
Bola.net - Kekalahan dari Fluminense di ajang Piala Dunia Antarklub 2025 menyisakan kekecewaan mendalam bagi Inter Milan. Namun, pelatih anyar mereka, Cristian Chivu, mencoba melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda dan lebih positif.
Di tengah analisisnya mengenai jalannya pertandingan, Chivu juga harus merespons situasi panas di ruang ganti. Hal ini dipicu oleh komentar pedas sang kapten, Lautaro Martinez, yang secara terbuka menyindir pemain yang tidak lagi berkomitmen.
Menariknya, Chivu mengakui bahwa ia memiliki pandangan yang sama dengan sang kapten. Namun, ia menegaskan bahwa caranya dalam menyampaikan pesan tersebut jauh lebih halus dan diplomatis ketimbang Lautaro.
Sebagai nakhoda baru, Chivu sadar betul bahwa ia harus bisa meredam gejolak internal. Di saat yang sama, ia juga perlu mengirimkan pesan tegas bahwa ambisi dan kerja keras adalah harga mati untuk musim depan.
Gelas Setengah Penuh ala Chivu
Cristian Chivu baru saja mengambil alih kursi kepelatihan beberapa hari sebelum terbang ke Amerika Serikat. Ia melihat pengalaman di Piala Dunia Antarklub ini bukan sebagai sebuah kegagalan total.
Baginya, turnamen ini justru menjadi kesempatan berharga untuk mengenal skuadnya secara lebih mendalam. Ia kini memiliki bekal penting untuk merencanakan musim depan dengan lebih baik.
"Saya selalu melihat gelas setengah penuh, jika tidak, itu membuat saya sakit kepala. Jadi, mari kita membangun dari tiga pekan ini untuk merencanakan musim depan," ujar Chivu kepada Sport Mediaset.
Analisis Kekalahan dari Fluminense
Secara teknis, Chivu mengakui bahwa Fluminense tampil lebih segar dan tajam ketimbang timnya. Ia juga mengkritik pendekatan para pemainnya yang dinilai terlalu angkuh di atas lapangan.
Menurutnya, para pemain Inter terlalu ingin memainkan sepak bola indah padahal seharusnya bisa bermain lebih sederhana. Ia juga menyoroti level energi timnya yang sudah terkuras habis.
"Secara keseluruhan, Anda semua bisa melihat level energi kami. Kami mencoba hingga akhir untuk membalikkannya, dan juga tidak beruntung karena membentur tiang dua kali dan dengan peluang Stefan de Vrij itu," ungkapnya.
Satu Visi dengan Sang Kapten
Kekalahan ini menjadi puncak dari musim yang sangat mengecewakan bagi Inter Milan. Hal ini pula yang memicu ledakan amarah dari kapten Lautaro Martinez dalam sesi wawancara setelah laga.
Saat ditanya mengenai komentar pedas sang kapten, Chivu memberikan jawaban yang sangat menarik. Ia menegaskan bahwa sebagai pemenang, para pemain harus menunjukkan harga diri dan karakter mereka.
"Saya juga mengatakan dalam konferensi pers saya bahwa kita semua harus bekerja ke arah yang sama, hanya saja saya sedikit lebih diplomatis dan Lautaro masuk dengan 'tekling keras'," kata Chivu.
Diplomatis, tapi Pesan Tetap Tegas
Meskipun mengakui perbedaan gaya dalam menyampaikan pesan, Chivu pada dasarnya sepakat dengan inti dari ultimatum Lautaro. Ia merasa pesan tersebut berlaku untuk semua orang di dalam klub.
Ia menegaskan bahwa untuk bisa menebus musim yang sulit, semua elemen tim harus memiliki ambisi yang sama. Tidak ada tempat bagi siapa pun yang tidak mau bekerja keras untuk tujuan bersama.
"Tetapi pesan ini berlaku untuk semua orang, di dalam tim dan klub yang ingin menebus musim yang sulit, kami perlu merencanakan musim depan dengan ambisi," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Fabio, Kiper 44 Tahun Fluminense yang Gagalkan Langkah Inter Milan
Piala Dunia 1 Juli 2025, 10:47
LATEST UPDATE
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59

























KOMENTAR