Pebalap Ducati itu akan kembali bertandem dengan Jorge Lorenzo di Yamaha Factory Racing tahun depan. Ia pun berharap bisa meraih kemenangan lagi seperti dulu dengan motor yang lebih baik.
"Ini bukan momen dalam karir saya di mana saya harus mengalami kesulitan setiap akhir pekan. Mungkin memang akan susah, namun saya rasa saya masih memiliki potensi untuk menang musim depan," ujar Rossi.
Sejak bergabung dengan Ducati pada awal tahun 2011 silam, Rossi hanya mampu meraih tiga podium dan belum meraih satu pun kemenangan.
"Sangat disayangkan. Bergabung dengan Ducati merupakan sebuah mimpi. Menang bersama mereka merupakan pertaruhan besar dan penting. Namun sayangnya kami tak menemukan jalan keluar. Dua musim terakhir sangat sulit," lanjutnya. "Kami telah mencoba banyak hal, namun tak pernah mengatasi masalah. Kami menjalani beberapa balapan dengan baik, namun hasilnya tidak seperti harapan orang-orang. Kami kalah taruhan."
Kembali ke Yamaha musim depan, membuat Rossi akan mengalami situasi yang tak biasa. Ia kemungkinan 'hanya' akan menjadi pebalap kedua di tim tersebut. Sejak memenangkan gelar pada tahun 2010, Lorenzo semakin kuat dan bahkan merupakan kandidat kuat meraih gelar musim ini. Namun Rossi merasa tak masalah dan hanya menargetkan bisa menjalani balapan dengan melawan rival terdepan.
"Saya sudah berusia 33 tahun, dan saya tak tahu sampai kapan saya bertahan di MotoGP. Jadi saya harus membalap dengan motor terbaik yang bisa saya punya," tuturnya. "Selama berkarir, saya telah memenangkan banyak hal. Jadi saya hanya mencoba menikmatinya dan mencoba menggapai motivasi yang tepat. Saya ingin tiba di sebuah sirkuit dengan kemungkinan bertarung meraih kemenangan. Akan sangat sulit, namun inilah mengapa saya pindah tim," pungkas The Doctor.
Raihan Valentino Rossi selama berkarir di kelas tertinggi (GP500/MotoGP):
2000: Runner up - 209 poin - Honda
2001: Juara - 325 poin - Honda
2002: Juara - 355 poin - Honda
2003: Juara - 357 poin - Honda
2004: Juara - 304 poin - Yamaha
2005: Juara - 367 poin - Yamaha
2006: Runner up - 247 poin - Yamaha
2007: Peringkat ketiga - 241 poin - Yamaha
2008: Juara - 373 poin - Yamaha
2009: Juara - 306 poin - Yamaha
2010: Peringkat ketiga - 233 poin - Yamaha
2011: Peringkat ketujuh - 139 poin - Ducati
2012: Peringkat keenam - 148 poin - Ducati (sebelum MotoGP Australia) (bbc/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalah Dari Rossi, Lorenzo Tolak Tikungan Terakhir Catalunya
Otomotif 25 Oktober 2012, 20:00
-
Rossi Akui Dirinya dan Ducati Kalah Taruhan
Otomotif 25 Oktober 2012, 13:00
-
Rossi Akui Cuaca Phillip Island Jadi Tantangan Buat Ducati
Otomotif 24 Oktober 2012, 19:00
-
Rossi Akui Masih Merasa Sangat Kehilangan Simoncelli
Otomotif 24 Oktober 2012, 13:00
-
Rossi: MotoGP Sedang Dalam Masa Paling Membosankan
Otomotif 23 Oktober 2012, 20:00
LATEST UPDATE
-
Erling Haaland dan Piala Dunia yang Mengubah Dirinya
Piala Dunia 12 Juli 2026, 16:26
-
Atletico Bukakan Jalan Bagi Manchester United untuk Rekrut Joao Gomes
Liga Inggris 12 Juli 2026, 16:00
-
Manchester United Segera Ajukan Tawaran Perdana untuk Manu Kone
Piala Dunia 12 Juli 2026, 15:00
-
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026, 15-16 Juli 2026
Piala Dunia 12 Juli 2026, 11:15
-
Man of the Match Argentina vs Swiss: Julian Alvarez
Piala Dunia 12 Juli 2026, 11:00
-
Bola Tidak Kena Kabel, FIFA Nyatakan Gol Pertama Jude Bellingham Sah!
Piala Dunia 12 Juli 2026, 10:14
-
Ini Dua Rahasia Jude Bellingham Bisa Bawa Inggris Comeback Lawan Norwegia
Piala Dunia 12 Juli 2026, 09:14
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss
Piala Dunia 12 Juli 2026, 08:08
-
Wayne Rooney: Apa Jadinya Inggris Tanpa Jude Bellingham?
Piala Dunia 12 Juli 2026, 07:55
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR