
Bola.net - MotoGP Legend, Valentino Rossi, meyakini bahwa anak didiknya, Pecco Bagnaia, hilang arah sepanjang musim 2025. Menurutnya, selain tersandung masalah ban belakang, mental Bagnaia terpengaruh oleh kedatangan Marc Marquez sebagai tandemnya di Ducati Lenovo Team.
Pada awal 2025, Bagnaia menjadi salah satu rider yang difavoritkan juara. Namun, sejak pertengahan musim, performanya naik-turun. Dari sisi teknis, rider Italia ini mengaku mendapati kendala ban belakang yang aus secara signifikan pada paruh kedua balapan.
Bagnaia pun mengakhiri musim di peringkat kelima, yakni posisi terburuk yang ia tempati sejak bergabung ke tim pabrikan Ducati. Sebab, pembalap berusia 29 tahun ini menjadi juara pada 2022 dan 2023 serta menjadi runner up pada 2021 dan 2024.
Rossi pun mengungkapkan keresahannya ini dalam sesi makan malam dengan para pembalap yang masuk daftar MotoGP Hall of Fame. Dalam video yang dirilis ke publik pada Rabu (11/3/2026), 'The Doctor' pun curhat kepada Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Giacomo Agostini.
Penurunan Performa dari Musim 2024

"Sayangnya Pecco agak kehilangan arah. Pengereman dan mmasuk tikungan, di mana dia sangat kuat musim lalu (2024), kini dia justru kesulitan. Dia selalu seperti ini. Tubuhnya dan motornya tidak sepenuhnya selaras," ujar Rossi.
Pedrosa, yang duduk di sebelah Rossi, juga mengaku heran melihat performa Bagnaia sepanjang 2025. "Namun, ini aneh karena terkadang dia bisa melakukannya. Tergantung bagaimana kondisi bannya," ungkapnya.
Namun, Rossi yakin penurunan performa Bagnaia sepanjang 2025 juga disebabkan kedatangan pembalap sekaliber Marquez sebagai tandemnya di Ducati. "Kurasa ketika Marquez tiba di garasinya dan melaju secepat itu, secara psikologis itu tidak mudah," tuturnya.
Meski begitu, Lorenzo yakin Bagnaia merupakan rider yang bisa tampil baik hanya ketika motornya 'sempurna' sesuai keinginannya. "Dia agak mirip denganku, yang butuh segalanya di tempat yang tepat. Saat ada sesuatu yang tidak ia suka, dia kesulitan," ujarnya.
Giacomo Agostini Yakin Ini Kendala Mental
Rossi pun sepakat dengan opini Lorenzo. "Ya, dia pembalap yang sangat presisi. Dia memiliki gaya berkendara yang sangat mulus. Namun, tahukah kau apa masalah terbesarnya? Ban belakangnya cepat aus. Pada lap-lap terakhir, Pecco lebih lambat," ungkapnya.
"Musim lalu (2024), dia sangat kuat pada lap-lap terakhir. Musim lalu (2024), Pecco adalah pembalap yang tiba di lap-lap terakhir dengan kondisi ban yang lebih baik. Dan pada lap-lap terakhir, dia lebih cepat daripada yang lain," lanjut sang sembilan kali juara dunia.
Agostini, yang menyimak percakapan Rossi, Lorenzo, dan Pedrosa, menyahut dan meyakini bahwa kondisi psikis Bagnaia adalah kendala terbesarnya. "Namun, kurasa, Vale, ini masalah mental," kata 15 kali juara dunia asal Italia ini.
"Kau lihat ada lebih banyak pembalap yang melaju lebih cepat, seperti (Franco) Morbidelli, (Fabio) di Giannantonio... Alex Marquez, juga (Fermin) Aldeguer. Kurasa Pecco punya kendala mental, dia sedikit kehilangan semangat. Isi kepala adalah segalanya," tutup 'Ago'.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
- Valentino Rossi Pamer Kehebatan Marco Bezzecchi ke Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa: Muridku yang Paling Fokus!
- Hasil Latihan Formula 1 GP China 2026: George Russell dan Kimi Antonelli Memimpin
- Valentino Rossi Tegas Tak Mau Tes Motor MotoGP: Saya Nggak Kangen!
- Lewis Hamilton Optimistis Ferrari Bisa Picu Duel Sengit dengan Mercedes di Formula 1 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi Tegas Tak Mau Tes Motor MotoGP: Saya Nggak Kangen!
Otomotif 13 Maret 2026, 10:52
LATEST UPDATE
-
5 Pemain Pengubah Nasib di Semifinal Liga Champions: Harry Kane Nomor 1
Liga Champions 28 April 2026, 16:46
-
Ketajaman Atletico Madrid vs Solidnya Pertahanan Arsenal
Liga Champions 28 April 2026, 16:30
-
Bruno Fernandes Bersinar di Bawah Polesan Michael Carrick
Liga Inggris 28 April 2026, 16:07
-
Krisis Lini Belakang, Real Madrid Bidik Bek Top Eropa
Liga Spanyol 28 April 2026, 16:01
-
Bukan Mbappe atau Vinicius, Ini Penyebab Utama Krisis Real Madrid
Liga Spanyol 28 April 2026, 15:51
-
Martin Zubimendi Dikritik, Martin Zubimendi Dibela
Liga Inggris 28 April 2026, 15:22
-
Tempat Menonton Arema FC vs Persebaya - Live Streaming BRI Super League
Bola Indonesia 28 April 2026, 15:08
LATEST EDITORIAL
-
5 Rekor yang Masih Bisa Dipecahkan atau Disamai Bayern Munchen Musim Ini
Editorial 28 April 2026, 14:07
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46

























KOMENTAR