
Bola.net - FIFA akhirnya menyalahkan gangguan teknis atas kekacauan VAR yang terjadi saat Swiss ditahan imbang Qatar 1-1 pada Minggu (15/6/2026) lalu. Kontroversi muncul setelah Swiss mendapat penalti akibat pelanggaran terhadap Remo Freuler, keputusan yang langsung memicu perdebatan luas.
Penalti itu diberikan karena Freuler dan Breel Embolo dinilai masih berada dalam posisi onside saat serangan dibangun. Namun, tayangan siaran langsung tidak menampilkan animasi grafis 3D otomatis yang biasanya digunakan untuk memverifikasi keputusan offside.
Ketiadaan visual tersebut membuat penonton dan para pengamat mempertanyakan validitas keputusan VAR. Tayangan ulang yang tersedia dianggap tidak cukup meyakinkan, sehingga kritik terhadap FIFA terus mengalir sepanjang pertandingan hingga setelah laga berakhir.
Pertandingan di San Francisco Bay Area itu sendiri berakhir mengecewakan bagi Swiss. Setelah sempat unggul, mereka harus puas berbagi angka usai Qatar mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir. Berikut kronologi gangguan sistem dan reaksi keras yang ditujukan kepada FIFA.
Penjelasan FIFA Terkait Hilangnya Grafis 3D
FIFA bergerak meredakan polemik dengan mengeluarkan pernyataan resmi melalui media sosial. Klarifikasi itu disampaikan lebih dari empat jam setelah pertandingan selesai.
Dalam penjelasannya, FIFA membagikan gambar garis offside yang ditarik secara manual oleh petugas VAR sebagai pengganti animasi otomatis. Mereka menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan tetap berjalan sesuai prosedur.
"Selama pertandingan Qatar melawan Swiss di San Francisco Bay Area, gangguan teknis singkat membuat grafis animasi onside tidak dapat ditampilkan sebelum penalti diberikan kepada Swiss pada menit ke-14. Masalah itu segera berhasil diatasi," tulis FIFA.
"Proses kerja VAR tidak terpengaruh oleh gangguan tersebut dan tetap mengikuti prosedur normal saat memeriksa keputusan di lapangan. Garis yang digunakan VAR untuk memeriksa posisi pemain menunjukkan tidak ada pemain penyerang yang berada dalam posisi offside dalam dua situasi sebelum keputusan penalti diambil," lanjut pernyataan itu.
Amukan Gary Neville dan Tudingan Diktator
Tidak adanya transparansi secara langsung di layar televisi memicu kemarahan mantan bek Manchester United, Gary Neville. Saat bertugas sebagai pandit ITV, ia menuding FIFA gagal menunjukkan bukti yang seharusnya bisa menjelaskan keputusan tersebut kepada publik.
Neville menilai insiden itu berpotensi mengikis kepercayaan suporter, baik yang berada di stadion maupun yang menonton dari rumah. Menurutnya, keputusan penalti tetap sulit diterima tanpa bukti visual yang jelas.
"Kita semua yang duduk di sini berpikir begitu, dan semua orang di rumah juga. Gol itu offside. FIFA adalah penyelenggara, mereka punya bukti dari sistem otomatis itu. Jadi mengapa tidak ditunjukkan kepada kita?" ujar Neville.
"Ini seperti tindakan seorang diktator. Mereka menyimpan bukti itu dan tidak menunjukkannya kepada para penggemar. Ini konyol. Tunjukkan kepada kami apakah itu offside atau tidak. Di mana transparansinya?" tambahnya.
Skandal di Mata Ian Wright
Neville bukan satu-satunya yang kecewa. Mantan striker Arsenal, Ian Wright, yang berada di studio yang sama, juga mengkritik keras cara FIFA menangani situasi tersebut.
Menurut Wright, FIFA terlalu sering bertindak tanpa memberikan penjelasan yang memadai kepada publik. Baginya, kejadian di San Francisco justru memperburuk kepercayaan terhadap penggunaan teknologi dalam sepak bola modern.
"Mereka melakukan apa yang mereka mau. Kita sedang melihatnya sekarang. Ini memalukan," kata Wright.
Di tengah perdebatan mengenai penalti yang berhasil dikonversi Breel Embolo menjadi gol, Swiss pada akhirnya gagal meraih kemenangan. Qatar mencetak gol pada menit ke-94 dan memaksa laga berakhir imbang 1-1.
Kini perhatian beralih ke pertandingan berikutnya. FIFA dituntut membuktikan bahwa sistem teknologi mereka tetap dapat diandalkan dan tidak kembali menimbulkan kontroversi yang merusak kepercayaan terhadap jalannya turnamen.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:06
-
Ada Iklan di Tengah Laga, Tayangan Piala Dunia 2026 Langsung Tuai Kritik
Piala Dunia 12 Juni 2026, 19:31
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Belanda vs Jepang: Virgil van Dijk
Piala Dunia 15 Juni 2026, 05:24
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Spanyol vs Tanjung Verde
Piala Dunia 15 Juni 2026, 05:21
-
Hasil Belanda vs Jepang: Cetak Gol Menit 89, Samurai Biru Menolak Kalah!
Piala Dunia 15 Juni 2026, 04:55
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Swedia vs Tunisia
Piala Dunia 15 Juni 2026, 04:21
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Pantai Gading vs Ekuador
Piala Dunia 15 Juni 2026, 03:41
-
Man of the Match Jerman vs Curacao: Kai Havertz
Piala Dunia 15 Juni 2026, 02:40
-
Link Streaming Pantai Gading vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 15 Juni 2026, 02:38
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28























KOMENTAR