Ghana Protes Keras Kanada Usai Tolak Visa Thomas Partey

Ghana Protes Keras Kanada Usai Tolak Visa Thomas Partey
Aksi Thomas Partey dalam laga Real Madrid vs Arsenal, Kamis (17/4/2025). (c) AP Photo/Bernat Armangue

Bola.net - Pemerintah Ghana melayangkan protes diplomatik kepada Kanada setelah gelandang andalan mereka, Thomas Partey, ditolak masuk ke wilayah negara tersebut menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026.

Keputusan otoritas Kanada itu memicu ketegangan karena Ghana dijadwalkan menghadapi Panama pada pertandingan pertama Grup L yang berlangsung di Kanada pada Rabu mendatang. Akibat penolakan visa tersebut, Partey untuk sementara harus tetap berada di kamp pelatihan tim nasional Ghana di Boston, Amerika Serikat.

Pemain berusia 33 tahun itu saat ini tengah menghadapi proses hukum di Inggris setelah didakwa atas tujuh tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan kekerasan seksual oleh Kepolisian Metropolitan London. Meski demikian, Partey telah menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

1 dari 6 halaman

Ghana Nilai Keputusan Kanada Tidak Adil

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Ghana pada Sabtu, pemerintah menyatakan keberatan atas keputusan yang dianggap terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan asas keadilan.

"Pemerintah Republik Ghana menyampaikan keberatan serius atas keputusan Kanada yang sangat tidak adil," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah Ghana menilai penggunaan dakwaan yang belum diputuskan secara hukum sebagai dasar penolakan masuk menimbulkan pertanyaan besar mengenai prinsip keadilan dan proporsionalitas.

Meski mengakui hak Kanada untuk menerapkan aturan imigrasinya sendiri, Ghana menilai keputusan tersebut mengabaikan asas praduga tak bersalah yang menjadi fondasi sistem hukum modern.

Karena itu, Ghana mengaku telah melakukan komunikasi diplomatik intensif dengan pihak berwenang Kanada guna meminta peninjauan kembali terhadap keputusan tersebut.

2 dari 6 halaman

Faktor Piala Dunia Jadi Pertimbangan

Dalam pernyataan yang sama, Ghana menegaskan bahwa keterlibatan Partey dalam Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi pertimbangan penting.

Pemerintah menilai ada kepentingan olahraga nasional maupun internasional yang perlu diperhatikan mengingat turnamen tersebut merupakan ajang terbesar sepak bola dunia.

Oleh sebab itu, Ghana mendesak Kanada untuk mencabut keputusan penolakan visa demi menjaga prinsip keadilan dan menghormati nilai-nilai hukum yang berlaku secara internasional.

3 dari 6 halaman

Menteri Olahraga Ghana Buka Suara

Menteri Olahraga Ghana, Kofi Adams, turut mengkritik keputusan tersebut. Menurutnya, negaranya tidak akan tinggal diam ketika warga Ghana diperlakukan tidak adil di luar negeri.

Adams mengatakan pemerintah telah menggunakan jalur resmi untuk meminta otoritas Kanada meninjau ulang keputusan tersebut. Ia menilai langkah yang diambil Kanada berpotensi bertentangan dengan semangat hukum dan konvensi internasional yang sama-sama diikuti kedua negara.

"Kami berharap pihak berwenang yang tepat dapat melakukan peninjauan kembali terhadap keputusan ini," ujar Adams kepada media lokal.

Ia juga mempertanyakan alasan Kanada menolak Partey hanya berdasarkan status dakwaan yang belum diputuskan pengadilan.

Menurut Adams, Partey masih bebas tinggal dan bekerja di Inggris, negara tempat kasus tersebut diproses. Karena itu, ia menganggap tindakan Kanada terlalu jauh dalam menafsirkan aturan imigrasinya.

"Dia telah didakwa, tetapi belum dinyatakan bersalah. Sangat mengejutkan jika Kanada menjadikan dakwaan semata sebagai dasar untuk menolak seseorang masuk ke negaranya," katanya.

4 dari 6 halaman

Kanada Pertahankan Keputusan

Di sisi lain, Kementerian Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada mempertahankan keputusan tersebut.

Melalui juru bicara yang mewakili Menteri Imigrasi Lena Diab, pemerintah Kanada menjelaskan bahwa setiap permohonan visa dinilai secara individual berdasarkan fakta yang tersedia dan ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, FIFA juga memberikan dukungan terhadap hak Kanada untuk menentukan siapa saja yang dapat memperoleh visa dan memasuki wilayah negaranya selama penyelenggaraan Piala Dunia.

5 dari 6 halaman

Ghana Bisa Kembali ke Kanada

Setelah menghadapi Panama, Ghana dijadwalkan kembali ke Amerika Serikat untuk menjalani laga kedua fase grup melawan Inggris di Boston. Mereka kemudian menutup penyisihan Grup L dengan menghadapi Kroasia di Philadelphia pada 27 Juni.

Namun persoalan visa Partey berpotensi kembali menjadi sorotan apabila Ghana berhasil melaju ke babak gugur. Jika finis sebagai runner-up grup, The Black Stars akan kembali bermain di Kanada untuk menghadapi peringkat kedua Grup K dalam pertandingan yang digelar di Toronto pada 2 Juli mendatang.

Situasi tersebut membuat Ghana semakin berupaya mencari solusi diplomatik agar Partey dapat memperoleh izin masuk ke Kanada sebelum turnamen memasuki fase krusial.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL