Bola.net - - Pergerakan Lionel Messi di lapangan hampir selalu membuat barisan pertahanan lawan Barcelona keteteran. Namun pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku punya cara yang diciptakan kala bertemu Argentina di Piala Dunia 2018 lalu.
Saat itu, Messi dan Argentina memang dibuat tidak berkutik oleh Kroasia asuhan Dalic. Dalam laga lanjutan Grup D, tim berjuluk Vatreni tersebut berhasil mengalahkan Albiceleste dengan skor telak 3-0 berkat gol Ante Rebic, Luka Modric, dan Ivan Rakitic.
Kemenangan itu lalu mempermulus jalan Kroasia untuk maju ke babak selanjutnya. Bahkan tidak sampai di situ, pasukan Zlatko Dalic sukses melaju hingga ke final dan meninggalkan Rusia dengan status runner-up.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Cara Membendung Messi
Beberapa bulan berselang, Dalic lalu mengungkapkan bagaimana timnya bisa meredam magis Messi di Piala Dunia 2018 lalu. Ia percaya kekuatan kolektif tim dibutuhkan untuk menghentikan laju pemain berumur 31 tahun tersebut.
"Messi lebih kesulitan bermain untuk Argentina ketimbang Barcelona, dan kami mencoba memanfaatkan sesuatu yang kami anggap kelemahan kecil di timnas Argentina," ujar Dalic kepada Goal.
"Kuncinya adalah kedisiplinan dan mengikuti taktik secara penuh, dan tim kami benar-benar melakukannya. Kami mencoba menghentikan bola sebelum ke Messi dan membendungnya dengan cepat di area tempatnya menerima bola," lanjutnya.
Olahraha Tim
Kekuatan kolektif yang ditunjukkan oleh para pemainnya kala itu diyakini Dalic membuat Kroasia tampak lebih apik dari Argentina. Sebab baginya, olahraga sepak bola bukanlah ditujukan untuk satu orang saja.
"Sepak bola adalah olahraga tim, dan bila satu tim bermain lebih baik dari lainnya, sangat sulit bagi seorang individu untuk membalikkan keadaan," tambahnya.
"Kroasia lebih baik dari timnas Argentina pada pertandingan itu," tandasnya.
Argentina sendiri harus menerima nasib tersingkir pada babak 16 besar, usai kalah dari Prancis dengan skor 3-4. Hasil itu membuat sang pelatih, Jorge Sampaoli, harus angkat kaki dari kursi kepelatihan.
Saksikan Juga Video Ini
Ternyata, ada banyak pelatih asal Italia yang sempat mencicipi kesuksesan di kompetisi tertinggi Inggris, Premier League. Siapa saja mereka? Simak informasi selengkapnya melalui tautan video di bawah ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ada Messi, Buffon Favoritkan Barca Juara UCL 2018-19
Liga Champions 2 November 2018, 18:10
-
5 Rekor Yang Bisa Dipecahkan Ronaldo dan Messi Musim Ini
Editorial 2 November 2018, 09:32
-
Masih Tanpa Messi, Ini Skuat Terbaru Timnas Argentina
Amerika Latin 2 November 2018, 08:01
-
Bagaimana Cara Hentikan Messi? Bos Kroasia Punya Kiatnya
Piala Dunia 2 November 2018, 02:00
-
Xavi Percaya Messi Bisa Bermain Sampai Usia 40 Tahun
Liga Spanyol 1 November 2018, 12:00
LATEST UPDATE
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen WorldSBK 2026
Otomotif 21 Februari 2026, 12:58
-
Klasemen Sementara WorldSBK 2026 Usai Race 1 Seri Australia di Phillip Island
Otomotif 21 Februari 2026, 12:54
-
Hasil Race 1 WorldSBK Australia 2026: Ducati Sapu Bersih 3 Podium, Nicolo Bulega Menang
Otomotif 21 Februari 2026, 12:43
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR