Perjalanan Marc Marquez Menuju Kebangkitan di MotoGP: 4 Tahun Terpuruk Akibat Cedera Parah, Kini Jadi 9 Kali Juara Dunia!

Bola.net - Kisah kebangkitan Marc Marquez di MotoGP tak pelak lagi sangat menginspirasi. Kini, rider Ducati Lenovo Team tersebut mengoleksi 9 gelar dunia Grand Prix, sekaligus 7 gelar dunia di kelas para raja. Perjalanannya menuju gelar yang satu ini pun sangat berliku dan menantang.
Ini adalah gelar dunia pertama Marquez sejak 2019, dan hasil ini diraih dengan susah payah. Pasalnya, Marquez sempat mengalami empat musim yang kelam bersama Repsol Honda, yang sebelumnya justru mengantarnya meraih enam gelar dunia MotoGP.
Marquez diketahui mengalami cedera patah lengan atas kanan usai kecelakaan hebat dalam MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez pada Juli 2020. Rider asal Spanyol ini pun harus absen semusim penuh, dan baru kembali balapan pada 2021.
4 Kali Operasi Besar, Motor Kehilangan Arah

Meski begitu, Marquez harus menahan rasa sakit dan tak bisa tampil gemilang karena lengannya masih terus bermasalah. Ia pun terpaksa menjalani empat operasi besar, dan yang terakhir ia jalani pada 2022 di Minnesota, Amerika Serikat. Operasi tersebut terbukti ampuh dan membuatnya kembali bugar.
Sayangnya, meski sudah bisa berkendara dan balapan dengan kondisi prima, Marquez tetap sulit tampil kompetitif pada 2023. Sebab, Honda kehilangan arah pengembangan motor RC213V tanpa pendampingan Marquez selama tiga musim sebelumnya.
Pada pertengahan musim itu, Marquez mempertimbangkan opsi pensiun dalam usia 30 tahun. Sebab, ia merasa ragu atas talenta dan kondisi fisiknya usai masa-masa kelam. Namun, ia memilih untuk lanjut balapan demi menjawab keraguannya. Namun, ia ingin melakukannya dengan tim selain Repsol Honda.
Bela Tim Satelit Tanpa Gaji, Cuma Dapat Motor Lama

Marquez pun dirumorkan ingin hengkang dari Repsol Honda, dan melakukan negosiasi dengan beberapa tim, salah satunya Red Bull KTM Factory Racing. Meski begitu, Marquez akhirnya memilih pindah ke Gresini Racing, yang berstatus tim satelit Ducati, pada 2024.
Marquez memilih Gresini dengan kontrak satu tahun saja, tanpa ikatan langsung dengan Ducati Corse. Ia juga balapan tanpa gaji. Selain itu, ia sekadar mengendarai motor lama, yakni Desmosedici GP23, yang dikenal sulit dikendarai dan hanya bisa dijinakkan oleh Pecco Bagnaia pada musim sebelumnya.
Nyatanya, Marquez mampu tampil kompetitif. Ia meraup 10 podium Sprint termasuk 1 kemenangan, serta 10 podium Grand Prix termasuk 3 kemenangan. Ia mengakhiri musim 2024 di peringkat ketiga, di belakang Jorge Martin dan Pecco Bagnaia yang sama-sama mengendarai Ducati spek pabrikan, Desmosedici GP24.
Terpilih Jadi Rider Tim Pabrikan Ducati dan Jadi Juara Dunia Lagi

Berkat performanya yang gemilang sepanjang 2024, Marquez pun menjadi salah satu kandidat pembalap Ducati Lenovo Team pada 2025, bersama Martin dan Enea Bastianini. Ducati akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Marquez, meski Martin mengakhiri musim sebagai juara dunia.
Membela Tim Merah, Marquez pun bekerja sama dengan Bagnaia dalam mengembangkan Desmosedici GP25. Namun, justru Marquez lah yang mampu menjinakkan motor ini, serta tampil sangat dominan sepanjang musim. Hal ini menjadikannya kandidat terkuat juara dunia sejak awal.
Marquez pun sempat mendapatkan perlawanan dari sang adik, Alex Marquez, dan juga Bagnaia. Namun, kedua rider ini tetap tak bisa mengimbangi performanya. Marquez terus menambah keunggulan poin sampai akhirnya mampu mengunci gelar dunia musim ini di Jepang.
Marquez pun kini berstatus sebagai 7 kali juara dunia MotoGP dan 9 kali juara dunia Grand Prix. Ia menyamai rekor Valentino Rossi, yang juga merupakan 7 kali juara dunia MotoGP dan 9 kali juara dunia Grand Prix. Kesuksesan Marquez ini pun tak pelak lagi menjadi salah satu aksi comeback paling spektakuler dalam sejarah MotoGP.
Selamat, Marc Marquez!
Statistik Prestasi Marc Marquez di Grand Prix
- 2008: GP125 Repsol KTM 125 - Peringkat 13
- 2009: GP125 Red Bull KTM Motorsport - Peringkat 8
- 2010: GP125 Red Bull Ajo Motorsport - Juara
- 2011: Moto2 CatalunyaCaixa Repsol - Runner up
- 2012: Moto2 CatalunyaCaixa Repsol - Juara
- 2013: MotoGP Repsol Honda - Juara
- 2014: MotoGP Repsol Honda - Juara
- 2015: MotoGP Repsol Honda - Peringkat 3
- 2016: MotoGP Repsol Honda - Juara
- 2017: MotoGP Repsol Honda - Juara
- 2018: MotoGP Repsol Honda - Juara
- 2019: MotoGP Repsol Honda - Juara
- 2020: MotoGP Repsol Honda - Tidak terklasifikasi (hanya ikut 1 seri)
- 2021: MotoGP Repsol Honda - Peringkat 7
- 2022: MotoGP Repsol Honda - Peringkat 13
- 2023: MotoGP Repsol Honda - Peringkat 14
- 2024: MotoGP Gresini Racing - Peringkat 3
- 2025: MotoGP Ducati Lenovo Team - Juara
Baca Juga:
- Hasil Balapan MotoGP Jepang 2025: Marc Marquez Kunci Gelar Dunia, Pecco Bagnaia Menang, Honda Podium
- Klasemen Sementara Moto2 2025 Usai Seri Jepang di Motegi
- Hasil Balapan Moto2 Jepang 2025: Daniel Holgado Raih Kemenangan Kedua Usai Bekuk Jake Dixon
- Klasemen Sementara Moto3 2025 Usai Seri Jepang di Motegi
- Hasil Balapan Moto3 Jepang 2025: David Munoz Kalahkan Jose Antonio Rueda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Marquez Jadi Pembalap Keenam yang Juarai MotoGP Pakai 2 Motor Berbeda
Otomotif 28 September 2025, 14:31
-
Todo al Rojo! Marc Marquez Jadi Pembalap Ducati Keempat yang Juarai MotoGP
Otomotif 28 September 2025, 14:10
-
Deretan Koleksi Gelar Dunia Marc Marquez: Juarai 3 Kelas Berbeda, dari 125cc sampai MotoGP!
Otomotif 28 September 2025, 13:50
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR