Bola.net - - Pebalap Yamaha Factory Racing, Maverick Vinales kembali memberikan pernyataan mengejutkan soal masalah teknis yang ia alami bersama pabrikan Garpu Tala. Kepada Motorsport.com, Vinales mengaku dirinya kesulitan berkendara karena YZR-M1 memiliki ukuran yang terlalu besar baginya.
Yamaha memang diketahui sempat puasa kemenangan selama 1,5 musim, dan baik Vinales maupun Valentino Rossi sama-sama mengeluhkan kurangnya grip ban belakang, serta masalah akselerasi diakibatkan sistem elektronik yang tak terlalu berkembang dibandingkan Ducati dan Honda.
Meski begitu, ukuran tubuh juga ternyata membuat pengembangan M1 menjadi agak terpecah. Rossi yang memiliki tinggi 182 cm merupakan salah satu rider dengan tubuh tertinggi di MotoGP, sementara Vinales memiliki tinggi 165 cm. Atas dasar inilah Vinales meminta perubahan motor sejak awal 2017.
Minta Perubahan Sejak Lama

Juara dunia Moto3 2013 ini juga menyatakan, meski Yamaha dan Suzuki dinilai memiliki karakter mesin yang cukup mirip, perbedaan ukuran motor membuatnya harus kembali beradaptasi. Vinales yang pada dua tahun pertamanya di MotoGP membela Suzuki, mengaku langsung cocok dengan GSX-RR. Hal inilah yang tak terjadi saat ia hijrah ke Yamaha pada 2017, meski sempat merebut tiga kemenangan di lima seri pembuka.
"Sejak awal, saya meminta Yamaha menyediakan motor yang lebih kecil karena yang saya kendarai sampai sekarang terlalu besar. Saya ingat langsung cocok dengan Suzuki dan bisa menggapai segala arah, sementara M1 terlalu besar. Sulit mengubah motor secara keseluruhan, tapi jika mempertimbangkan mesinnya, beberapa detail dan aerodinamika, saya rasa perbedaannya bakal sangat penting," ujarnya.
Ingin Lebih Keras Kepala
Menjelang musim 2019, Vinales pun bertekad bersikap lebih tegas kepada para teknisi dan engineer Yamaha untuk menyediakan perangkat yang bisa mendukung gaya balapnya. Ia tak ingin kesalahan-kesalahan pada masa pramusim 2018 kembali terulang.
"Pada awal 2018, saya harusnya lebih yakin soal keputusan teknis, contohnya saat saya meminta untuk menjajal mesin 2016 lagi. Kala itu saya kurang keras kepala dan saya harus membayar akibatnya," pungkas rider berjuluk Top Gun ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Vinales Sebut M1 Terlalu Besar, Tekad Lebih Tegas pada Yamaha
Otomotif 12 Januari 2019, 09:25
-
Jelang MotoGP 2019, Maverick Vinales Cari Psikiater
Otomotif 10 Januari 2019, 10:25
-
Vinales: Pisah dengan Forcada Bukan Keputusan Saya
Otomotif 7 Januari 2019, 09:30
-
Marquez Ganti Nomor Balap Jika Dikalahkan Vinales
Otomotif 5 Januari 2019, 11:05
-
'Demi Gelar, Vinales Harus Konsisten Asapi Rossi'
Otomotif 4 Januari 2019, 10:00
LATEST UPDATE
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
-
Tersingkir dari Carabao Cup, Xabi Alonso Sebut Chelsea Mainnya Gak Jelek-jelek Amat!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:41
-
Habis Diobok-obok, Manchester United Ingin Bajak Super Star Como Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:32
-
Kabar Baik untuk MU! Satu Pemain Lagi Pulih dari Cedera
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:21
-
Duh! MU Tanpa Benjamin Sesko Hingga Tahun 2027
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:11
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Pemain Kunci Chelsea Ini Cedera di Kandang Liverpool
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:49
-
Liverpool Singkirkan Chelsea di Carabao Cup, Andoni Iraola Full Senyum
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR