Belgia Bertahan dalam Harapan, lalu Mengubahnya Menjadi Kemenangan

Belgia Bertahan dalam Harapan, lalu Mengubahnya Menjadi Kemenangan
Para pemain Belgia merayakan kemenangan dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Ted S. Warren

Bola.net - Belgia nyaris mengemasi koper lebih cepat dari yang mereka bayangkan. Tertinggal dua gol hingga menit-menit akhir, langkah mereka di Piala Dunia 2026 tampak berada di ujung jalan.

Waktu terus berjalan dan Senegal terlihat semakin dekat dengan tiket ke babak 16 besar. Di sisi lain, para pemain Belgia masih bertahan pada satu hal yang tidak bisa diukur dengan statistik, yakni keyakinan.

Pada akhirnya, keyakinan itulah yang mengubah cerita pertandingan. Dari posisi yang hampir mustahil, Belgia bangkit dan meraih kemenangan dramatis 3-2 setelah perpanjangan waktu di babak 32 besar.

1 dari 2 halaman

Saat Senegal Merasa Kemenangan Sudah Dekat

Pemain Senegal Habib Diarra (kanan) berselebrasi setelah mencetak gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Ted S. Warren

Pemain Senegal Habib Diarra (kanan) berselebrasi setelah mencetak gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Ted S. Warren

Sejak awal pertandingan, Senegal bermain dengan keberanian dan intensitas tinggi. Serangan demi serangan datang melalui kecepatan Sadio Mane dan kreativitas Iliman Ndiaye.

Belgia kesulitan menemukan ritme permainan mereka. Bahkan sebelum gol pertama tercipta, Senegal sudah beberapa kali membuat lini belakang lawan berada dalam tekanan besar.

Gol Habib Diarra pada menit ke-25 terasa seperti hadiah yang pantas untuk dominasi Senegal. Keunggulan itu lahir setelah Ismaila Sarr kembali membuktikan dirinya sebagai ancaman utama bagi pertahanan Belgia.

Ketika Sarr mencetak gol kedua pada menit ke-51, suasana pertandingan berubah semakin berat bagi Belgia. Banyak yang mungkin mulai berpikir bahwa kisah mereka di turnamen ini akan berakhir.

Namun, sepak bola sering kali tidak mengikuti naskah yang tampak paling logis. Ada ruang bagi kejutan selama peluit akhir belum berbunyi.

2 dari 2 halaman

Saat Itulah Belgia Mengubah Arah Pertandingan

Pemain Belgia Youri Tielemans (8) merayakan gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Pemain Belgia Youri Tielemans (8) merayakan gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal di Seattle, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Harapan Belgia muncul kembali pada menit ke-86. Romelu Lukaku, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol dan membuka celah kecil di tengah situasi yang hampir tertutup rapat.

Tiga menit kemudian, celah kecil itu berubah menjadi pintu yang terbuka lebar. Youri Tielemans menyundul bola ke gawang Senegal dan membuat skor kembali imbang.

Perpanjangan waktu menghadirkan ketegangan baru bagi kedua tim. Senegal berusaha bertahan dari guncangan mental, sementara Belgia terus mengejar momentum yang telah mereka bangun.

Saat adu penalti mulai terasa tak terhindarkan, drama terakhir muncul di kotak penalti Senegal. Tielemans dijatuhkan dan wasit memberikan penalti setelah meninjau tayangan VAR.

Tielemans maju sebagai eksekutor dengan beban harapan satu negara di pundaknya. Tendangannya pada menit 120+5 mengubah keheningan menjadi ledakan kegembiraan bagi Belgia.

Pelatih Rudi Garcia melihat kemenangan itu sebagai bukti bahwa keyakinan dapat mengubah arah pertandingan. Menurutnya, kekuatan Belgia tidak hanya berada pada pemain inti, tetapi juga mereka yang masuk dari bangku cadangan.

“Dalam sepak bola, apa pun selalu mungkin terjadi selama Anda mempercayainya. Kekuatan skuad ini juga terletak pada para pemain yang masuk dari bangku cadangan, karena Anda tidak bisa meraih hasil hanya dengan sebelas pemain,” ujar Garcia.

Belgia tidak hanya memenangi pertandingan. Mereka juga menghidupkan kembali salah satu alasan mengapa sepak bola terus dicintai, karena selama masih ada waktu dan keyakinan, tidak ada cerita yang benar-benar selesai.

Sumber: FIFA


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL