
Bola.net - Granit Xhaka kembali membuktikan bahwa pengaruh besar seorang gelandang tidak selalu diukur dari gol atau assist. Pada laga babak 32 Besar Piala Dunia 2026 melawan Aljazair, Jumat (3/7), kapten Swiss tampil sebagai otak permainan yang mengendalikan ritme pertandingan.
Swiss memastikan tiket ke babak 16 Besar setelah menang meyakinkan 2-0 atas Aljazair. Gol Breel Embolo dan Dan Ndoye memang menjadi pembeda di papan skor, tetapi Xhaka menjadi sosok yang membuat permainan Swiss berjalan nyaris tanpa cela.
Laga tersebut memiliki arti khusus bagi Xhaka. Pertandingan kontra Aljazair merupakan penampilan ke-150 gelandang berusia 33 tahun itu bersama Timnas Swiss, sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda sepak bola negaranya.
Performa Xhaka pun membuktikan bahwa pengalaman tetap menjadi aset berharga di panggung sebesar Piala Dunia. Sang kapten mengendalikan pertandingan dari lini tengah dan membuat Aljazair kesulitan mengembangkan permainan sepanjang 90 menit.
Xhaka Mengatur Irama, Swiss Bermain dengan Nyaman

Meski tidak mencatatkan gol maupun assist, kontribusi Xhaka sangat dominan. Ia menjadi pemain dengan jumlah sentuhan bola terbanyak di lapangan, yakni 85 kali sepanjang pertandingan.
Xhaka juga menjadi pemain yang paling sering mendistribusikan bola. Ia melepaskan 70 umpan dengan tingkat akurasi mencapai 87 persen, memastikan aliran permainan Swiss tetap terjaga sejak menit pertama.
Tak hanya piawai mengatur tempo, Xhaka juga tampil agresif saat kehilangan bola. Kapten Swiss menjadi pemain yang paling banyak memenangkan duel, memperlihatkan kualitasnya sebagai pemimpin di lini tengah.
Performa komplet tersebut membuat Swiss tampil lebih tenang saat menghadapi tekanan Aljazair. Kehadiran Xhaka menjadi fondasi utama yang membuat keseimbangan permainan tetap terjaga hingga peluit panjang berbunyi.
Granit Xhaka Sang Pengatur Ritme

Pandit BBC Sport, Sue Smith, menilai peran Xhaka jauh melampaui statistik biasa. Menurutnya, gelandang Sunderland itu adalah sosok yang menentukan ritme permainan Swiss.
"Saya menyebut Granit Xhaka berulang kali dan itu karena dia yang menentukan tempo, dialah yang memutuskan kapan harus mempercepat dan kapan harus memperlambatnya," buka pandit BBC Sport, Sue Smith.
"Memiliki pemain berpengalaman seperti dia di dalam tim serta talenta muda yang menjanjikan di sekitarnya, ini adalah tim yang akan berpikir mereka bisa terus melaju," tegas Sue Smith.
Perpaduan Pengalaman Xhaka dan Ledakan Talenta Muda

Di balik kepemimpinan Xhaka, Swiss juga menikmati penampilan gemilang para pemain mudanya. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Johan Manzambi yang kembali menunjukkan kualitas luar biasa.
Pemain berusia 20 tahun tersebut menjadi kreator gol pembuka Swiss. Ia melewati Aissa Mandi dengan gerakan cerdas sebelum memberikan umpan matang yang diselesaikan Breel Embolo menjadi gol.
Assist itu melanjutkan performa impresif Manzambi sepanjang turnamen. Setelah mencetak tiga gol pada fase grup, ia kini telah terlibat langsung dalam lima gol Swiss di Piala Dunia 2026.
Menurut data Opta, Manzambi menjadi pemain Swiss pertama yang terlibat langsung dalam lima gol pada satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik terperinci dimulai pada 1966.
Sumber: BBC Sport
Baca Ini Juga
- Prediksi Susunan Pemain Kolombia vs Ghana: James Rodriguez dan Luis Diaz Siap Pimpin Los Cafeteros
- Disebut Sang Kakak Bakal Pensiun dari Timnas Portugal, Ini Kata Cristiano Ronaldo
- Prediksi Susunan Pemain Argentina vs Cape Verde, Lionel Messi Siap Starter
- Pisah dengan Nagelsmann, DFB Siapkan Jurgen Klopp Sebagai Pelatih Baru Timnas Jerman?
- Prediksi Susunan Pemain Australia vs Mesir: Mohamed Salah Diragukan, Socceroos Andalkan Irankunda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Granit Xhaka Pamer Levelnya di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juli 2026, 19:19
-
Sunderland Tolak Penawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:30
-
Sunderland Tolak Tawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 08:41
-
Sat Set, Chelsea Capai Kesepakatan Pribadi dengan Granit Xhaka
Liga Inggris 28 Juni 2026, 20:30
LATEST UPDATE
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

















KOMENTAR