Bola.net - Belum pernah ada negara Afrika yang menjadi juara Piala Dunia. Akan tetapi, bukan berarti wakil Afrika tidak punya catatan prestasi yang bisa dibanggakan di pentas Piala Dunia.
Korea Selatan adalah wakil Asia yang pernah menginjakkan kaki ke babak semifinal di Piala Dunia 2002. Ada sejumlah wakil Afrika yang sebenarnya hampir saja menyamai rekor dari wakil Asia ini.
Ada lima negara Afrika yang mampu menorehkan sejarah terbaiknya di Piala Dunia. Mereka bermain indah sejak babak penyisihan grup hingga babak sistem gugur.
Bahkan para wakil Afrika ini mampu menumbangkan tim-tim unggulan di Piala Dunia. Sayangnya, mereka belum bisa menggapai babak empat besar.
Berikut lima negara Afrika yang mampu menunjukan prestasi terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Publik juga menganggap momen tersebut sebagai dongeng di Piala Dunia.
Aljazair (Piala Dunia 1982)

Aljazair mampu membuat kejutan pada Piala Dunia 1982 saat satu grup dengan Jerman Barat, Austria, dan Chile. Mereka mampu menumbangkan tim kuat Jerman Barat serta Chile dan kalah dari Austria.
Peluang lolos ke babak selanjutnya terbuka bagi Rabah Madjer dkk. Sayangnya pada laga terakhir, Jerman Barat dan Austria terlihat seperti membuat kesepakatan.
Di akhir klasemen, Jerman Barat, Austria dan Aljazair mengoleksi nilai yang sama yakni 4 poin. Namun karena kalah selisih gol, Aljazair akhirnya tersingkir.
Nigeria (Piala Dunia 1994)

Nigeria merupakan tim debutan pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Meski debutan, Nigeria mampu menang telak 3-0 pada laga pertama melawan Bulgaria.
Meski baru pertama tampil di ajang Piala Dunia, Nigeria mampu menjadi juara grup. Nigeria mengakahkan Bulgaria, kemudian takluk dari Argentina danmenang atas Yunani.
Sayangnya Emmanuel Amuneke dkk kurang beruntung saat bersua Italia di babak 16 besar. Tim besutan pelatih Belanda, Clemens Westerhof, ini takluk 1-2 melalui babak perpanjangan waktu.
Ghana (Piala Dunia 2010)

Ghana hampir saja membuat sejarah dengan menjadi tim pertama asal Afrika yang lolos ke semifinal Piala Dunia. Ghana tampil bagus di babak penyisihan grup meski hanya mencatat sekali menang, sekali imbang, dan sekali kalah.
Mereka menemani Jerman untuk lolos ke babak 16 besar. Ghana menang atas Amerika Serikat melalui babak perpanjangan waktu dan melaju ke perempatfinal.
Sayangnya saat itu Asamoah Gyan gagal mendapatkan gol melalui tendangan penalti setelah Luis Suarez menyentuh bola di pengujung laga. Ghana akhirnya kalah melalui babak adu penalti.
Senegal (Piala Dunia 2002)

Tidak hanya Ghana, Senegal juga hampir ke semifinal Piala Dunia. Senegal mampu menjungkalkan juara bertahan Prancis pada babak penyisihan grup bahkan memulangkannya.
Momen ini membuat El-Hadji Diouf dkk semakin bersemangat hingga lolos ke 16 besar untuk menghadapi Swedia. Mereka menang melalui babak perpanjangan waktu dan menantang tim kejutang yang lain, Turki.
Sayangnya tim besutan Bruno Metsu ini gagal melanjutkan mimpinya. Mereka takluk dari Turki pada laga yang berlanjut hingga perpanjangan waktu.
Kamerun (Piala Dunia 1990)

Kamerun mengguncang panggung Piala Dunia 1990. Mereka berada di grup neraka karena harus bertarung dengan tiga tim kuat, Argentina, Rumania, dan Uni Soviet.
Roger Milla dkk bahkan menaklukan juara bertahan Argentina pada laga pertamanya. Kemudian mengalahkan Rumania dan kalah telak dari Uni Soviet.
Kamerun berhasil menang lagi dari Kolombia di babak 16 besar. Sayangnya, mereka gagal ke semifinal usai takluk tipis 2-3 dari Inggris.
Sumber: Planet Football
Disadur dari Bola.com: Suharno/Yus Mei Sawitri, 22 Juli 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Negara Afrika dengan Prestasi Terbaik di Piala Dunia
Piala Dunia 23 Juli 2022, 22:12
-
Inilah 5 Wakil Benua Afrika di Piala Dunia 2022: Siapa Lagi Selain Senegal?
Piala Dunia 30 Maret 2022, 05:24
-
Prediksi Burkina Faso vs Kamerun 6 Februari 2022
Bola Dunia Lainnya 4 Februari 2022, 16:05
-
Mesir Kalahkan Kamerun, Mo Salah vs Sadio Mane di Final Piala Afrika
Galeri 4 Februari 2022, 12:03
LATEST UPDATE
-
Bukayo Saka Resmi Perpanjang Kontrak Jangka Panjang Bersama Arsenal
Liga Inggris 19 Februari 2026, 23:24
-
Dusan Vlahovic Ingin ke Barcelona, Siap Isi Pos Robert Lewandowski
Liga Italia 19 Februari 2026, 22:17
-
Manchester United Bidik Bek Barcelona, Bersaing dengan Inter
Liga Inggris 19 Februari 2026, 22:09
-
Jadwal Pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026: Semua Laga Dimulai Pukul 20.30 WIB
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:15
-
Arsenal Tergelincir di Markas Wolves, Peluang Juara Premier League Terancam
Liga Inggris 19 Februari 2026, 21:14
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 21:10
-
Arne Slot Ungkap Kondisi Alexander Isak, Masuki Tahap Akhir Rehabilitasi
Liga Inggris 19 Februari 2026, 20:44
-
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Liga Italia 19 Februari 2026, 20:25
-
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Liga Italia 19 Februari 2026, 19:14
-
Drama Milan vs Como, Allegri Siapkan Aksi Balasan: Bakal Saya Sleding!
Liga Italia 19 Februari 2026, 18:49
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Malut United 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:34
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs PSM 20 Februari 2026
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 18:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39

























KOMENTAR