Analisis Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol Unggulan, tapi Uruguay Bisa Jadi Batu Sandungan

Analisis Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol Unggulan, tapi Uruguay Bisa Jadi Batu Sandungan
Starting XI Spanyol dalam laga versus Peru, Selasa (9/6/2026). (c) AP Photo/Moises Castillo

Bola.net - Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 menghadirkan kombinasi menarik antara tradisi, ambisi, dan potensi kejutan. Spanyol datang sebagai juara Eropa, sementara Uruguay membawa reputasi sebagai salah satu kekuatan paling konsisten dari Amerika Selatan.

Di atas kertas, Spanyol memang menjadi unggulan utama untuk finis di puncak klasemen. Namun, Uruguay memiliki kualitas yang cukup untuk menggagalkan dominasi La Roja dan bahkan merebut posisi teratas grup.

Arab Saudi juga tidak boleh dipandang sebelah mata dalam persaingan ini. Pengalaman membuat kejutan besar pada Piala Dunia 2022 menjadi bukti bahwa mereka mampu merepotkan tim-tim unggulan.

Sementara itu, Cape Verde hadir sebagai pendatang baru dengan status kuda hitam. Tanpa tekanan besar, mereka berpotensi menghadirkan kejutan yang bisa memengaruhi peta persaingan Grup H.

1 dari 5 halaman

Uruguay

Noni Madueke berduel lawan Federico Valverde di laga Inggris vs Uruguay, Sabtu (28/03/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Noni Madueke berduel lawan Federico Valverde di laga Inggris vs Uruguay, Sabtu (28/03/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Uruguay datang dengan sejarah besar dan tradisi kuat di panggung dunia. Juara dunia dua kali itu tetap menjadi salah satu tim yang paling disegani dalam setiap edisi Piala Dunia.

Skuad asuhan Marcelo Bielsa memiliki kombinasi ideal antara pengalaman dan kualitas individu. Federico Valverde, Ronald Araujo, dan Manuel Ugarte menjadi fondasi utama kekuatan mereka.

Meski begitu, performa Uruguay menjelang turnamen tidak sepenuhnya meyakinkan. Mereka sempat menuai kritik setelah gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir.

Duel melawan Spanyol pada 26 Juni di Guadalajara diprediksi menjadi salah satu laga terbaik fase grup. Pertandingan tersebut berpotensi menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara Grup H.

2 dari 5 halaman

Spanyol

Penyerang Timnas Spanyol, Ferran Torres usai mencetak gol ke gawang Irak di laga uji coba jelang Piala Dunia 2026, 5 Juni 2026 dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Penyerang Timnas Spanyol, Ferran Torres usai mencetak gol ke gawang Irak di laga uji coba jelang Piala Dunia 2026, 5 Juni 2026 dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Spanyol memasuki Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih gelar Euro 2024. Kesuksesan itu mempertegas status La Roja sebagai salah satu tim terbaik di dunia saat ini.

Tim asuhan Luis de la Fuente juga menunjukkan konsistensi dalam beberapa turnamen terakhir. Selain menjadi juara Eropa, mereka juga memenangkan UEFA Nations League 2023 dan menjadi runner-up pada edisi 2025.

Generasi baru menjadi kekuatan utama Spanyol. Lamine Yamal, Pedri, dan Pau Cubarsi menjadi simbol regenerasi yang berjalan sangat baik dalam skuad La Roja.

Meski demikian, Spanyol memiliki catatan yang perlu diperbaiki. Sejak menjadi juara dunia pada 2010, mereka belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar Piala Dunia.

3 dari 5 halaman

Cape Verde

Timnas Cape Verde merayakan kesuksesan lolos ke Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Cristiano Barbosa

Timnas Cape Verde merayakan kesuksesan lolos ke Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Cristiano Barbosa

Cape Verde menjadi salah satu kisah menarik pada Piala Dunia 2026. Negara kepulauan kecil di Afrika itu berhasil mengamankan tiket putaran final setelah tampil impresif pada babak kualifikasi.

Mereka menunjukkan kekuatan kolektif yang luar biasa selama perjalanan menuju Amerika Utara. Cape Verde bahkan mampu mengungguli beberapa negara yang secara tradisional lebih kuat di kawasan Afrika.

Di bawah arahan Bubista, tim ini berkembang menjadi unit yang disiplin dan sulit dikalahkan. Organisasi permainan menjadi senjata utama yang membuat mereka mampu bersaing dengan lawan yang lebih diunggulkan.

Meski berstatus debutan, Cape Verde tidak datang hanya untuk meramaikan kompetisi. Mereka memiliki peluang untuk menjadi kejutan besar apabila mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia.

4 dari 5 halaman

Arab Saudi

Selebrasi kapten Arab Saudi, Salem Al Dawsari dalam laga versus Puerto Riko, Sabtu (6/6/2026). (c) AP Photo/Darren Abate

Selebrasi kapten Arab Saudi, Salem Al Dawsari dalam laga versus Puerto Riko, Sabtu (6/6/2026). (c) AP Photo/Darren Abate

Arab Saudi kembali tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Konsistensi itu menunjukkan perkembangan signifikan sepak bola mereka dalam satu dekade terakhir.

Nama Arab Saudi semakin dikenal setelah kemenangan sensasional atas Argentina pada Piala Dunia 2022. Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.

Namun, Herve Renard dipecat lagi setelah lolos Piala Dunia. Perannya kini digantikan oleh Georgios Donis. Faktor pergantian pelatih mendekati Piala Dunia bisa jadi sangat krusial.

Disis lain, peningkatan kualitas kompetisi domestik memberi dampak positif. Kehadiran pemain-pemain bintang dunia di Liga Pro Saudi membuat standar permainan lokal ikut meningkat.

Sumber: AP News


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL