
Bola.net - Belanda kembali datang ke Piala Dunia dengan harapan mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia pertama. Setelah mencapai semifinal Euro 2024 serta menembus perempat final Piala Dunia dan UEFA Nations League dalam beberapa tahun terakhir, Oranje kembali masuk dalam daftar tim yang layak diperhitungkan.
Turnamen di Amerika Utara kali ini menjadi penampilan ke-12 Belanda di Piala Dunia. Namun, sejarah juga mencatat mereka sebagai negara yang paling sering menjadi runner-up tanpa pernah mengangkat trofi, setelah kalah di final 1974, 1978, dan 2010.
Langkah pertama Ronald Koeman adalah memastikan timnya lolos dari Grup F. Berdasarkan catatan sejarah, Belanda memiliki alasan untuk percaya diri karena tidak pernah kalah dalam 16 pertandingan fase grup Piala Dunia sejak 1994.
Belanda Masih Mencari Performa Terbaik
Bintang Sunderland dan Timnas Belanda, Brian Brobbey (c) Official Sunderland
Koeman memiliki kenangan khusus dengan Piala Dunia di Amerika Serikat. Pada edisi 1994, ia menjadi kapten Belanda, dan kini kembali ke Amerika Utara sebagai pelatih kepala Oranje.
Meski demikian, persiapan Belanda menuju turnamen tidak berjalan sepenuhnya mulus. Mereka harus bekerja keras untuk melewati fase kualifikasi dan hanya mampu unggul tipis atas Polandia.
Dalam laga perpisahan sebelum berangkat ke Piala Dunia, Belanda juga menelan kekalahan dari Aljazair di De Kuip. Hasil tersebut mengakhiri rekor tak terkalahkan mereka yang telah bertahan selama 10 pertandingan.
Setelah itu, Oranje menjalani laga uji coba tertutup melawan Uzbekistan di New York. Mereka hanya menang melalui dua penalti Cody Gakpo, dengan gol kedua tercipta pada masa injury time, sehingga Koeman tentu berharap timnya tampil lebih meyakinkan saat menghadapi Jepang.
Roefs dan Brobbey di Skuad Oranje
Pemain Sunderland yang membela Timnas Belanda, Brian Brobbey dan Robin Roefs (c) Official Sunderland
Di balik nama-nama besar seperti Virgil van Dijk, Frenkie de Jong, Memphis Depay, dan Cody Gakpo, Belanda juga membawa sejumlah pemain yang bisa menjadi pembeda sepanjang turnamen. Dua di antaranya adalah pemain Sunderland, Robin Roefs dan Brian Brobbey.
Roefs masuk skuad Piala Dunia sebagai salah satu dari tiga penjaga gawang pilihan Koeman. Kiper berusia 23 tahun itu bergabung dengan Sunderland pada musim panas 2025 dan berhasil menembus skuad nasional setelah menunjukkan perkembangan pesat dalam kariernya.
Bahkan, ketika kondisi Bart Verbruggen sempat menjadi perhatian menjelang laga pembuka, nama Roefs ikut disebut sebagai salah satu opsi yang tersedia bagi Koeman.
Sementara itu, Brobbey memberikan alternatif tambahan di lini depan Oranje. Striker Sunderland tersebut kembali mendapatkan kepercayaan di tim nasional dan menjadi salah satu opsi yang dapat digunakan Koeman untuk menambah daya gedor ketika dibutuhkan.
Keduanya mungkin mendapatkan kesempatan menghadapi Jepang. Dalam turnamen panjang seperti Piala Dunia, kedalaman skuad sering kali menjadi faktor penentu, dan Roefs serta Brobbey berpeluang memberikan kontribusi penting ketika kesempatan datang.
Jepang Datang dengan Modal Besar
Jika Belanda masih mencari ritme permainan terbaik, Jepang justru tiba dengan kepercayaan diri tinggi. Samurai Blue akan menjalani Piala Dunia kedelapan secara beruntun dan datang dengan performa yang sangat menjanjikan.
Tim asuhan Hajime Moriyasu memenangkan enam laga persahabatan terakhir secara beruntun. Yang lebih mengesankan, mereka mampu mengalahkan Brasil dan Inggris dalam rangkaian hasil positif tersebut.
Jepang juga tampil dominan sepanjang kualifikasi zona Asia. Mereka mencetak 54 gol, jumlah terbanyak di antara seluruh peserta AFC, dan menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke putaran final selain tiga negara tuan rumah.
Selain tajam di depan, Jepang hanya kebobolan tiga gol selama kualifikasi. Keseimbangan antara organisasi permainan dan efektivitas serangan membuat mereka dipandang sebagai salah satu tim yang berpotensi memberi kejutan di turnamen ini.
Belanda tentu tidak akan meremehkan lawannya. Jepang pernah mengalahkan Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia 2022 sebelum akhirnya tersingkir secara dramatis lewat adu penalti melawan Kroasia.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Slavia Praha vs Arsenal di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 5 November 2026, 01:30
-
Link Streaming Leipzig vs Man City, 5 November 2026
Liga Champions 5 November 2026, 01:00
-
Link Streaming Slavia Praha vs Arsenal, 5 November 2026
Liga Champions 5 November 2026, 00:30
-
Tempat Menonton AEK Athens vs Real Madrid di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:59
-
Manchester United Siapkan Langkah Hukum jika Real Madrid Rekrut JJ Gabriel
Liga Inggris 4 November 2026, 23:57
-
Tempat Menonton Fenerbahce vs Liverpool di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:30
-
Link Streaming AEK Athens vs Real Madrid, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:00
-
Barcelona Konfirmasi Rodri Cedera Hamstring, Absen Lawan Atletico Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 22:53
-
Link Streaming Fenerbahce vs Liverpool 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 22:30
-
Tampil Menggila Bersama Barcelona, Raphinha Dapat Dukungan Raih Ballon d'Or
Liga Champions 4 November 2026, 22:13
-
Legenda Tenis Rafael Nadal Bakal Gabung Dewan Direksi Real Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 21:33
-
PSG Samai Rekor Threepeat UCL Real Madrid? Kenapa Tidak?
Liga Champions 4 November 2026, 21:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR