Kartu Merah Breel Embolo Saat Lawan Argentina, VAR Dinilai Melewati Batas

Kartu Merah Breel Embolo Saat Lawan Argentina, VAR Dinilai Melewati Batas
Wasit Joao Pinheiro dari Portugal memberikan kartu merah kepada pemain Swiss Breel Embolo (kiri) dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Swiss di Kansas City, Missouri, Sabtu, 11 Juli 2026 (c) AP Photo/Ed Zurga

Bola.net - Breel Embolo menjadi pusat perdebatan usai menerima kartu merah saat Swiss kalah 1-3 dari Argentina di perempat final Piala Dunia 2026. Insiden itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai peran VAR yang dinilai telah melewati batas dalam mengambil keputusan.

Kontroversi bermula pada menit ke-71 ketika wasit Joao Pinheiro meninjau ulang pelanggaran yang melibatkan Embolo dan Leandro Paredes. Hasil pemeriksaan VAR mengubah keputusan awal yang semula memberikan kartu kuning kepada Paredes.

Kartu kuning untuk gelandang Argentina itu dibatalkan melalui prosedur mistaken identity. Sebaliknya, Embolo menerima kartu kuning kedua karena dianggap melakukan simulasi sehingga harus meninggalkan lapangan.

Swiss akhirnya bermain dengan 10 pemain hingga waktu normal berakhir dan sepanjang babak tambahan. Situasi tersebut mengubah jalannya pertandingan sebelum Argentina memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.

1 dari 2 halaman

Pakar Wasit Nilai VAR Sudah Melampaui Fungsinya

Mantan wasit FIFA, Christina Unkel, memberikan penilaian menarik terkait keputusan terhadap Breel Embolo. Menurutnya, FIFA memakai mekanisme mistaken identity untuk menangani kasus yang sejatinya berkaitan dengan simulasi.

"Keputusan Embolo konsisten dengan keputusan Almiron. FIFA memperlakukan situasi seperti ini sebagai mistaken identity, padahal sebenarnya VAR merekomendasikan pelanggaran simulasi. Bagian yang kontroversial adalah VAR bukan hanya mengubah pemainnya, tetapi juga mengubah jenis pelanggarannya. Kita sudah memasuki wilayah wasit mengadili ulang pertandingan."

Unkel menilai persoalan utamanya bukan sekadar pergantian pemain yang menerima kartu. Ia berpandangan VAR telah mengubah jenis pelanggaran, sesuatu yang memicu perdebatan mengenai batas kewenangan teknologi tersebut.

2 dari 2 halaman

Granit Xhaka Kecewa dengan Keputusan Wasit

Kapten Swiss, Granit Xhaka, juga meluapkan kekecewaannya setelah pertandingan berakhir. Ia merasa keputusan yang berujung kartu merah untuk Embolo menjadi momen yang mengubah arah laga.

"Aturannya memang seperti itu, tetapi menurut saya, keputusan ini membunuh pertandingan," kata Xhaka. Pernyataan itu muncul setelah Swiss kehilangan momentum yang sempat dibangun melalui gol penyeimbang Dan Ndoye.

Kasus Breel Embolo kemudian dibandingkan dengan insiden Miguel Almiron pada laga Amerika Serikat kontra Paraguay. Kedua kejadian memiliki pola serupa, yakni kartu awal untuk pelanggaran dibatalkan setelah tinjauan VAR, lalu hukuman diberikan kepada pemain yang dianggap melakukan simulasi.

Sumber: Give Me Sport


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL