Presiden FIFA Gianni Infantino Dipanggil soal Relasi dengan Donald Trump

Presiden FIFA Gianni Infantino Dipanggil soal Relasi dengan Donald Trump
FILE - Presiden Donald Trump mengangkat kartu merah saat bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Selasa, 28 Agustus 2018 (c) AP Photo/Evan Vucci, File

Bola.net - Presiden FIFA, Gianni Infantino, diminta hadir di hadapan Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat untuk menjelaskan hubungan dekatnya dengan Presiden Donald Trump. Permintaan tersebut muncul setelah sejumlah keputusan FIFA memunculkan pertanyaan tentang kedekatan organisasi sepak bola dunia itu dengan pemerintahan Trump.

Infantino dan Trump telah lama memiliki hubungan yang erat dalam berbagai agenda sepak bola internasional. Kedekatan tersebut semakin menjadi perhatian setelah FIFA memberikan penghargaan FIFA Peace Prize pertama kepada Trump.

FIFA juga memindahkan lokasi undian Piala Dunia ke John F. Kennedy Center di Washington yang berada dalam pengaruh tim Trump. Selain itu, Infantino memiliki kantor di Trump Tower, New York City, sebuah langkah yang memperkuat perhatian publik terhadap relasi keduanya.

Perhatian terhadap Presiden FIFA meningkat setelah Trump meminta bantuan Infantino terkait hukuman kepada penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun. Permintaan itu kemudian dikabulkan dan memicu keluhan resmi dari Federasi Sepak Bola Norwegia.

1 dari 3 halaman

Permintaan Penjelasan dari Komite Kehakiman

Anggota DPR Amerika Serikat, Jamie Raskin, mengirim surat kepada Infantino untuk meminta wawancara resmi terkait hubungan dengan Presiden Trump. Ia ingin mendapatkan informasi mengenai komunikasi antara FIFA dan pihak yang terhubung dengan pemerintahan Trump.

“Pertukaran kepentingan terbaru yang dilakukan FIFA dan Presiden Trump bukanlah kejahatan tanpa korban. Hal itu merugikan warga Amerika.”

Raskin juga mempertanyakan kebijakan FIFA terkait penjualan tiket dan keuangan Piala Dunia. Ia menilai terdapat tindakan yang merugikan konsumen Amerika melalui harga berlebihan dan praktik penjualan yang dianggap tidak transparan.

2 dari 3 halaman

FIFA Dituding Memiliki Masalah Etika

Dalam suratnya, Raskin membandingkan situasi Infantino dengan kasus korupsi yang pernah menimpa mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter. Ia menilai ada dugaan penyalahgunaan hubungan antara FIFA dan pemerintahan Trump yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Tuduhan mengenai “suap terang-terangan” muncul dalam kritik Raskin terhadap FIFA. Ia juga menyampaikan bahwa warga Amerika telah menjadi pihak yang dirugikan akibat kebijakan finansial terkait Piala Dunia.

Presiden FIFA kini diminta menghadiri wawancara resmi untuk memberikan penjelasan mengenai relasinya dengan Presiden Trump. Namun, posisi politik Raskin sebagai bagian dari kelompok minoritas di DPR membuat langkah hukum lanjutan belum mudah dilakukan.

3 dari 3 halaman

Masa Depan Infantino dan Respons Gedung Putih

Persoalan ini dapat kembali mencuat saat proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia Wanita 2031 berlangsung. Turnamen tersebut direncanakan berlangsung bersama di Amerika Serikat, Meksiko, Kosta Rika, dan Jamaika.

Gedung Putih memberikan respons keras terhadap surat Raskin melalui juru bicara Davis Ingle. Ia membela peran Trump dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang dinilai membawa dampak ekonomi besar bagi berbagai kota tuan rumah.

“Berkat visi berani dan kepemimpinan tegasnya, Piala Dunia FIFA 2026 menghasilkan miliaran dolar pendapatan, menciptakan dorongan ekonomi besar di kota-kota tuan rumah, serta menghadirkan pengalaman aman dan lancar bagi jutaan penggemar dan atlet dari seluruh dunia.”

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kini berada dalam situasi yang membutuhkan klarifikasi terbuka mengenai hubungan dengan Trump. Pemeriksaan tersebut dapat menjadi ujian penting bagi citra FIFA menjelang agenda besar sepak bola dunia berikutnya.

Sumber: Sports Illustrated


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL