Bola.net - - Bintang timnas Brasil, Neymar tidak begitu memedulikan kritik pada permainannya di Piala Dunia 2018 Rusia ini. Sejauh ini Neymar terus bermain di empat laga Brasil dan sudah membantu Selecao sampai di perempat final.
Namun Neymar terus dikritik karena dinilai bersikap berlebihan saat dijatuhkan lawan dalam duel di lapangan. Neymar memang dikenal sebagai pemain gesit yang doyan menggiring bola dan berlama-lama menguasai bola, hal inilah yang kerap kali membuat pemain lawan harus melanggarnya.
Banyak yang menilai sikap Neymar itu sebagai tindakan tidak sportif bagi seorang olahragawan. Juga banyak yang langsung menganggap Neymar telah bertindak memalukan.
Tidak Peduli

Menukil espn, Neymar mengaku kritik tersebut sama sekali tidak mengganggunya. Dia justru beranggapan bahwa kritik tersebut memang sengaja disuarakan dengan maksud mengacaukan permainannya.
"Dengar, saya pikir itu lebih merupakan usaha untuk mengacaukan saya daripada lainnya," tegas Neymar.
"Saya tidak terlalu memedulikan kritik, bahkan juga tidak dari pers karena hal itu dapat mempengaruhi atlet. Di dua pertandingan terkahir saya tidak berbicara dengan pers karena ada terlalu banyak orang berbicara."
Membantu Rekan

Lebih lanjut, Neymar mengaku segala usaha yang dia lakukan di lapangan hanya demi membantu Brasil. Sebab baginya dia berada di timnas Brasil tidak lain untuk memberikan yang terbaik bagi negaranya.
"Saya hanya ingin bermain dan membantu rekan setim saya, saya harus membantu tim dan itulah alasan saya berada di sini, bukan yang lain.
"Saya di sini untuk menang dan semoga saya bisa terus berkembang," pungkas dia.
Simak Video Menarik Ini

TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Meunier Klaim Belgia Sanggup Jegal Brasil
Piala Dunia 3 Juli 2018, 20:44
-
Brasil vs Belgia, Meunier Bingung Bagaimana Cara Hentikan Neymar
Piala Dunia 3 Juli 2018, 20:16
-
Menodai Sportivitas, Neymar Tak Akan Pernah Jadi Pemain Terbaik
Piala Dunia 3 Juli 2018, 15:02
-
Pernyataan Resmi Real Madrid Soal Transfer Neymar
Liga Spanyol 3 Juli 2018, 12:54
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR