Bagaimana Spanyol Akan Meredam Lionel Messi?

Bagaimana Spanyol Akan Meredam Lionel Messi?
Pemain Argentina Lionel Messi (10) merayakan gol dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026 (c) AP Photo

Bola.net - Lionel Messi menjadi pusat perhatian menjelang final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina. Di usia 39 tahun, kapten La Albiceleste itu masih menjadi ancaman terbesar bagi siapa pun yang ingin menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan gelar juara dunia.

Spanyol memang berstatus favorit berkat penampilan yang konsisten sepanjang turnamen. Namun, pelatih Luis de la Fuente memahami bahwa satu momen dari Messi bisa mengubah arah pertandingan dalam hitungan detik.

Delapan gol dan empat assist yang dicatat Messi hingga final menjadi bukti pengaruhnya belum memudar. Sebagian besar kontribusi tersebut bahkan lahir pada fase gugur ketika tekanan pertandingan mencapai titik tertinggi.

Oleh karena itu, perhatian Spanyol tidak hanya tertuju pada permainan kolektif Argentina. Tim asuhan De la Fuente juga menyiapkan pendekatan khusus agar ruang gerak Messi dapat diredam tanpa mengorbankan keseimbangan tim.

1 dari 3 halaman

Tanpa Pengawalan Khusus untuk Messi

Luis de la Fuente memastikan Spanyol tidak akan menugaskan satu pemain untuk terus membayangi Messi sepanjang pertandingan. Pelatih berusia 65 tahun itu lebih memilih sistem kolektif dibanding pengawalan individu.

"Kami tidak akan melakukan pengawalan khusus kepada Messi, tetapi kami akan tetap waspada. Scaloni dan saya adalah dua pelatih yang saling menghormati, dan merupakan sebuah kehormatan menghadapi dirinya," ujar De la Fuente.

Pendekatan tersebut menunjukkan keyakinan Spanyol terhadap organisasi permainan yang mereka bangun selama turnamen. La Roja hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan, sebuah catatan yang memperlihatkan disiplin lini belakang mereka.

2 dari 3 halaman

De la Fuente Belajar dari Pengalaman Lama

De la Fuente ternyata memiliki pengalaman panjang menghadapi Messi. Ia pernah bertemu sang penyerang ketika Messi masih berusia 16 tahun dan memperkuat tim muda Barcelona.

Saat itu, De la Fuente melatih Sevilla U-19 dan sempat memasang penjagaan ketat kepada Messi. Namun, keputusan mencabut pemain yang mengawalnya pada menit ke-70 justru berujung petaka.

"Mereka banyak bercerita tentang seorang anak bernama Messi. Kami menugaskan satu pemain untuk mengawalnya. Saat skor masih 0-0 dan pemain itu menerima kartu kuning, saya menariknya keluar. Dalam 15 menit berikutnya, Messi mencetak empat gol," kenang De la Fuente.

Pengalaman tersebut tidak membuatnya mengubah filosofi. "Apakah itu berarti kami akan melakukan pengawalan khusus? Tidak. Apakah kami akan memberi perhatian lebih kepadanya? Ya, tetapi sama seperti mereka juga harus memperhatikan pemain-pemain kami."

3 dari 3 halaman

Spanyol Waspada Argentina dan Messi pada Menit-menit Akhir

Salah satu kekuatan terbesar Argentina sepanjang Piala Dunia 2026 muncul pada fase akhir pertandingan. Dari total 19 gol yang mereka cetak, sebanyak 12 lahir setelah menit ke-75.

Messi menjadi aktor utama dalam periode tersebut lewat empat gol dan tiga assist. Kemampuannya menjaga ketenangan ketika lawan mulai kehilangan konsentrasi menjadi senjata yang terus membawa Argentina melewati berbagai pertandingan sulit.

Spanyol memiliki modal kuat untuk mengimbangi permainan sang juara bertahan melalui pertahanan yang solid dan penguasaan bola yang rapi. Namun, selama peluit panjang belum dibunyikan, kehadiran Lionel Messi akan selalu menjadi ancaman yang menuntut kewaspadaan penuh dari La Roja.

Sumber: Sports Illustrated


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL