Analisis Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Favorit, tetapi Maroko dan Skotlandia Bisa Mengacaukan Segalanya

Analisis Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Favorit, tetapi Maroko dan Skotlandia Bisa Mengacaukan Segalanya
Para pemain Brasil berpose sebelum pertandingan persahabatan internasional melawan Kroasia, Selasa (31/3/2026). (c) AP Photo/Kevin Kolczynski

Bola.net - Timnas Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat juara. Namun, perjalanan Selecao di Grup C diprediksi tidak akan semulus yang dibayangkan banyak orang.

Grup ini menghadirkan kombinasi menarik antara tradisi, kejutan, dan ambisi besar. Maroko hadir sebagai kekuatan Afrika yang terus berkembang, sementara Skotlandia dan Haiti datang dengan motivasi tinggi setelah lama absen dari panggung terbesar sepak bola dunia.

Di atas kertas, Brasil memang menjadi tim terkuat dalam grup ini. Akan tetapi, performa mereka dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa status favorit tidak selalu menjamin jalan yang mudah.

Setiap tim di Grup C memiliki cerita dan target masing-masing. Hal itulah yang membuat persaingan menuju babak gugur diperkirakan berlangsung lebih ketat dibandingkan yang terlihat di atas kertas.

1 dari 5 halaman

Brasil

Selebrasi Vinicius Junior dan Casemiro dalam laga Brasil vs Panama, Senin (1/6/2026). (c) AP Photo/Bruna Prado

Selebrasi Vinicius Junior dan Casemiro dalam laga Brasil vs Panama, Senin (1/6/2026). (c) AP Photo/Bruna Prado

Brasil masih memegang status sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gelar juara. Namun, mereka belum mampu kembali mengangkat trofi sejak terakhir kali menjadi kampiun pada tahun 2002.

Dalam beberapa edisi terakhir, perjalanan Brasil sering terhenti di fase gugur. Pengecualian terjadi pada tahun 2014 saat mereka mencapai semifinal sebagai tuan rumah sebelum mengalami kekalahan telak 1-7 dari Jerman.

Empat tahun lalu di Qatar, langkah Brasil dihentikan Kroasia melalui adu penalti pada babak perempat final. Kini mereka memasuki turnamen dengan harapan baru di bawah arahan Carlo Ancelotti yang direkrut setelah perjalanan kualifikasi yang tidak meyakinkan.

Kekuatan utama Brasil bertumpu pada Vinicius Junior dan Raphinha yang tampil impresif di level klub. Namun, absennya Rodrygo karena cedera lutut membuat kedalaman lini serang mereka sedikit berkurang menjelang turnamen.

2 dari 5 halaman

Maroko

Para pemain Maroko merayakan gol dalam pertandingan persahabatan melawan Ekuador di Madrid, Spanyol, Jumat (27/3/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Para pemain Maroko merayakan gol dalam pertandingan persahabatan melawan Ekuador di Madrid, Spanyol, Jumat (27/3/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Maroko datang ke Amerika Utara dengan reputasi sebagai salah satu tim paling berbahaya di luar lingkaran favorit juara. Mereka mencetak sejarah pada Piala Dunia 2022 dengan finis di posisi keempat, pencapaian terbaik bagi negara Afrika.

Dalam perjalanan luar biasa tersebut, Maroko menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar dan Portugal di perempat final. Mereka baru terhenti setelah kalah dari Prancis pada babak semifinal.

Meski demikian, persiapan mereka menuju Piala Dunia 2026 tidak berjalan sepenuhnya mulus. Maroko sempat mengalami kontroversi setelah hasil final Piala Afrika melawan Senegal dibatalkan oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika pada Maret lalu.

Dengan pengalaman dan mentalitas yang telah teruji di level tertinggi, Maroko berpotensi menjadi ancaman terbesar bagi Brasil. Pertemuan kedua tim kemungkinan besar akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup.

3 dari 5 halaman

Haiti

Starting XI Timnas Haiti sebelum kickoff melawan Selandia Baru, 3 Juni 2026 pada laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Starting XI Timnas Haiti sebelum kickoff melawan Selandia Baru, 3 Juni 2026 pada laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Haiti kembali ke Piala Dunia setelah menunggu lebih dari lima dekade. Negara Karibia tersebut terakhir kali tampil pada edisi 1974 dan kini berhasil lolos setelah menjadi juara grup kualifikasi CONCACAF.

Meski keberhasilan itu patut diapresiasi, Haiti tetap dipandang sebagai tim dengan peluang paling kecil di Grup C. Perbedaan kualitas dan pengalaman dibandingkan tiga rivalnya menjadi tantangan besar yang harus mereka hadapi.

Tim asuhan Sebastien Migne saat ini berada di peringkat ke-83 dunia FIFA. Posisi tersebut menjadikan Haiti sebagai salah satu tim dengan ranking terendah di antara seluruh peserta Piala Dunia 2026.

Harapan utama Haiti berada di pundak Duckens Nazon. Penyerang berusia 32 tahun itu menjadi pencetak gol terbanyak bersama di kualifikasi CONCACAF dengan koleksi enam gol, termasuk hattrick saat menghadapi Kosta Rika.

4 dari 5 halaman

Skotlandia

Lawrence Shankland membuat gestur dalam laga uji coba internasional antara Skotlandia vs Curacao di Glasgow, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Scott Heppell

Lawrence Shankland membuat gestur dalam laga uji coba internasional antara Skotlandia vs Curacao di Glasgow, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Scott Heppell

Skotlandia akhirnya kembali ke Piala Dunia setelah terakhir kali tampil pada tahun 1998. Kepastian itu diraih lewat kemenangan dramatis atas Denmark pada laga kualifikasi terakhir tahun lalu.

Scott McTominay menjadi salah satu tokoh penting dalam keberhasilan tersebut. Gelandang tersebut mencetak gol dalam kemenangan 4-2 atas Denmark yang memastikan tiket menuju Amerika Utara.

Di pinggir lapangan, Steve Clarke terus menjadi sosok sentral bagi perkembangan tim. Ia mencatat sejarah sebagai pelatih pertama yang membawa Skotlandia tampil di tiga turnamen besar secara beruntun.

Meski demikian, sejarah menunjukkan bahwa Skotlandia belum pernah lolos dari fase grup dalam delapan penampilan sebelumnya di Piala Dunia. Mereka juga pernah menghadapi Brasil pada edisi 1998 dan kalah tipis 1-2 dari sang juara bertahan kala itu.

Sumber: AP


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL