3 Pelajaran Berharga dari Hasil Imbang Brasil vs Maroko: Awal Tak Ideal Menuju Gelar Keenam

3 Pelajaran Berharga dari Hasil Imbang Brasil vs Maroko: Awal Tak Ideal Menuju Gelar Keenam
Pemain Brasil Matheus Cunha berduel dengan pemain Maroko Soufiane Rahimi dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026). (c) AP Photo/Yuki Iwamura

Bola.net - Brasil memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil kurang maksimal setelah ditahan imbang Maroko. Laga Grup C di MetLife Stadium berakhir dengan skor 1-1 pada Sabtu malam.

Maroko tampil agresif sejak awal pertandingan dan langsung memberi tekanan tinggi kepada Brasil. Kondisi itu membuat Selecao kesulitan mengembangkan permainan pada menit-menit awal.

Meski demikian, Brasil tetap menunjukkan kualitas individu yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Salah satu momen tersebut datang dari Vinicius Junior yang mencetak gol penyama kedudukan.

Hasil ini membuat persaingan di Grup C tetap terbuka. Brasil masih harus menghadapi Haiti dan Skotlandia untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.

Berikut tiga catatan penting dari laga pembuka tersebut.

1 dari 4 halaman

1. Start Lambat Selecao

Pemain Brasil, Lucas Paqueta, dan pemain Maroko, Noussair Mazraoui, berebut bola dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026). (c) AP Photo/Petr David Josek

Pemain Brasil, Lucas Paqueta, dan pemain Maroko, Noussair Mazraoui, berebut bola dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026). (c) AP Photo/Petr David Josek

Brasil langsung berada di bawah tekanan sejak awal pertandingan dimulai. Maroko tampil lebih agresif dan mendominasi penguasaan bola.

Pada sepuluh menit pertama, Maroko hampir menguasai 70 persen permainan. Brasil dipaksa bertahan dan kesulitan keluar dari tekanan lawan.

Serangan Maroko banyak diarahkan ke sisi kiri pertahanan Brasil. Douglas Santos beberapa kali menjadi target eksploitasi dari pemain sayap lawan.

Gol Maroko akhirnya datang pada menit ke-21 melalui Ismael Saibari. Lini belakang Brasil gagal membaca pergerakan yang dibangun dengan rapi oleh tim lawan.

Jika ingin bersaing memperebutkan gelar, Brasil harus memperbaiki awal permainan. Mereka tidak boleh terus-menerus membiarkan lawan mengontrol tempo sejak menit pertama.

2 dari 4 halaman

2. Kilasan Kejayaan Vinicius Junior

Pemain Brasil Vinicius Junior, kanan, dan pemain Maroko Achraf Hakimi mengejar bola pada laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, 13 Juni 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Pemain Brasil Vinicius Junior, kanan, dan pemain Maroko Achraf Hakimi mengejar bola pada laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, 13 Juni 2026 (c) AP Photo/Petr David Josek

Brasil akhirnya bangkit lewat aksi individu Vinicius Junior pada menit ke-32. Aksinya menjadi titik balik dalam pertandingan yang sebelumnya dikuasai Maroko.

Vinicius mencetak gol spektakuler setelah menusuk dari sisi kiri. Sepakannya tak mampu dihentikan oleh kiper Yassine Bounou.

Gol tersebut mengubah suasana pertandingan secara signifikan. Brasil mulai menemukan ritme dan lebih terorganisir dalam membangun serangan.

Momen itu kembali menegaskan tradisi Brasil yang kerap bergantung pada pemain bintang. Sejarah panjang mereka di Piala Dunia sering ditentukan oleh individu seperti Pele hingga Ronaldo.

Vinicius kini menjadi salah satu tumpuan utama Selecao di era modern. Ia sudah mencatat 10 gol dari 50 penampilan internasional.

3 dari 4 halaman

3. Misi Rumo ao Hexa Mulai Teruji

Pemain Brasil Marquinhos berebut bola dengan pemain Maroko, Ismael Saibari dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026). (c) AP Photo/Yuki Iwanmura

Pemain Brasil Marquinhos berebut bola dengan pemain Maroko, Ismael Saibari dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6/2026). (c) AP Photo/Yuki Iwanmura

Target Brasil untuk meraih gelar keenam kembali diuji sejak laga pertama. Hasil imbang membuat jalan mereka tidak semulus yang diharapkan.

Secara historis, Brasil hampir selalu menang pada laga pembuka Piala Dunia. Situasi kali ini menjadi pengecualian yang jarang terjadi.

Dalam 20 edisi terakhir, Brasil hanya tiga kali gagal menang di laga pembuka. Catatan tersebut menunjukkan betapa pentingnya start sempurna bagi mereka.

Kini Brasil harus fokus menghadapi laga berikutnya melawan Haiti. Setelah itu, mereka akan menutup fase grup melawan Skotlandia di Miami.

Jika ingin lolos lebih jauh, Brasil wajib segera menemukan konsistensi. Target Rumo ao Hexa (gelar keenam) masih terbuka, tetapi tantangannya kini semakin nyata.

Sumber: FotMob

4 dari 4 halaman

Klasemen Piala Dunia 2026


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL