Winglet yang dikembangkan Ducati sejak awal 2015, telah diikuti para kompetitor hingga tahun ini. Perangkat ini dinilai membantu memberi tenaga tambahan, serta membuat bagian depan motor tetap menapak di lintasan dan menghindari wheelie. Meski begitu, winglet dinilai membahayakan pebalap dan menciptakan turbulensi di lintasan lurus.
"Saya tidak suka keputusan ini. Saya memang setuju winglet membuat motor terlihat jelek, tapi MotoGP 'kan terus berkembang, melihat apa yang akan terjadi 10 tahun lagi. Inovasi harus terus dikembangkan. Saya tak mengerti mengapa winglet dilarang, tapi saya juga tak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.
Rider asal Italia yang akrab disapa Petrux ini yakin aerodinamika merupakan sektor teknis yang terlalu diremehkan di MotoGP, tidak seperti Formula 1 yang justru intensif melakukan uji coba di terowongan angin untuk meningkatkan performa.
"Di F1, aerodinamika sangat penting, sementara di MotoGP justru tidak terlalu berkembang. Terowongan angin juga penting di F1, masalahnya simulasi memang tak mudah untuk motor, karena motor bergerak berdasarkan kondisi lintasan dan kemiringan," pungkas Petrucci. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Petrucci Tak Habis Pikir MotoGP Larang Winglet
Otomotif 5 Oktober 2016, 14:00
-
Redding-Petrucci Bakal Berebut Ducati GP17
Otomotif 19 September 2016, 12:45
-
Petrucci: Stoner Mungkin Bakal Balapan di Austria
Otomotif 16 Juli 2016, 12:00
-
Iannone Pimpin Latihan Perdana MotoGP Jerman
Otomotif 15 Juli 2016, 16:15
-
Pramac: Jorge Lorenzo Akan Diutamakan Ducati
Otomotif 11 Juli 2016, 15:30
LATEST UPDATE
-
Persib Bandung Ditinggal Bojan Hodak Usai Hat-trick Juara?
Bola Indonesia 25 Mei 2026, 19:12
-
Tyrell Malacia Ucapkan Salam Perpisahan untuk Fans Manchester United
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:52
-
Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026: Barcelona 8, Real Madrid 0
Piala Dunia 25 Mei 2026, 18:24
-
Membandingkan Gaji Pemain West Ham dengan Gaji Pemain Championship
Liga Inggris 25 Mei 2026, 18:03
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00


























KOMENTAR