Ketika 'Godzilla' Mengancam Serang Piala Dunia 2026

Ketika 'Godzilla' Mengancam Serang Piala Dunia 2026
3 maskot Piala Dunia 2026, Maple, Zayu, dan Clutch (c) Instagram/fifa

Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadapi ancaman yang tidak datang dari dalam lapangan. Fenomena cuaca ekstrem yang dijuluki "Godzilla" oleh sejumlah media diperkirakan dapat memengaruhi jalannya turnamen musim panas ini.

Fenomena tersebut berkaitan dengan gelombang panas laut El Nino yang berpotensi memicu hujan deras dan badai petir di berbagai wilayah Amerika Utara. Kondisi ini menjadi perhatian karena turnamen akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kekhawatiran terbesar muncul menjelang pertandingan pembuka yang mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City pada 11 Juni. Cuaca buruk dikhawatirkan mengganggu kelancaran pertandingan maupun aktivitas suporter di sekitar stadion.

Ancaman cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi FIFA. Apalagi sejumlah pertandingan uji coba menjelang turnamen juga sudah terdampak kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

1 dari 2 halaman

Risiko Badai Mengintai Laga Pembuka

Para suporter mengibarkan bendera dan meniup terompet jelang babak pertama laga MexTour antara Meksiko melawan Belgia. (c) AP Photo/Matt Marton

Para suporter mengibarkan bendera dan meniup terompet jelang babak pertama laga MexTour antara Meksiko melawan Belgia. (c) AP Photo/Matt Marton

Ahli meteorologi jangka panjang AccuWeather, Alex Duffus, memperingatkan adanya peningkatan risiko hujan dan badai petir di sekitar Mexico City saat laga pembuka berlangsung. Menurutnya, gelombang kelembapan tropis yang sedang berkembang perlu mendapat perhatian serius.

“Ada peningkatan risiko hujan dan badai petir di sekitar Mexico City untuk pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026," kata Duffus.

“Gelombang kelembapan tropis ini mendapat perhatian penuh kami karena dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih signifikan," imbuh Duffus.

Selain laga Meksiko melawan Afrika Selatan, pertandingan Korea Selatan kontra Republik Ceko di Guadalajara juga berpotensi terdampak perubahan cuaca. Situasi ini membuat faktor cuaca menjadi perhatian penting bagi penyelenggara dan peserta turnamen.

2 dari 2 halaman

Pengalaman Buruk Jadi Peringatan FIFA

Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Ancaman cuaca ekstrem bukan sekadar prediksi. Piala Dunia Antarklub musim panas lalu menjadi bukti bahwa badai petir dapat mengganggu jalannya kompetisi.

Salah satu contoh paling menonjol terjadi saat Chelsea mengalahkan Benfica 4-1. Pertandingan tersebut sempat dihentikan hampir dua jam ketika waktu normal hanya menyisakan beberapa menit.

“Bagi saya ini bukan sepak bola. Sudah tujuh, delapan, sembilan pertandingan yang mereka tunda. Sejujurnya, saya pikir ini lelucon, ini bukan sepak bola. Ini bukan untuk kami," ucap Manajer Chelsea saat itu, Enzo Maresca.

“Anda tidak bisa berada di dalam ruangan. Saya kesulitan untuk memahaminya. Saya bisa mengerti bahwa untuk alasan keamanan, Anda menunda pertandingan," sambung sosok yang kini melatih Manchester City itu.

Sumber: The Sun


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL