
Bola.net - Argentina tidak selalu melangkah mulus menuju final Piala Dunia 2026. Namun, setiap rintangan justru memperlihatkan satu identitas yang terus melekat pada tim asuhan Lionel Scaloni, yakni kemampuan bangkit ketika berada dalam tekanan.
Perjalanan menuju partai puncak dipenuhi pertandingan yang menguras tenaga dan emosi. Berkali-kali La Albiceleste berada di ambang kegagalan, tetapi mereka selalu menemukan cara untuk membalikkan keadaan.
Karakter itulah yang akhirnya membawa Argentina kembali menembus final Piala Dunia. Kini, sang juara bertahan hanya berjarak satu pertandingan lagi untuk mempertahankan mahkota sepak bola dunia.
Bangkit dari Situasi Sulit
Semifinal melawan Inggris menjadi gambaran paling jelas mengenai daya juang Argentina. Tertinggal hingga memasuki lima menit terakhir waktu normal, mereka mampu membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-92.
Lionel Messi kembali menjadi pembeda dengan menciptakan dua assist pada momen krusial tersebut. Penampilannya memastikan Argentina menutup pertandingan dengan kemenangan dramatis sekaligus mengamankan tiket ke final.
Sebelum menghadapi Inggris, Argentina juga berkali-kali lolos dari tekanan besar. Pada babak 32 besar, mereka dua kali kehilangan keunggulan saat melawan Cape Verde sebelum menang 3-2 lewat perpanjangan waktu.
Drama kembali terjadi pada babak 16 besar ketika Argentina tertinggal 0-2 dari Mesir. Mereka kemudian bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 yang menjaga asa mempertahankan gelar.
Perempat final juga tidak berjalan mudah. Argentina baru memastikan kemenangan 3-1 atas Swiss setelah pertandingan berlanjut hingga babak tambahan.
Mental Juara Menjadi Modal Terbesar
Rangkaian pertandingan tersebut memperlihatkan bahwa Argentina tidak pernah kehilangan keyakinan meski berada dalam situasi sulit. Ketenangan dan keberanian mengambil risiko menjadi modal utama tim asuhan Scaloni sepanjang turnamen.
Messi merangkum semangat tersebut setelah kemenangan atas Inggris. "Hari ini kembali menjadi bukti karakter, semangat, persatuan, dan kekuatan kami."
Final melawan Spanyol akan menjadi ujian terbesar yang dihadapi Argentina di Piala Dunia 2026. La Roja dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan yang rapi, tetapi La Albiceleste datang membawa kepercayaan diri setelah berkali-kali membuktikan bahwa mereka mampu bertahan hidup dalam tekanan.
Jika Spanyol mengandalkan kontrol permainan, maka Argentina menawarkan sesuatu yang berbeda. Mental pantang menyerah yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen telah mengubah berbagai situasi sulit menjadi kemenangan, dan keyakinan itu kini menjadi bekal terbesar untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Spanyol, Akankah Juara Eropa Kembali Menaklukkan Dunia?
Piala Dunia 19 Juli 2026, 23:04
-
Racikan Taktik Lionel Scaloni yang Bisa Berubah Sesuai Karakter Lawan
Piala Dunia 19 Juli 2026, 22:26
-
Adu Ketangguhan Unai Simon dan Emiliano Martinez
Piala Dunia 19 Juli 2026, 22:19
LATEST UPDATE
-
Kecerdasan Yan Diomande Mulai Terlihat, Timing Jadi Kekuatan Utamanya
Liga Spanyol 4 September 2026, 06:29
-
Eduardo Camavinga, Masih Banyak yang Harus Dibuktikannya
Liga Spanyol 4 September 2026, 06:24
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 4 September 2026, 05:44
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 4 September 2026, 05:31
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 4 September 2026, 05:16
-
Sebelum Gabung Juventus, Nick Woltemade Hampir Gabung Barcelona?
Liga Italia 3 September 2026, 22:02
-
Terungkap, Chelsea Sempat Coba Angkut Gelandang ini di Deadline Day!
Liga Inggris 3 September 2026, 21:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




















KOMENTAR