Kylian Mbappe Cetak Sejarah, 2 Kali Berturut-turut Rebut Sepatu Emas Piala Dunia

Kylian Mbappe Cetak Sejarah, 2 Kali Berturut-turut Rebut Sepatu Emas Piala Dunia
Ekspresi Kylian Mbappe usai membobol gawang Timnas Inggris, Minggu (19/7/2026) (c) AP Photo/Lynne Sladky

Bola.net - Kylian Mbappe kembali menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026. Penyerang timnas Prancis itu sukses mempertahankan gelar Sepatu Emas setelah tampil luar biasa sepanjang turnamen.

Mbappe menutup kompetisi dengan koleksi 10 gol dan empat assist dari delapan pertandingan. Catatan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen untuk kedua edisi berturut-turut.

Prestasi ini belum pernah dicapai pemain pria mana pun dalam sejarah Piala Dunia. Sebelumnya, Mbappe juga meraih Sepatu Emas pada edisi 2022 di Qatar setelah mengoleksi delapan gol.

Tidak hanya itu, Mbappe kini juga menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia mengungguli Lionel Messi dan legenda Jerman, Miroslav Klose, dalam daftar sepanjang masa.

1 dari 4 halaman

Mbappe Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia

Aksi Kylian Mbappe di laga Prancis vs Inggris, Minggu (19/7/2026) (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Aksi Kylian Mbappe di laga Prancis vs Inggris, Minggu (19/7/2026) (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Piala Dunia 2026 menjadi panggung sempurna bagi Mbappe untuk mencatatkan sejarah baru. Ia kini mengoleksi total 22 gol hanya dari tiga edisi Piala Dunia.

Jumlah tersebut melewati torehan Lionel Messi yang mengakhiri karier Piala Dunia dengan 21 gol. Messi membutuhkan enam edisi turnamen untuk mencapai angka tersebut.

Sementara itu, Miroslav Klose yang sebelumnya memegang rekor kini turun ke posisi ketiga. Mantan striker Jerman itu menutup karier internasional dengan 16 gol di Piala Dunia.

Dengan usia yang baru menginjak 27 tahun, peluang Mbappe memperlebar rekornya masih sangat terbuka. Ia diperkirakan masih akan menjadi andalan Prancis pada Piala Dunia 2030.

2 dari 4 halaman

Dramatisnya Persaingan Sepatu Emas

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi (c) AP Photo/Ashley Landis

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi (c) AP Photo/Ashley Landis

Persaingan Sepatu Emas berlangsung ketat hingga penghujung turnamen. Setelah semifinal, Messi dan Mbappe sama-sama mengoleksi delapan gol.

Messi sempat memimpin karena unggul jumlah assist. Kapten Argentina itu memiliki empat assist sehingga berada di atas Mbappe dalam aturan penentuan pemenang.

Namun, Mbappe tampil gemilang pada laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris. Ia mencetak dua gol dan satu assist sehingga langsung mengambil alih posisi teratas.

Situasi itu membuat Messi wajib mencetak dua gol dan satu assist, atau minimal hattrick, pada partai final jika ingin kembali memimpin. Target tersebut akhirnya gagal diwujudkan.

3 dari 4 halaman

Spanyol Bantu Mbappe Kunci Gelar

Ekspresi Kylian Mbappe usai membobol gawang Timans Inggris, Minggu (19/7/2026) (c) AP Photo/Lynne Sladky

Ekspresi Kylian Mbappe usai membobol gawang Timans Inggris, Minggu (19/7/2026) (c) AP Photo/Lynne Sladky

Harapan Messi mempertahankan posisi di puncak daftar pencetak gol pupus pada final. Spanyol tampil dominan dan mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 lewat babak tambahan waktu.

Lini pertahanan La Roja berhasil meredam seluruh ancaman Argentina. Messi bahkan gagal melepaskan satu tembakan sepanjang pertandingan.

Kapten Argentina juga tidak sekali pun menyentuh bola di dalam kotak penalti Spanyol. Kondisi tersebut membuatnya tidak mampu menambah koleksi gol maupun assist.

Hasil akhir itu memastikan Mbappe keluar sebagai pemenang Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Gelar tersebut sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah turnamen.

4 dari 4 halaman

Mbappe Bersiap Bangun Dinasti Baru

Selebrasi Kylian Mbappe usai membobol gawang Maroko di perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) (c) AP Photo/Steven Senne

Selebrasi Kylian Mbappe usai membobol gawang Maroko di perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) (c) AP Photo/Steven Senne

Dengan berakhirnya Piala Dunia 2026, Mbappe dipastikan akan menyandang status pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen setidaknya hingga empat tahun ke depan. Rekor itu bahkan berpotensi bertahan jauh lebih lama.

Messi diperkirakan tidak akan tampil lagi pada Piala Dunia 2030. Situasi tersebut membuat peluang mengejar rekor Mbappe semakin kecil bagi para pesaingnya.

Dalam tiga edisi Piala Dunia, Mbappe telah memenangkan dua Sepatu Emas dan memecahkan rekor gol sepanjang masa. Pencapaian itu menunjukkan konsistensinya di panggung terbesar sepak bola dunia.

Karier internasional Mbappe masih jauh dari selesai. Jika mampu mempertahankan performanya, penyerang Prancis itu berpeluang menciptakan lebih banyak rekor yang akan sulit disamai generasi berikutnya.

Sumber: FotMob


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL