Granit Xhaka Pamer Levelnya di Piala Dunia 2026

Granit Xhaka Pamer Levelnya di Piala Dunia 2026
Pemain Swiss, Granit Xhaka bertepuk tangan seusai pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026). (c) AP Photo/Gregory Bull

Bola.net - Granit Xhaka kembali membuktikan bahwa pengaruh besar seorang gelandang tidak selalu diukur dari gol atau assist. Pada laga babak 32 Besar Piala Dunia 2026 melawan Aljazair, Jumat (3/7), kapten Swiss tampil sebagai otak permainan yang mengendalikan ritme pertandingan.

Swiss memastikan tiket ke babak 16 Besar setelah menang meyakinkan 2-0 atas Aljazair. Gol Breel Embolo dan Dan Ndoye memang menjadi pembeda di papan skor, tetapi Xhaka menjadi sosok yang membuat permainan Swiss berjalan nyaris tanpa cela.

Laga tersebut memiliki arti khusus bagi Xhaka. Pertandingan kontra Aljazair merupakan penampilan ke-150 gelandang berusia 33 tahun itu bersama Timnas Swiss, sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda sepak bola negaranya.

Performa Xhaka pun membuktikan bahwa pengalaman tetap menjadi aset berharga di panggung sebesar Piala Dunia. Sang kapten mengendalikan pertandingan dari lini tengah dan membuat Aljazair kesulitan mengembangkan permainan sepanjang 90 menit.

1 dari 3 halaman

Xhaka Mengatur Irama, Swiss Bermain dengan Nyaman

Starting XI Timnas Swiss dalam laga versus Timnas Australia, 7 Juni 2026. (c) AP Photo/Gregory Bull

Starting XI Timnas Swiss dalam laga versus Timnas Australia, 7 Juni 2026. (c) AP Photo/Gregory Bull

Meski tidak mencatatkan gol maupun assist, kontribusi Xhaka sangat dominan. Ia menjadi pemain dengan jumlah sentuhan bola terbanyak di lapangan, yakni 85 kali sepanjang pertandingan.

Xhaka juga menjadi pemain yang paling sering mendistribusikan bola. Ia melepaskan 70 umpan dengan tingkat akurasi mencapai 87 persen, memastikan aliran permainan Swiss tetap terjaga sejak menit pertama.

Tak hanya piawai mengatur tempo, Xhaka juga tampil agresif saat kehilangan bola. Kapten Swiss menjadi pemain yang paling banyak memenangkan duel, memperlihatkan kualitasnya sebagai pemimpin di lini tengah.

Performa komplet tersebut membuat Swiss tampil lebih tenang saat menghadapi tekanan Aljazair. Kehadiran Xhaka menjadi fondasi utama yang membuat keseimbangan permainan tetap terjaga hingga peluit panjang berbunyi.

2 dari 3 halaman

Granit Xhaka Sang Pengatur Ritme

Pemain Bosnia Ermedin Demirovic (tengah) berebut bola dengan pemain Swiss Granit Xhaka (kanan) saat laga Grup B Piala Dunia 2026 antara Swiss vs Bosnia di Inglewood, Calif., dekat Los Angeles, Kamis, 18 Juni 2026 (c) AP Photo/Gregory Bull

Pemain Bosnia Ermedin Demirovic (tengah) berebut bola dengan pemain Swiss Granit Xhaka (kanan) saat laga Grup B Piala Dunia 2026 antara Swiss vs Bosnia di Inglewood, Calif., dekat Los Angeles, Kamis, 18 Juni 2026 (c) AP Photo/Gregory Bull

Pandit BBC Sport, Sue Smith, menilai peran Xhaka jauh melampaui statistik biasa. Menurutnya, gelandang Sunderland itu adalah sosok yang menentukan ritme permainan Swiss.

"Saya menyebut Granit Xhaka berulang kali dan itu karena dia yang menentukan tempo, dialah yang memutuskan kapan harus mempercepat dan kapan harus memperlambatnya," buka pandit BBC Sport, Sue Smith.

"Memiliki pemain berpengalaman seperti dia di dalam tim serta talenta muda yang menjanjikan di sekitarnya, ini adalah tim yang akan berpikir mereka bisa terus melaju," tegas Sue Smith.

3 dari 3 halaman

Perpaduan Pengalaman Xhaka dan Ledakan Talenta Muda

Selebrasi Johan Manzambi dalam laga Swiss vs Kanada di Grup B Piala Dunia 2026, Kamis (25/6/2026). (c) AP Photo/Abbie Parr

Selebrasi Johan Manzambi dalam laga Swiss vs Kanada di Grup B Piala Dunia 2026, Kamis (25/6/2026). (c) AP Photo/Abbie Parr

Di balik kepemimpinan Xhaka, Swiss juga menikmati penampilan gemilang para pemain mudanya. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Johan Manzambi yang kembali menunjukkan kualitas luar biasa.

Pemain berusia 20 tahun tersebut menjadi kreator gol pembuka Swiss. Ia melewati Aissa Mandi dengan gerakan cerdas sebelum memberikan umpan matang yang diselesaikan Breel Embolo menjadi gol.

Assist itu melanjutkan performa impresif Manzambi sepanjang turnamen. Setelah mencetak tiga gol pada fase grup, ia kini telah terlibat langsung dalam lima gol Swiss di Piala Dunia 2026.

Menurut data Opta, Manzambi menjadi pemain Swiss pertama yang terlibat langsung dalam lima gol pada satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik terperinci dimulai pada 1966.

Sumber: BBC Sport


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL