
Bola.net - Italia harus menerima kenyataan pahit gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina. Laga penentuan itu berubah drastis akibat satu momen krusial di babak pertama.
Sempat unggul lebih dulu, Italia kehilangan kendali pertandingan setelah kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni. Keunggulan yang tampak menjanjikan langsung berubah menjadi tekanan berat.
Situasi semakin sulit karena Italia harus bermain dengan 10 orang dalam waktu yang sangat panjang. Kondisi tersebut memaksa mereka bertahan lebih dalam hingga stamina terkuras.
Pada akhirnya, duel berlanjut hingga adu penalti dan Bosnia tampil lebih efektif. Italia pun kembali gagal melangkah ke putaran final, menambah catatan buruk dalam beberapa edisi terakhir.
Kartu Merah Bastoni Ubah Jalannya Laga

Alessandro Bastoni menerima kartu merah setelah melakukan tekel keras saat mencoba menghentikan serangan lawan. Ia berada dalam posisi tertinggal saat mengejar pemain Bosnia yang berpeluang mencetak gol.
Keputusan tersebut membuat wasit langsung mengeluarkan kartu merah tanpa ragu. Situasi itu memaksa Italia bermain dengan 10 orang sejak menit ke-42.
Tekel tersebut sebenarnya bertujuan mencegah peluang emas lawan. Namun risiko besar dari aksi itu berujung konsekuensi fatal bagi tim.
Selain berdampak pada laga itu sendiri, kartu merah juga berpotensi membuat Bastoni absen di pertandingan berikutnya. Namun hal tersebut menjadi tidak relevan setelah Italia tersingkir.
Bermain 10 Orang, Italia Kehabisan Energi

Setelah kehilangan satu pemain, Italia harus bertahan dalam tekanan sepanjang pertandingan. Mereka bermain dengan intensitas tinggi untuk menutup ruang yang terbuka.
Gianluigi Donnarumma tampil cukup solid dengan sejumlah penyelamatan penting. Namun beban yang terlalu besar membuat pertahanan akhirnya goyah.
Selama lebih dari 30 menit tambahan waktu termasuk babak extra time, Italia terus dipaksa bekerja keras. Kondisi fisik pemain pun mulai menurun drastis.
Kelelahan tersebut menjadi faktor penting yang membuat Italia sulit mempertahankan keunggulan. Tekanan terus-menerus akhirnya berbuah gol balasan dari Bosnia.
Gol Penyeimbang dan Kekalahan di Adu Penalti

Bosnia akhirnya menyamakan skor pada menit ke-79 melalui serangan yang sulit dihentikan. Bola sempat ditepis, tetapi situasi kacau di depan gawang dimanfaatkan dengan baik.
Gol tersebut mengubah momentum sepenuhnya ke kubu lawan. Italia yang sudah kelelahan tidak mampu merespons dengan efektif.
Pertandingan kemudian berlanjut ke babak adu penalti. Bosnia tampil sempurna dengan mencetak seluruh percobaan mereka.
Sebaliknya, Italia gagal memaksimalkan peluang dari titik putih. Hasil itu memastikan langkah mereka terhenti secara menyakitkan.
Rekor Buruk Italia di Kualifikasi Piala Dunia

Kegagalan ini menambah daftar panjang hasil buruk Italia di ajang kualifikasi. Mereka kini tercatat gagal lolos dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Pada 2018, Italia tersingkir setelah kalah agregat dari Swedia. Mereka bahkan gagal mencetak gol dalam dua leg pertandingan tersebut.
Pada edisi 2022, Italia kembali tersingkir secara dramatis oleh Makedonia Utara. Gol di menit akhir menghancurkan harapan mereka.
Kini pada 2026, skenario pahit kembali terulang. Kartu merah dan kekalahan adu penalti menjadi penutup dari perjalanan yang mengecewakan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
8 Minggu Menakutkan Bagi Thomas Tuchel dan Timnas Inggris, Kenapa?
Piala Dunia 1 April 2026, 13:44
-
Leonardo Spinazzola Menangis Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 April 2026, 12:14
LATEST UPDATE
-
Carlos Espi, 2 Gol dari 5 Tembakan
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 12:05
-
Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 11:16
-
Rodri Usung Target Juara Liga Champions di Barcelona, tapi Bisakah Ini Diwujudkan?
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 10:09
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Rodri Tiba di Barcelona, Langusng Tegaskan Ambisi Juara Liga Champions
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:36
-
Raphinha Diproyeksikan Jadi Kapten Utama Barcelona
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:32
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR