Barcelona Berpotensi Paksa Real Madrid Lakukan Guard of Honour di El Clasico

Barcelona Berpotensi Paksa Real Madrid Lakukan Guard of Honour di El Clasico
Pemain Barcelona, Marcus Rashford (kiri), merayakan gol bersama Lamine Yamal (kanan) dan Pedri dalam pertandingan La Liga kontra Espanyol, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona kini berada dalam posisi ideal untuk mengunci gelar La Liga musim ini. Keunggulan sembilan poin dari Real Madrid membuat Blaugrana semakin dekat dengan trofi juara.

Situasi tersebut tercipta setelah Real Madrid kembali terpeleset pada laga akhir pekan. Hasil itu membuat jarak di puncak klasemen semakin melebar.

Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, peluang Barcelona sangat terbuka lebar. Momentum ini memberi tekanan besar bagi rival mereka di sisa musim.

El Clasico di Camp Nou berpotensi menjadi panggung penentuan yang sangat emosional. Bahkan, ada skenario yang bisa membuat Real Madrid berada dalam posisi tidak nyaman.

1 dari 4 halaman

Skenario Pasillo di Camp Nou

Pemain Barcelona Ferran Torres (kanan) merayakan gol bersama Lamine Yamal pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Espanyol di Barcelona, Spanyol, 11 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Ferran Torres (kanan) merayakan gol bersama Lamine Yamal pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Espanyol di Barcelona, Spanyol, 11 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Secara matematis, Barcelona bisa memastikan gelar sebelum laga melawan Real Madrid. Jika itu terjadi, aturan tradisi akan diberlakukan.

Tradisi tersebut dikenal dengan sebutan “pasillo” atau guard of honour. Tim tamu diwajibkan memberi penghormatan kepada juara yang sudah memastikan gelar.

Kondisi ini akan menjadi momen bersejarah bagi Barcelona di Camp Nou. Terakhir kali situasi serupa terjadi sudah sangat lama.

Namun, pelaksanaannya tidak selalu berjalan mulus dalam sejarah El Clasico. Ada beberapa insiden yang membuat tradisi ini sempat diperdebatkan.

2 dari 4 halaman

Kontroversi dalam Sejarah El Clasico

Pemain Barcelona Lamine Yamal (kiri) berselebrasi setelah Ferran Torres (tengah) mencetak gol pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Espanyol, 11 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pemain Barcelona Lamine Yamal (kiri) berselebrasi setelah Ferran Torres (tengah) mencetak gol pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Espanyol, 11 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Pada 2018, tradisi ini sempat tidak dijalankan oleh Real Madrid. Keputusan itu dipengaruhi oleh ketegangan antar kedua klub.

Zinedine Zidane saat itu menilai tradisi tidak perlu dilakukan. Hal ini terjadi karena Barcelona juga tidak memberikan penghormatan serupa sebelumnya.

Sejak saat itu, pasillo menjadi isu sensitif di sepak bola Spanyol. Setiap kemungkinan penerapannya selalu memicu perdebatan.

3 dari 4 halaman

Tekanan Besar untuk Real Madrid

Starting XI Real Madrid saat melawan Bayern Munchen di leg pertama perempat final Liga Champions. (c) dok.RMFC

Starting XI Real Madrid saat melawan Bayern Munchen di leg pertama perempat final Liga Champions. (c) dok.RMFC

Di bawah Hansi Flick, Barcelona tampil sangat dominan sepanjang musim. Mereka bahkan berhasil menciptakan jarak yang semakin jauh di klasemen.

Gaya bermain agresif dan cepat membuat Barcelona sulit dihentikan. Hal ini menjadi kunci utama keberhasilan mereka musim ini.

Bagi Real Madrid, fokus kini bukan hanya mengejar gelar. Mereka juga berusaha menghindari momen yang bisa menjadi simbol kekalahan di Camp Nou.

Sumber: Barca Universal

4 dari 4 halaman

Klasemen La Liga


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL