
"Mengapa kami harus mengubah komposisi yang ada? Marc memang tampil sangat baik sejak turun di MotoGP, dan kini bahkan lebih baik lagi. Tak masuk akal kami menggaetnya. Biarkan saja seperti ini," ujar Jarvis kepada Marca.
Menurut Jarvis, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi merupakan 'senjata' yang sudah cukup kuat untuk merebut banyak gelar. Atas dasar ini, pihaknya tak ingin merekrut Marquez.
"Kami puas atas performa para pebalap kami dan kami percaya pada potensi mereka. Honda punya kekuatan sendiri, begitu pula kami. Jorge dan Vale adalah senjata kami," tutupnya. (mrc/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi Tak Sabar Kembali ke Austria
Otomotif 17 November 2014, 19:00
-
Yamaha Tegaskan Tak Tertarik Rekrut Marquez
Otomotif 17 November 2014, 18:00
-
Pedrosa: Level Rossi Baik untuk MotoGP
Otomotif 15 November 2014, 13:00
-
Rossi Kembali Kompetitif, Lorenzo Kian Termotivasi
Otomotif 15 November 2014, 11:00
-
Lorenzo: Semakin Baik, Rossi Luar Biasa
Otomotif 14 November 2014, 19:15
LATEST UPDATE
-
No Mbappe No Worry! Ada Vinicius yang Siap Selamatkan Real Madrid!
Liga Champions 26 Februari 2026, 11:15
-
Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Otomotif 26 Februari 2026, 10:55
-
Real Madrid Memang Kureng Saat Lawan Benfica, Tapi yang Penting Menang!
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:41
-
Tundukkan Benfica, Real Madrid Tinggalkan Santiago Bernabeu dengan Perasaan Positif
Liga Champions 26 Februari 2026, 10:33
-
Kalah Dramatis, Juventus Merana: Andai Tidak Teledor di Leg Pertama!
Liga Italia 26 Februari 2026, 09:55
-
Jadwal Lengkap Pertandingan All England 2026, 3-8 Maret 2026
Otomotif 26 Februari 2026, 09:33
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58























KOMENTAR