus mengamati karakter lintasan. Dengan begitu, Anda bisa menyaring banyak pelajaran dan tak melakukan kesalahan pada hari pertama dalam sebuah pekan balap," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Valentino Rossi Juga Pernah Agresif, dan Ini Wajar'
Otomotif 20 Juli 2017, 13:00
-
Pentingnya Data Vinales-Rossi demi Jonas Folger
Otomotif 20 Juli 2017, 10:37
-
Soal Kontrak Yamaha, Tech 3 Tak Terancam Rossi
Otomotif 19 Juli 2017, 10:00
-
'Masa Depan Valentino Rossi Tergantung Hasil Balap'
Otomotif 14 Juli 2017, 16:00
-
Yamaha: Vinales-Rossi Cepat dengan 'Cara' Berbeda
Otomotif 13 Juli 2017, 15:30
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR