Pramac Kagumi Kebangkitan Ducati: Dulu Bayar Lebih demi Kontrak Rider, Kini Marc Marquez Datang Gratis!

Bola.net - Team Principal Prima Pramac Racing, Paolo Campinoti, mengaku kagum melihat kebangkitan Ducati di MotoGP. Satu dekade lalu, mereka sulit meraih hasil baik, sehingga para pembalap 'takut' membela mereka. Kini, kebanyakan rider justru bermimpi mengendarai Ducati, bahkan di tim-tim satelitnya.
Ducati menjalani debut MotoGP pada 2003, dan sukses meraih gelar dunia pertamanya pada 2007 lewat Casey Stoner. Namun, usai rider Australia itu hengkang pada akhir 2010, 'Bologna Bullet' oleng dan sulit tampil kompetitif, meski sempat menggaet sembilan kali juara dunia, Valentino Rossi.
Tahun 2014 pun menjadi tahun krusial bagi Ducati, saat mereka menggaet Gigi Dall'Igna sebagai General Manager sekaligus insinyur utama baru. Mulai 2017, Ducati mulai ikut memperebutkan gelar dunia lewat Andrea Dovizioso, dan akhirnya kembali juara lewat Pecco Bagnaia pada 2022 dan 2023.
Ducati Sempat Kacau usai Ditinggal Casey Stoner

Berkat bangkitnya Ducati, ditambah performa motor Desmosedici yang mentereng, tim-tim satelit mereka ikut untung. Pramac, Gresini, dan VR46 konsisten bertarung di papan atas. Pramac sendiri berkolaborasi dengan Ducati mulai 2004, dan Campinoti jadi saksi kisah 'ajaib' Ducati di MotoGP.
"Sebelum Casey Stoner datang, pada 2005 Loris Capirossi ada di sana. Periode setelah Stoner adalah periode terendah Ducati. Pada awalnya, ada antusiasme untuk memulai proyek ini, kemudian dengan Stoner kami semua menang," ungkap Campinoti lewat Sky Sport Italia, Kamis (14/3/2024).
"Namun, setelah ia hengkang, situasi menjadi kacau, dan tidak memungkinkan bikin pembalap tertarik. Tak satu pun rider mau bergabung dengan kami. Dulu, kami harus membayar lebih untuk para pembalap. Kini Marquez datang secara gratis. Lihatlah kekuatan perusahaan ini," lanjutnya.
Pramac Sudah Saling Percaya dengan Ducati

Berkat kekuatan Ducati pula, Pramac sukses menjadi skuad satelit pertama dalam sejarah yang mampu merebut gelar dunia tim di MotoGP, yakni lewat Jorge Martin dan Johann Zarco pada 2023. Campinoti pun puas atas keputusannya setia kepada Ducati, yang menurutnya kini punya cara kerja yang solid pula.
"Saya senang atas strategi ini, karena selama beberapa tahun terakhir, meski ada hasil yang naik turun, ada hubungan yang solid di antara orang-orangnya dan kedua perusahaan," tutur pria Italia ini, yang juga merupakan CEO Pramac.
"Ada kepercayaan penuh yang mengizinkan Anda bekerja dengan mata tertutup. Anda sudah tahu apa yang mereka pikirkan, mereka tahu apa yang kami pikirkan. Sungguh menyenangkan bekerja seperti ini," pungkas Campinoti, yang uniknya masih bungkam soal kans memperpanjang kontraknya dengan Ducati untuk 2025.
Sumber: Sky Sports
Baca juga:
- Gabung Ducati, Marc Marquez Langsung Disponsori Audi dan Boleh Pilih Hadiah Mobil Mewah
- GASGAS Terharu Nonton Debut Pedro Acosta di MotoGP, Sebut Punya Masa Depan Cerah
- Gigi Dall'Igna Puji Marc Marquez: Kelas! Baru Balapan Pertama Sudah Bikin Takut
- Fabio Quartararo dan CEO Aprilia Racing Dikabarkan Mulai Diskusi, Kolaborasi di MotoGP 2025?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ducati Sebut Marc Marquez Bisa Jadi Tandem Pecco Bagnaia di MotoGP 2025
Otomotif 15 Maret 2024, 14:18
-
Gigi Dall'Igna Puji Marc Marquez: Kelas! Baru Balapan Pertama Sudah Bikin Takut
Otomotif 14 Maret 2024, 13:24
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR