Kamu Harus Tahu, Begini Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah di Piala Dunia 2026

Kamu Harus Tahu, Begini Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah di Piala Dunia 2026
Pemain Norwegia, Julian Ryerson mendapatkan kartu kuning dari wasit pada laga uji coba melawan Maroko, 8 Juni 2026. (c) AP Photo/Eduardo Munoz Alvarez

Bola.net - Piala Dunia 2026 yang dimulai 12 Juni 2026 dini hari nanti bukan cuma soal kualitas permainan, tapi juga disiplin di lapangan. Setiap tim dituntut menjaga ritme dan emosi pemain karena aturan kartu bisa sangat menentukan nasib mereka di turnamen.

Tuan rumah bersama Meksiko akan membuka kompetisi menghadapi Afrika Selatan. Sejak laga pertama itu, setiap detail kecil termasuk kartu kuning maupun merah bisa langsung berdampak besar pada perjalanan sebuah tim.

Bagi tim yang menargetkan lolos jauh, performa saja tidak cukup. Satu atau dua kartu yang tidak perlu bisa mengubah komposisi skuad di laga penting, bahkan di fase gugur sekalipun.

Karena itu, FIFA menerapkan aturan disiplin yang cukup ketat namun juga punya beberapa kelonggaran di momen tertentu. Tujuannya sederhana: menjaga keseimbangan antara sportivitas dan keberlangsungan turnamen.

1 dari 3 halaman

Regulasi Pemutihan Kartu Kuning FIFA

Wasit memberikan kartu merah pada Rafael Leao dan Ivan Roman di laga Timnas Portugal vs Timnas Chili (c) AP Photo/Armando Franca

Wasit memberikan kartu merah pada Rafael Leao dan Ivan Roman di laga Timnas Portugal vs Timnas Chili (c) AP Photo/Armando Franca

FIFA punya sistem 'pemutihan' kartu kuning yang dilakukan dua kali selama turnamen. Pertama, setelah fase grup selesai, semua akumulasi kartu kuning akan dihapus.

Pemutihan kedua dilakukan setelah babak perempat final. Artinya, pemain yang masih bertahan tidak akan terbebani catatan kartu kuning dari fase sebelumnya menuju semifinal dan final.

Kebijakan ini dibuat agar pemain kunci tidak kehilangan kesempatan tampil di laga terbesar hanya karena akumulasi pelanggaran ringan. Di titik ini, kartu merah menjadi satu-satunya alasan yang benar-benar bisa membuat pemain absen di partai puncak.

2 dari 3 halaman

Sanksi Akumulasi Kartu Kuning di Fase Gugur

Meski ada pemutihan, fase awal babak gugur tetap harus diwaspadai. Aturan akumulasi kartu kuning masih berlaku di babak 32 besar dan 16 besar.

Jika seorang pemain mendapat kartu kuning di 32 besar lalu kembali mendapatkannya di 16 besar, ia otomatis absen di perempat final. Risiko kecil seperti ini bisa jadi mahal di turnamen sebesar Piala Dunia.

Namun situasinya berubah setelah perempat final. Karena ada pemutihan, akumulasi kartu kuning tidak lagi berlanjut ke semifinal.

Sebagai contoh, pemain yang mendapat kartu kuning di 16 besar dan perempat final tetap bisa bermain di semifinal. Semua catatan itu dihapus setelah fase tersebut selesai.

3 dari 3 halaman

Mekanisme Hukum Kartu Kuning dan Merah

Secara umum, dua kartu kuning dari dua pertandingan berbeda akan berujung pada skorsing satu laga. Hukuman ini berlaku di semua fase, tanpa pengecualian antara babak grup atau gugur.

Aturan ini juga tidak hanya berlaku untuk pemain di lapangan. Staf pelatih di bangku cadangan pun bisa terkena sanksi serupa jika mengumpulkan akumulasi kartu kuning.

Dalam praktiknya, kombinasi kartu di laga awal dan berikutnya bisa membuat seseorang absen di babak 32 besar. Sementara itu, kartu merah langsung atau dua kartu kuning dalam satu pertandingan otomatis berujung larangan tampil satu laga.

Dalam kasus tertentu, FIFA juga bisa memperpanjang hukuman jika pelanggaran dianggap berat. Jika masa skorsing belum selesai saat tim tersingkir, sanksi tersebut akan tetap dibawa ke pertandingan resmi internasional berikutnya.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL