Bola.net - - Marc Marquez bisa jadi dihujani hukuman dalam balapan MotoGP Argentina pada Minggu (8/4), namun Valentino Rossi yakin hukuman yang diberikan oleh Race Direction (Badan Pengawas Balap) harus lebih tegas. Ia pun mengimbau mereka untuk tidak membiarkan hal ini terjadi lagi di masa depan.
Hukuman pertama yang diterima Marquez adalah ride through penalty, di mana ia dinyatakan bersalah karena berkendara ke arah yang berlawanan dengan arus lintasan usai mesin RC213V miliknya mati sesaat sebelum start. Akibatnya, Marquez harus mengawali Lap 8 di posisi 19.
Dengan ritme balap dan kecepatan yang mumpuni, Marquez tampil sangat kuat, mampu memperbaiki posisi dalam waktu singkat. Sayangnya, ia melakukan manuver agresif pada beberapa rival, dan puncaknya terjadi pada Lap 21 di mana ia menyenggol Rossi hingga terjatuh. Rider Repsol Honda ini pun dijatuhi hukuman 30 detik dan dinyatakan finis di posisi 18.
Usai balap, Rossi pun mendatangi kantor Race Direction dan menjelaskan insiden tersebut. "Mereka harus melakukan sesuatu agar Marc tak bertingkah begini lagi. Di tikungan pertama Qatar, ia menyenggol kaki Johann Zarco dan melaju ke arah Andrea Dovizioso. Di sini, ia lakukan itu pada Maverick Vinales saat latihan dan pada saya saat balapan," ujarnya kepada MotoGP.com.
Sembilan kali juara dunia ini pun mengaku tak masalah bila Marquez melaju lebih cepat darinya dan hendak melakukan manuver menyalip, namun tak menyangka bahwa rider 25 tahun itu akan bertindak nekat dengan menyalipnya di ruang yang cukup sempit di Tikungan 13.
"Saya lihat di pit board bahwa ia satu detik lebih cepat dari saya. Saya tak terlalu kuat juga hari ini. Jadi kenapa dia tak menyalip saya di tikungan berikutnya? Tapi saat ia melaju ke arah saya, sengaja ke arah saya, ia membuat saya keluar dari garis balap, dan jika saya jatuh, ia bakal lebih bahagia," ungkap Rossi.
The Doctor pun yakin bila tindakan Marquez dibiarkan, maka akan berdampak buruk pada sportivitas MotoGP. "Saya bukan Race Direction, jadi mereka yang ambil keputusan. Tapi dengan cara seperti itu, ia menghancurkan olahraga ini. Jika Anda melaju 300 km/jam, Anda harus menghormati rival. Anda harus tampil kuat, harus berusaha maksimal. Tapi dengan cara seperti ini, tamat sudah," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Yamaha: Diskusi dengan Honda? Bukan Waktu yang Tepat!
Otomotif 9 April 2018, 16:40
-
'Marc Marquez Bukannya Tak Hormati Rider, Tapi...'
Otomotif 9 April 2018, 16:00
-
Lapor Race Direction, Bos Yamaha: Marquez Harus Dikoreksi!
Otomotif 9 April 2018, 15:15
-
Usai Senggol Jatuh Valentino Rossi, Marquez Mengaku Tak Salah
Otomotif 9 April 2018, 14:51
-
Disebut Rossi Hancurkan MotoGP, Marquez Bela Diri
Otomotif 9 April 2018, 14:10
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


























KOMENTAR