- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp turut berkomentar soal kontroversi yang menyerang Mesut Ozil dan Ilkay Gundogan dewasa ini. Dia percaya Ozil dan Gundogan hanyalah korban dari para hipokrit politik yang menunggangi kasus Ozil di balik tujuan terselubung mereka yang sebenarnya.
Kasus rasial ini dimulai saat Ozil dan Gundogan mengunggah foto bersama presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di media sosial. Ozil dan Gundogan - yang memiliki darah Turki - langsung diserang kritik dan dianggap sebagai pemain yang tak setia pada negaranya, bahkan beberapa pihak menuntut Joachim Low untuk tak membawa Ozil dan Gundogan ke Piala Dunia 2018.
Isu ini semakin deras saat timnas Jerman tersingkir di fase grup Piala Dunia. Ozil terus dihajar kritik sebagai salah satu penyebab utama kekalahan Jerman, bahkan dia dinilai sudah tak lagi layak membela juara dunia 2014 itu.
Pemain Arsenal tersebut akhirnya memutuskan pensiun dari timnas Jerman karena merasakan diskriminasi dalam skuat Jerman dan sikap rasial para pendukung Jerman. Ozil tak kuat lagi menghadapi tindakan rasial.
Baca komentar Klopp terkait kasus Ozil di bawah ini:
Tak Tahu tapi Banyak Omong

Menurut Klopp, Ozil jelas merupakan korban. Dia percaya kasus ini lebih banyak melibatkan dunia politik daripada sepak bola. Menurutnya mereka yang mengkritik Ozil sebenarnya adalah orang yang tak tahu apa pun.
"Ini (kasus Ozil) adalah contoh dari informasi yang salah dan, tentu saja, omong kosong sepenuhnya. Di dunia politik, hal-hal kecil selalu dibesar-besarkan dan hal-hal besar dikesampingkan supaya tak terus berlanjut," ungkap Klopp dikutip dari fourfourtwo.
"Pada umumnya, orang yang cerdas cenderung menahan diri karena tidak mudah mengucapkan hal yang benar. Saya menganggap diri saya sebagai salah satunya."
"Justru mereka yang tak tahu apa-apa terlalu banyak berkomentar di kasus ini," tegas Klopp.
Indah

Lebih lanjut, meski banyak pemain Jerman yang berdarah campuran, Klopp percaya hal itu tak lantas mencoreng kesetiaan mereka. Dia mengenal beberapa pemain berdarah campuran seperti Ilkay Gundogan dan Emre Can, Klopp menjamin keduanya adalah pemain yang sangat setia pada timnas Jerman. alhasil dia tak ragu Ozil pun demikian.
"Saya mengenal Ilkay Gundogan sangat baik, saya tahu Emre Can dan Nuri Sahin sangat baik. Saya tak mengenal Mesut dengan baik, tetapi saya akan senang membawanya ke rumah."
"Saya tak meragukan orang-orang ini, setidaknya soal loyalitas mereka pada tanah kelahiran kami. Perbedaannya hanyalah mereka punya satu hal lain dalam warisan mereka. Di mana masalahnya? Itu Indah," tandas Klopp. (fft/dre)
Tonton Vidio Menarik Ini

Bulutangkis beregu putra Indonesia hanya mendapatkan medali perak pada Asian Games 2018 usai takluk oleh China dengan skor akhir 1-3.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bicara Soal Kasus Ozil, Klopp Yakin Perbedaan Itu Indah
Piala Dunia 23 Agustus 2018, 08:51
-
Presiden Bayern Anggap Ozil Tak Pantas Jadi Kapten Arsenal
Liga Inggris 22 Agustus 2018, 23:24
-
Bos Bayern Lagi-lagi Serang Ozil
Liga Eropa Lain 20 Agustus 2018, 19:53
-
Khedira Tak Sabar Segera Main Bareng Ronaldo
Liga Italia 17 Agustus 2018, 04:18
-
Ozil Didukung untuk Bungkam Para Pengkritiknya
Liga Inggris 17 Agustus 2018, 01:34
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 00:14
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia
Piala Dunia 10 Juli 2026, 22:19
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
-
Prancis di Piala Dunia 2026: Terbaik, Skilful, dan Paling Berbahaya
Piala Dunia 10 Juli 2026, 17:53
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
-
Hadapi Musim yang Padat, Persib Kelola Fisik dan Mental
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 16:58
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR