
Bola.net - Piala Dunia 2026 yang dimulai 12 Juni 2026 dini hari nanti bukan cuma soal kualitas permainan, tapi juga disiplin di lapangan. Setiap tim dituntut menjaga ritme dan emosi pemain karena aturan kartu bisa sangat menentukan nasib mereka di turnamen.
Tuan rumah bersama Meksiko akan membuka kompetisi menghadapi Afrika Selatan. Sejak laga pertama itu, setiap detail kecil termasuk kartu kuning maupun merah bisa langsung berdampak besar pada perjalanan sebuah tim.
Bagi tim yang menargetkan lolos jauh, performa saja tidak cukup. Satu atau dua kartu yang tidak perlu bisa mengubah komposisi skuad di laga penting, bahkan di fase gugur sekalipun.
Karena itu, FIFA menerapkan aturan disiplin yang cukup ketat namun juga punya beberapa kelonggaran di momen tertentu. Tujuannya sederhana: menjaga keseimbangan antara sportivitas dan keberlangsungan turnamen.
Regulasi Pemutihan Kartu Kuning FIFA

FIFA punya sistem 'pemutihan' kartu kuning yang dilakukan dua kali selama turnamen. Pertama, setelah fase grup selesai, semua akumulasi kartu kuning akan dihapus.
Pemutihan kedua dilakukan setelah babak perempat final. Artinya, pemain yang masih bertahan tidak akan terbebani catatan kartu kuning dari fase sebelumnya menuju semifinal dan final.
Kebijakan ini dibuat agar pemain kunci tidak kehilangan kesempatan tampil di laga terbesar hanya karena akumulasi pelanggaran ringan. Di titik ini, kartu merah menjadi satu-satunya alasan yang benar-benar bisa membuat pemain absen di partai puncak.
Sanksi Akumulasi Kartu Kuning di Fase Gugur
Meski ada pemutihan, fase awal babak gugur tetap harus diwaspadai. Aturan akumulasi kartu kuning masih berlaku di babak 32 besar dan 16 besar.
Jika seorang pemain mendapat kartu kuning di 32 besar lalu kembali mendapatkannya di 16 besar, ia otomatis absen di perempat final. Risiko kecil seperti ini bisa jadi mahal di turnamen sebesar Piala Dunia.
Namun situasinya berubah setelah perempat final. Karena ada pemutihan, akumulasi kartu kuning tidak lagi berlanjut ke semifinal.
Sebagai contoh, pemain yang mendapat kartu kuning di 16 besar dan perempat final tetap bisa bermain di semifinal. Semua catatan itu dihapus setelah fase tersebut selesai.
Mekanisme Hukum Kartu Kuning dan Merah
Secara umum, dua kartu kuning dari dua pertandingan berbeda akan berujung pada skorsing satu laga. Hukuman ini berlaku di semua fase, tanpa pengecualian antara babak grup atau gugur.
Aturan ini juga tidak hanya berlaku untuk pemain di lapangan. Staf pelatih di bangku cadangan pun bisa terkena sanksi serupa jika mengumpulkan akumulasi kartu kuning.
Dalam praktiknya, kombinasi kartu di laga awal dan berikutnya bisa membuat seseorang absen di babak 32 besar. Sementara itu, kartu merah langsung atau dua kartu kuning dalam satu pertandingan otomatis berujung larangan tampil satu laga.
Dalam kasus tertentu, FIFA juga bisa memperpanjang hukuman jika pelanggaran dianggap berat. Jika masa skorsing belum selesai saat tim tersingkir, sanksi tersebut akan tetap dibawa ke pertandingan resmi internasional berikutnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diamnya Inter Milan yang Kini Terseret Skandal Wasit Serie A Gianluca Rocchi
Liga Italia 26 April 2026, 21:52
LATEST UPDATE
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
























KOMENTAR