Murka Zlatan Ibrahimovic Lihat Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Main Seperti Italia!

Murka Zlatan Ibrahimovic Lihat Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Main Seperti Italia!
Ekspresi kesedihan Timnas Belanda usai tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) (c) AP Photo/Ricardo Mazalan

Bola.net - Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah tersingkir secara dramatis dari Maroko. Kekalahan lewat adu penalti tersebut memunculkan kritik tajam, termasuk dari legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic.

Oranje gagal melaju ke babak 16 besar setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum kalah dalam drama adu penalti. Maroko menunjukkan mental kuat dan menang untuk memastikan salah satu kejutan besar di turnamen.

Namun, bagi Ibrahimovic, masalah utama Belanda bukan hanya soal hasil akhir. Mantan penyerang Ajax Amsterdam itu menilai tim asuhan Ronald Koeman kehilangan karakter permainan yang selama ini melekat dengan sepak bola Belanda.

Ibrahimovic bahkan secara terbuka menyalahkan Koeman atas kegagalan tersebut. Menurutnya, Belanda bermain dengan pendekatan yang bertentangan dengan identitas sepak bola menyerang yang selama ini dikenal dunia.

1 dari 2 halaman

Ibrahimovic Kritik Keras Cara Bermain Belanda

Pemain Belanda Virgil van Dijk (4) berduel udara dengan pemain Maroko Ismael Saibari (11) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda vs Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin, 29 Juni 2026 (c) AP Photo/Dolores Ochoa

Pemain Belanda Virgil van Dijk (4) berduel udara dengan pemain Maroko Ismael Saibari (11) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda vs Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin, 29 Juni 2026 (c) AP Photo/Dolores Ochoa

Selain hasil akhir, Ibrahimovic menyoroti pendekatan permainan Belanda. Ia merasa tim tersebut tidak menunjukkan karakter menyerang yang menjadi ciri khas Oranje.

Dalam analisis setelah pertandingan, Ibrahimovic menyebut Ronald Koeman sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

"Kekalahan ini adalah kesalahan Koeman, karena saya tidak mengenali tim Belanda ini. Dia kalah dengan identitas yang bukan identitas Belanda. Itu membuat saya marah," katanya di FOX Sports.

Menurut Ibrahimovic, Belanda seharusnya tetap mempertahankan gaya bermain menyerang meski menghadapi lawan kuat seperti Maroko. Ia menilai perubahan pendekatan membuat Oranje kehilangan jati diri.

2 dari 2 halaman

Belanda Kehilangan Identitas

Pelatih Belanda, Ronald Koeman, sebelum pertandingan melawan Tunisia di Piala Dunia 2026, Jumat (26/6/2026). (c) AP Photo/Ed Zurga

Pelatih Belanda, Ronald Koeman, sebelum pertandingan melawan Tunisia di Piala Dunia 2026, Jumat (26/6/2026). (c) AP Photo/Ed Zurga

Ibrahimovic kemudian membandingkan gaya bermain Belanda saat ini dengan filosofi yang selama ini melekat pada negara tersebut. Menurutnya, sepak bola Belanda selalu identik dengan keberanian menyerang.

"Saya selalu diajari: serang, serang, serang. Ini bukan identitas Belanda. Hari ini, Koeman tampak seperti pelatih Italia yang bermain untuk tidak kalah, sedangkan Belanda selalu bermain untuk menang," ucap mantan pemain Ajax Amsterdam.

Belanda bahkan hanya mencatatkan 35 persen penguasaan bola dalam laga tersebut. Bagi Ibrahimovic, statistik itu menunjukkan perubahan besar dari karakter sepak bola Belanda yang selama ini mengutamakan dominasi permainan.

"Jika kalah, setidaknya kalahlah dengan identitas Anda sendiri dan jangan mengubahnya. Ini bukan Belanda yang biasa saya lihat. Anda juga bisa melihat dari cara mereka bermain bahwa mereka tidak merasa nyaman."

"Penguasaan bola hilang, sepak bola menyerang hilang. Itu terlihat sangat buruk, dan itu semua kesalahan Koeman. Saya pikir itu sama sekali bukan apa-apa, benar-benar bukan apa-apa," tegasnya.

Sumber: FOX Sports


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL