Tim Dunga itu menunjukkan sisi baik dan buruk di kemenangan 2-0 mereka atas Republik Irlandia pada pertandingan yang berlangsung Rabu dini hari (03/03) di Stadion Emirates milik itu. Pelatih Selecao itu sadar masih ada yang perlu diperbaiki sebelum benar-benar berlaga di Afrika Selatan tahun ini.
Seperti biasa, pemenang lima kali Piala Dunia ini selalu dianggap sebagai unggulan untuk memenangkan turnamen, tapi Dunga mengklaim dia terkejut dengan status unggulan itu karena dia terus mendengar berita betapa buruk penampilan pemainnya yang tampil di Eropa musim ini.
Dunga dengan jujur mengakui Brasil harus memperbaiki diri dengan dasar babak pertama mereka yang datar saat lawan Irlandia.
Butuh gol bunuh diri Keith Andrews sebelum akhir babak pertama untuk menghidupkan kembali semangat tim Amerika Selatan itu.
Penyelesaian pada menit ke 76 menit yang memanfaatkan umpan dengan posisi terbalik dari dan Grafite, dengan sempurna menunjukkan permainan menakjubkan yang diharapkan dunia magis dari Brasil. Tetapi Dunga lebih ingin menekankan pentingnya keseimbangan dalam tim dibandingkan menyenangkan fans negaranya yang sangat mengharapkan adanya permainan indah.
"Setiap kali Brasil pergi ke Piala Dunia, selalu ada cerita yang sama. Menjadi favorit atau tidak, benar-benar tidak begitu begitu berarti buat saya. Kita hanya perlu bermain," kata Dunga.
"Bagi saya adalah sebuah kejutan kalau Brasil dianggap favorit karena akhir-akhir ini saya telah membaca bahwa semua pemain Brazil bermain buruk di Eropa!" ungkapnya.
"Ketika kami pergi ke Piala Dunia, kami harus meningkatkan bagian-bagian tertentu. Semua orang tahu, kami akan menghadapi lawan yang sama baiknya dengan Brasil. Mereka akan bermain dengan sekuat tenaga selama Piala Dunia," tambahnya.
"Tapi kami telah menghabiskan tiga setengah tahun untuk membangun tim ini dan hampir semuanya sudah jelas bagi kita. Kami memiliki tim yang bagus dengan penuh motivasi. Kami telah memenangkan Copa America dan lolos ke putaran final Piala Dunia, jadi tidak ada alasan untuk tidak bahagia," pungkasnya. (afp/cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Denis Kolinger, Tembok Udara Persija dengan Tinggi 199 Cm
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 20:33
-
DNA Sukses Spanyol Dimulai saat Juara Euro U-19 2015
Piala Dunia 15 Juli 2026, 20:12
-
Persib Membangun Kedalaman Skuad untuk Tempur di Empat Kompetisi
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:43
-
Misi Perdana Shin Tae-yong di Persija: Bangun Fondasi Fisik
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:19
-
Jadwal Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026
Voli 15 Juli 2026, 13:29
-
Sedikit Hiburan buat Kylian Mbappe dan Didier Deschamps
Piala Dunia 15 Juli 2026, 10:22
-
Rating Pemain Spanyol saat Kalahkan Prancis: Dominan di Semua Lini
Piala Dunia 15 Juli 2026, 08:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR