Kini Jadi Mentor Maverick Vinales dan Victor Cubeles, Akankah Jorge Lorenzo Bentuk Akademi Balap?

Kini Jadi Mentor Maverick Vinales dan Victor Cubeles, Akankah Jorge Lorenzo Bentuk Akademi Balap?
Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo (c) Instagram/JorgeLorenzo99

Bola.net - Setelah pensiun pada akhir 2019 lalu, kini Jorge Lorenzo kembali rutin mengunjungi sirkuit balap demi menjadi mentor sekaligus pelatih pribadi Maverick Vinales mulai MotoGP 2026. Akankah ia membentuk akademi balap?

Pada akhir musim 2025, Vinales memang meminta Lorenzo membimbingnya demi tampil lebih kompetitif dan konsisten bersama Red Bull KTM Tech 3. Alhasil, kini Lorenzo mendampingi Vinales ke mana-mana, termasuk dalam tes pramusim di Malaysia pada 3-5 Februari.

Namun, Vinales bukanlah satu-satunya 'murid' Lorenzo. Sebab, pada Januari lalu, Lorenzo juga merekrut rider muda Spanyol bernama Victor Cubeles. Pembalap berusia 15 tahun itu akan berlaga di Moto4 European Cup 2026.

1 dari 2 halaman

Alasan Rekrut Victor Cubeles

Victor Cubeles dan Jorge Lorenzo (c) Instagram/JorgeLorenzo99

Victor Cubeles dan Jorge Lorenzo (c) Instagram/JorgeLorenzo99

Saat mendampingi Vinales menjalani tes pramusim di Malaysia, Lorenzo juga bertemu awak media. Dalam wawancaranya dengan GPOne, ia ditanya apakah ingin mengikuti jejak Valentino Rossi membentuk sebuah akademi balap.

Sang lima kali juara dunia ini pun mengaku ragu. "Itu akan terlalu menuntut. Saya menaungi anak berusia 15 tahun itu karena ia telah berlatih dengan ayah saya selama sepuluh tahun," kisah Lorenzo.

"Ayah saya (Chico Lorenzo) sering melihatnya di Valencia, menganggapnya sangat berbakat dan cepat, dan saya pun bilang, 'Mengapa tidak?' Itu tidak akan terlalu menyita waktu saya," lanjut pria asal Spanyol ini.

2 dari 2 halaman

Hidup Bahagia Setelah Pensiun

Selain menjadi mentor dan pelatih, Lorenzo juga menjadi manajer Cubeles, yang mengurus berbagai kontrak dengan tim dan sponsor. Meski kembali sibuk di dunia balap, Lorenzo tak mau ambisius membentuk akademi.

"Saya sangat menikmati hidup dan saya beruntung, saya menghargai apa yang saya miliki. Namun, seperti yang saya katakan kepada Maverick, sebenarnya gaya hidup ini tidak membebani saya," ungkap Lorenzo.

"Saya sama bahagianya di Dubai, di pantai, bermain padel dengan teman-teman, atau bangun pukul enam pagi untuk bekerja dengannya. Saya sama bahagianya, hanya dengan cara yang berbeda," pungkasnya.

Sumber: GPOne


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL