FIFA Tolak Permintaan Timnas Iran Pindahkan Piala Dunia 2026 ke Meksiko: Bisa Bikin Logistik Terlalu Rumit

FIFA Tolak Permintaan Timnas Iran Pindahkan Piala Dunia 2026 ke Meksiko: Bisa Bikin Logistik Terlalu Rumit
Gambar ilustrasi bendera Iran (c) AP Photo/Vahid Salemi

Bola.net - FIFA secara resmi menolak permohonan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk memindahkan lokasi pertandingan fase grup Piala Dunia 2026. Keputusan ini memastikan Team Melli tetap harus berlaga di wilayah Amerika Serikat sesuai jadwal semula yang telah ditetapkan.

Gelaran akbar ini sejatinya menjadi panggung olahraga, namun tensi geopolitik sempat membayangi persiapan Iran di turnamen tersebut. Permintaan pemindahan ke Meksiko muncul sebagai imbas dari eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari lalu.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengonfirmasi bahwa otoritas sepak bola tertinggi dunia tidak akan mengubah status tuan rumah bagi Iran. Langkah FIFA ini diambil demi menjaga integritas jadwal dan komitmen penyelenggaraan yang telah disusun jauh-hari sebelumnya.

Kendala logistik menjadi alasan fundamental di balik penolakan yang diberikan oleh induk organisasi pimpinan Gianni Infantino tersebut. FIFA menegaskan bahwa pergeseran lokasi di tengah persiapan yang sudah matang akan merusak manajemen turnamen secara keseluruhan.

Meskipun Meksiko menunjukkan keterbukaan untuk menampung laga Iran, keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas Zurich sepenuhnya. Kini perhatian dunia tertuju pada bagaimana aspek keamanan dan sportivitas akan dijunjung tinggi selama turnamen berlangsung di Pantai Barat.

1 dari 2 halaman

Benturan Geopolitik dan Ketegangan di Balik Layar

Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Trofi Piala Dunia 2026 dipajang di kantor FIFA di Zurich, Swiss pada 13 Desember 2024 lalu. (c) Til Buergy/Keystone via AP, File

Konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari 2026 telah menciptakan situasi yang sangat sensitif bagi para atlet nasional Iran. Eskalasi militer ini memicu kekhawatiran serius mengenai keselamatan pemain serta ofisial selama mereka berada di wilayah Amerika Serikat.

Menanggapi situasi tersebut, FFIRI mengajukan keberatan resmi dan meminta perlindungan melalui pemindahan lokasi pertandingan ke Meksiko bulan lalu. Namun, FIFA bersikukuh bahwa arena pertandingan tidak akan bergeser dari kota-kota yang sudah diputuskan melalui proses undian.

“FIFA akhirnya memutuskan bahwa pertandingan tidak dapat dipindahkan dari tempat asalnya,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers di Mexico City dikutip dari Aljazeera.

Keputusan ini secara otomatis menutup ruang negosiasi bagi pihak Iran yang sempat berharap bisa bertanding di lingkungan yang lebih netral.

“Pemindahan itu akan membuat logistik terlalu rumit, dan keputusan ini diambil oleh FIFA,” katanya menegaskan posisi organisasi internasional tersebut.

2 dari 2 halaman

Komitmen Infantino dan Jadwal Grup G

Penyerang Maroko, Brahim Abdelkader Diaz ketika menerima sepatu emas Piala Afrika 2025 dari Presiden FIFA, President Gianni Infantino. (c) AP Photo/Themba Hadebe

Penyerang Maroko, Brahim Abdelkader Diaz ketika menerima sepatu emas Piala Afrika 2025 dari Presiden FIFA, President Gianni Infantino. (c) AP Photo/Themba Hadebe

Presiden FIFA, Gianni Infantino, melakukan langkah proaktif dengan menemui perwakilan sepak bola Iran secara langsung di Turki pada akhir Maret. Pertemuan tertutup tersebut bertujuan untuk meredam kekhawatiran mengenai keamanan dan isu boikot yang sempat mencuat ke permukaan publik.

“Pertandingan akan dimainkan di tempat yang seharusnya, sesuai dengan undian,” kata Infantino di sela-sela pertandingan persahabatan Iran melawan Kosta Rika.

FIFA menjamin bahwa segala protokol keamanan akan ditingkatkan guna memastikan kelancaran setiap pertandingan yang melibatkan peserta dari Grup G.

Berdasarkan jadwal resmi, Iran akan menghadapi tantangan besar melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru di pesisir barat Amerika Serikat. Mereka dijadwalkan bermain di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, kemudian bertolak ke Seattle untuk laga pamungkas pada 26 Juni.

Sumber: Aljazeera


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL