Bola.net - Penyerang Belanda Arjen Robben tak akan melupakan kejadian di Piala Dunia 2014. Kejadian itu saat Belanda berlaga di babak 16 besar, Robben menjadi kunci kemenangan Belanda kala jumpa Meksiko.
Bukan karena gol, melainkan tentang terjatuhnya Robben di kotak penalti Meksiko di menit 90+2. Robben yang melakukan tusukan di sisi kiri pertahanan Meksiko, mendapatkan hadangan oleh kaki Rafael Marquez.
Kaki Robben tersentuh sedikit oleh hadangan tersebut hingga membuatnya jatuh. Banyak yang menganggap Robben melakukan Diving untuk mendapatkan penalti.
Hal itu terlihat dari cara jatuh Robben yang berlebihan. Belum lagi itu bukan kali pertama Robben terjatuh dengan sangat mudah di laga melawan Meksiko. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Belanda Menang Dramatis
Laga Belanda melawan Meksiko dihelat di Estadio Governador Placido Castello pada Minggu (29/6/2014). Saat itu Belanda pertandingan dipimpin wasit asal Portugal, Pedro Proenca.
Berstatus sebagai juara Grup B, Belanda diunggulkan pada laga ini. Namun tak disangka, Meksiko berhasil unggul 1-0 menjelang laga usai.
Today, at 18:00 CET on the official Youtube Channel of FIFA, Holland - Mexico (World Cup 2014) will be fully broadcasted. pic.twitter.com/P0WKbovlFW
— 𝐀𝐅𝐂 𝐀𝐉𝐀𝐗 💎 (@TheEuropeanLad) April 12, 2020
Namun Belanda akhirnya memecah kebuntuan di menit 88 lewat gol Wesley Sneijder. Laga berjalan lebih ketat sejak gol penyama kedudukan ini tercipta.
Puncaknya di menit 90+2, penetrasi Robben dihadang oleh Rafael Marquez di kotak terlarang. Robben pun terjatuh secara dramatis setelah terdapat kontak dengan kaki Marquez.
Wasit Pedro Proenca pun menunjuk titik putih untuk Belanda. Bola berhasil dieksekusi dengan baik oleh Klaas-Jan Huntelaar untuk membawa Belanda comeback dramatis 2-1.
Pengakuan Robben

Setelah laga usai, banyak yang berkomentar tentang hadiah penalti Belanda. Banyak yang beranggapan bahwa yang dilakukan Robben adalah Diving.
Menanggapi komentar itu, Robben akhirnya buka suara. Ia dengan tegas menyatakan bahwa itu adalah sebuah pelanggaran.
“Iya saya dilanggar oleh Marquez!, Anda bisa melihat itu pada televisi. Jadi yang terjadi di akhir adalah memang penalti” ucap Robben pada Times of India dikutip dari Goal.
Komentar Pihak Lain
Pro-kontra menyelimuti tragedi jatuhnya Robben. Beberapa pihak menyayangkan sikap Robben namun ada juga yang melakukan pembelaan terhadapnya.
Pelatih Kosta Rika, Jorge Luis Pinto beranggapan bahwa wasit harus lebih jeli melihat pertandingan. Wajar saja tim asuhan Pinto akan bertemu Belanda di babak Perempat Final.
“Saya harap wasit bersikap hati-hati terhadapnya (Robben). Semoga tidak terjadi kesalahan lagi. Jadi sekali lagi saya mohon kepada wasit dan FIFA untuk lebih memperhatikannya. Ini sangat penting karena bisa berdampak besar pada jalannya laga” ujar Pinto saat jumpa pers jelang lawan Belanda, dikutip dari Goal.
#NoEraPenal
— Janosik García (@Janosikgarciaz) June 29, 2020
Se cumplen 6 años del robo de Robben a México en el mundial de Brasil 2014.
pic.twitter.com/8xSVxFi3Nl
FIFA selaku pihak yang berwenang juga menanggapi tragedi Robben saat melawan Meksiko. FIFA melalui juru bicaranya Delia Fischer, menyatakan tidak akan memberikan sanksi pada Robben hanya berdasar pada pernyataannya.
“Diving bukan hal yang ingin kita lihat di atas lapangan dan para wasit sudah dilatih untuk mengidentifikasi simulasi seperti ini dan akan menghukumnya dengan kartu kuning” ucap Fischer dalam konferensi pers, dikutip dari Goal.
Sumber: Transfermarkt dan Goal
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
16 Besar Piala Dunia 2014: Cerita Tentang 'Diving' Arjen Robben Lawan Meksiko
Piala Dunia 15 Agustus 2022, 15:19
-
Flop di Premier League, 7 Pemain Ini Justru Berjaya di Liga Champions
Liga Inggris 5 November 2021, 11:29
-
Arjen Robben Putuskan Gantung Sepatu (Lagi)
Liga Eropa Lain 15 Juli 2021, 20:20
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR