
Bola.net - Timnas Italia kini tengah bersiap melakoni laga hidup mati di final play-off Piala Dunia melawan Bosnia-Herzegovina, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Pasukan Gennaro Gattuso membawa modal kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara yang diraih di Bergamo pekan lalu.
Kemenangan lewat gol Sandro Tonali dan Moise Kean tersebut memang sangat krusial untuk mengangkat mentalitas tim. Namun, tiket menuju putaran final masih harus diperjuangkan di tengah atmosfer panas markas lawan.
Mantan pelatih AC Milan dan Juventus, Fabio Capello, memantau perkembangan Azzurri dengan seksama. Ia melihat ada campuran antara optimisme dan penyakit lama yang masih sering menghinggapi gaya permainan tim nasional.
Capello menyoroti bagaimana Italia sempat tampil buntu di babak pertama sebelum akhirnya bangkit setelah turun minum. Evaluasi ini dianggap sangat penting mengingat profil lawan yang akan mereka hadapi di laga final nanti jauh lebih berbahaya.
Babak Kedua Jadi Titik Balik Permainan Italia

Italia tidak tampil meyakinkan di 45 menit pertama saat menghadapi Irlandia Utara. Permainan berjalan lambat dan sulit menembus pertahanan lawan.
Situasinya berubah setelah turun minum. Intensitas meningkat, peluang mulai tercipta, dan dua gol akhirnya datang di babak kedua.
"Kami melewati rintangan itu dengan babak pertama yang agak ragu, lalu menemukan kembali permainan di babak kedua. Itu sangat penting secara psikologis," ujar Fabio Capello kepada Gazzetta.
"Itu membantu pemain memahami nilai sebenarnya dari tim ini, dan saya yakin Gattuso akan terus menggarap hal itu jelang laga melawan Bosnia."
Respons setelah jeda jadi sinyal positif. Tim tidak runtuh, justru mampu bangkit.
Masalah Lama Masih Terlihat Jelas

Di balik kemenangan itu, Capello melihat pola yang tidak asing. Beberapa kelemahan lama masih muncul dalam permainan Italia.
Aliran bola terlalu sering ke samping. Tempo juga lambat, dengan minimnya permainan vertikal yang benar-benar mengancam.
"Dari sisi negatif, saya melihat masalah yang biasa muncul di sepak bola Italia. Operan ke samping, lambat, kurang vertikal, dan minim kepribadian saat menguasai bola," jelas Capello.
"Namun dari sisi positif, reaksi tim sangat penting, dan saya juga menyukai masuknya Pio Esposito yang memberi keseimbangan," terangnya.
Evaluasi itu menunjukkan pekerjaan belum selesai. Italia menang, tapi belum sepenuhnya meyakinkan.
Peran Pio Esposito dan Komposisi Lini Depan

Masuknya Francesco Pio Esposito memberi dimensi berbeda. Ia dianggap mampu menambah keseimbangan dalam skema serangan.
Capello melihat ada perbedaan karakter dibanding dua penyerang lain. Matteo Retegui dan Moise Kean dinilai memiliki profil yang cukup mirip.
"Semua opsi di lini depan bagus, tapi Retegui dan Kean agak terlalu mirip," kata Capello.
"Pio punya kekuatan, kemampuan duel udara, dan visi yang bisa sangat penting di momen krusial," imbuh mantan pelatih Juventus tersebut.
Variasi ini bisa jadi kunci. Terutama saat menghadapi tim dengan organisasi permainan yang solid.
Ancaman Bola Mati dan Tekanan di Zenica

Italia diperkirakan akan menghadapi atmosfer yang tidak mudah di Bosnia. Namun Capello justru lebih fokus pada aspek teknis di lapangan.
Kekhawatiran utamanya adalah situasi bola mati. Corner dan free kick dinilai bisa menjadi titik lemah.
"Saya khawatir dengan tendangan sudut dan bola mati, terutama bagaimana kami bertahan di kotak penalti," ujarnya.
"Kami punya bek yang bagus saat menguasai bola, tapi tidak terlalu kuat dalam penjagaan. Bosnia sangat mengandalkan itu," lanjutnya.
Ia juga menyoroti kualitas individu lawan. Termasuk Edin Dzeko yang disebut mampu mengungguli bek-bek kuat dalam duel udara.
"Kami akan menghadapi tim yang punya kualitas dan karakter, termasuk pemain muda seperti Alajbegovic," tambahnya.
Laga ini akan menguji detail kecil. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat besar. Italia sudah berada di posisi krusial. Segalanya kini ditentukan di satu pertandingan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Duel Bosnia dan Herzegovina vs Italia Tayang Jam Berapa dan di TV Mana?
Piala Dunia 31 Maret 2026, 16:31
LATEST UPDATE
-
3 Pemimpin Real Madrid yang Bisa Jadi Tumpuan Utama di Era Mourinho
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 08:18
-
Manchester United, Bruno Fernandes, dan Sebuah Tawaran dari Galatasaray
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:33
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR