Spanyol, Akankah Juara Eropa Kembali Menaklukkan Dunia?

Spanyol, Akankah Juara Eropa Kembali Menaklukkan Dunia?
Para suporter Spanyol berdiri saat lagu kebangsaan Spanyol dikumandangkan sebelum laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Austria di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Kamis, 2 Juli 2026 (c) AP Photo/Jae C. Hong

Bola.net - Spanyol kembali berada di ambang pencapaian bersejarah menjelang final Piala Dunia 2026. La Roja berpeluang mengulangi prestasi langka sebagai juara Eropa yang kemudian menaklukkan dunia.

Laga final mempertemukan Spanyol dengan Argentina di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Duel ini menjadi kesempatan emas bagi pasukan Luis de la Fuente untuk memperpanjang dominasi mereka setelah menjuarai Euro 2024.

Sepanjang sejarah, hanya ada dua tim yang mampu menyandingkan gelar juara Eropa dan Piala Dunia secara beruntun. Spanyol pernah melakukannya, sementara Jerman Barat menjadi tim pertama yang mencatatkan pencapaian tersebut.

Kini, Spanyol memiliki peluang untuk kembali masuk ke dalam kelompok eksklusif itu. Jika berhasil mengalahkan Argentina, La Roja akan kembali menguasai sepak bola Eropa sekaligus dunia.

1 dari 4 halaman

Jerman Barat Membuka Jalan

Jerman Barat menjadi negara pertama yang mampu menyatukan gelar Euro dan Piala Dunia. Mereka menjuarai Euro 1972 sebelum menjadi kampiun Piala Dunia 1974 di kandang sendiri.

Perjalanan menuju gelar dunia tidak berlangsung mulus. Kekalahan dari Jerman Timur pada fase grup justru menjadi titik balik yang mendorong perubahan komposisi tim.

Pelatih Helmut Schon merombak susunan pemain menjelang fase berikutnya. Hasilnya, Jerman Barat menyapu bersih laga putaran kedua dan melaju ke final menghadapi Belanda.

Pada partai puncak, Belanda unggul lebih dahulu lewat penalti Johan Neeskens. Namun, Paul Breitner menyamakan kedudukan sebelum Gerd Muller mencetak gol kemenangan yang memastikan gelar dunia kedua bagi negaranya.

2 dari 4 halaman

Spanyol Bangun Era Emas Lewat Tiki-Taka

Spanyol mengikuti jejak Jerman Barat beberapa dekade kemudian. Kesuksesan itu diawali saat Luis Aragones mengantar La Roja menjadi juara Euro 2008 melalui gaya bermain tiki-taka.

Tongkat estafet kemudian berpindah kepada Vicente del Bosque. Ia mempertahankan fondasi permainan tersebut dengan beberapa penyesuaian, termasuk memperkuat keseimbangan lini tengah melalui Sergio Busquets dan Xabi Alonso.

Perjalanan menuju Piala Dunia 2010 juga sempat menghadirkan kejutan. Spanyol kalah dari Swiss pada laga pembuka, tetapi mampu bangkit dan menyapu bersih pertandingan berikutnya hingga lolos sebagai juara grup.

Di fase gugur, Spanyol menyingkirkan Portugal, Paraguay, dan Jerman dengan skor identik 1-0. Pada final melawan Belanda, gol Andres Iniesta di babak perpanjangan waktu memastikan gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka.

3 dari 4 halaman

Kesempatan Mengulang Sejarah

Spanyol datang ke final Piala Dunia 2026 dengan status juara Eropa. Tim racikan Luis de la Fuente tampil konsisten sepanjang turnamen dan hanya kebobolan satu gol hingga mencapai partai puncak.

Keseimbangan antara lini belakang yang kokoh dan kreativitas para gelandang menjadi fondasi permainan La Roja. Di lini depan, Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal memberikan ancaman yang terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan.

4 dari 4 halaman

Argentina Jadi Ujian Terbesar

Meski memiliki peluang besar mengukir sejarah, Spanyol masih harus melewati tantangan paling berat. Sang juara bertahan Argentina memiliki pengalaman bermain di laga-laga bertekanan tinggi.

Pertemuan dua tim terbaik turnamen menjanjikan duel taktik dan kualitas individu yang menarik. Jika mampu melewati rintangan terakhir itu, Spanyol akan kembali tercatat sebagai negara yang berhasil menyandingkan mahkota juara Eropa dan juara dunia.

Sumber: FIFA


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL